TO-5 Ukombidan
0 dari 180 pertanyaan telah diselesaikan
Pertanyaan:
PETUNJUK:
Selamat Belajar !
Sudah dikerjakan
Kuis sedang loading...
Anda harus masuk atau mendaftar untuk memulai kuis.
Anda harus menyelesaikan kuis dibawah ini, untuk memulai kuis ini:
0 dari 180 pertanyaan terjawab dengan benar
Waktu Anda:
Waktu yang telah berlalu
Anda mendapatkan 0 poin dari total 0 poin, (0)
| Nilai rata-rata |
|
| Nilai Anda |
|
| No. | Nama | Masuk ke | Poin | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| Tabel sedang loading | ||||
| Data tidak tersedia | ||||
[Kasus Kebidanan #1] Seorang perempuan, 24 tahun, G1P0A0 hamil 16 minggu datang ke PMB mengeluh sering pusing dan cepat lelah. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 82x/m, Hb 10,2 g/dL. Apakah penatalaksanaan yang paling tepat?
Pembahasan: Kadar Hb 10,2 g/dL pada trimester II menunjukkan anemia ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaan standar adalah suplementasi tablet tambah darah (60 mg besi elemental) 1×1 tablet/hari disertai edukasi gizi.
Pembahasan: Kadar Hb 10,2 g/dL pada trimester II menunjukkan anemia ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaan standar adalah suplementasi tablet tambah darah (60 mg besi elemental) 1×1 tablet/hari disertai edukasi gizi.
[Kasus Kebidanan #2] Seorang perempuan, 22 tahun, G1P0A0 hamil 8 minggu datang ke PMB mengeluh mual muntah setiap pagi dan setelah makan. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 84x/m, turgor kulit baik, mata tidak cekung, berat badan turun 1 kg. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Gejala mual muntah berlebih yang mempengaruhi keadaan umum namun belum menimbulkan dehidrasi berat, turgor kulit masih baik, dan kesadaran compos mentis merupakan tanda Hiperemesis Gravidarum Tingkat I.
Pembahasan: Gejala mual muntah berlebih yang mempengaruhi keadaan umum namun belum menimbulkan dehidrasi berat, turgor kulit masih baik, dan kesadaran compos mentis merupakan tanda Hiperemesis Gravidarum Tingkat I.
[Kasus Kebidanan #3] Seorang perempuan, 28 tahun, G2P1A0 hamil 10 minggu datang ke PMB mengeluh keluar bercak darah dari jalan lahir sejak tadi pagi disertai mulas ringan. Hasil VT: ostium uteri internum (OUI) tertutup, tidak ada jaringan teraba, uterus sesuai usia kehamilan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perdarahan pervaginam pada kehamilan <20 minggu dengan mulas ringan, OUI masih tertutup, dan tidak ada pengeluaran jaringan adalah ciri khas Abortus Imminens.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam pada kehamilan <20 minggu dengan mulas ringan, OUI masih tertutup, dan tidak ada pengeluaran jaringan adalah ciri khas Abortus Imminens.
[Kasus Kebidanan #4] Seorang perempuan, 32 tahun, G3P2A0 hamil 34 minggu datang ke Puskesmas mengeluh pusing berat dan pandangan kabur. Hasil pemeriksaan: TD 160/110 mmHg, protein urine (+++), edema pada ekstremitas bawah. Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan bidan?
Pembahasan: Pada pasien Preeklamsia Berat (PEB) dengan gejala neurologis (pusing berat, pandangan kabur), penanganan awal standar Bidan adalah pemberian MgSO4 sebagai pencegahan kejang (profilaksis eklamsia) serta stabilisasi sebelum merujuk ke RS.
Pembahasan: Pada pasien Preeklamsia Berat (PEB) dengan gejala neurologis (pusing berat, pandangan kabur), penanganan awal standar Bidan adalah pemberian MgSO4 sebagai pencegahan kejang (profilaksis eklamsia) serta stabilisasi sebelum merujuk ke RS.
[Kasus Kebidanan #5] Seorang perempuan, 26 tahun, G1P0A0 hamil 8 minggu dibawa ke RS mengeluh nyeri hebat mendadak pada perut bagian bawah dan keluar bercak darah kecokelatan. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 110x/m kecil dan cepat, pucat, nyeri goyang porsio (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri perut bawah hebat, tanda syok hipovolemik (TD turun, nadi cepat), perdarahan bercak, serta nyeri goyang porsio (cervical motion tenderness) pada awal kehamilan merupakan tanda khas Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
Pembahasan: Nyeri perut bawah hebat, tanda syok hipovolemik (TD turun, nadi cepat), perdarahan bercak, serta nyeri goyang porsio (cervical motion tenderness) pada awal kehamilan merupakan tanda khas Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
[Kasus Kebidanan #6] Seorang perempuan 25 tahun, G1P0A0 hamil 12 minggu mengeluh keluar darah bercak kecokelatan dan mual muntah hebat. TFU teraba 2 jari di atas pusat, DJJ (-), teraba jaringan seperti buah anggur. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: TFU lebih besar dari usia kehamilan, tidak ditemukan janin/DJJ, serta pengeluaran jaringan gelembung seperti buah anggur mendiagnosis Mola Hidatidosa.
Pembahasan: TFU lebih besar dari usia kehamilan, tidak ditemukan janin/DJJ, serta pengeluaran jaringan gelembung seperti buah anggur mendiagnosis Mola Hidatidosa.
[Kasus Kebidanan #7] Seorang perempuan 30 tahun, G2P1A0 hamil 32 minggu mengeluh keluar darah merah segar dari jalan lahir tanpa rasa mulas saat bangun tidur. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perdarahan pervaginam warna merah segar, tanpa rasa nyeri (painless) pada trimester III khas untuk Plasenta Previa.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam warna merah segar, tanpa rasa nyeri (painless) pada trimester III khas untuk Plasenta Previa.
[Kasus Kebidanan #8] Seorang perempuan 34 tahun, G3P2A0 hamil 36 minggu mengalami perdarahan hitam kehitaman dari jalan lahir, perut teraba tegang dan sangat nyeri seperti papan (uterus board-like). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perdarahan berwarna kehitaman disertai nyeri hebat dan uterus tegang/keras seperti papan adalah tanda klasik Solusio Plasenta.
Pembahasan: Perdarahan berwarna kehitaman disertai nyeri hebat dan uterus tegang/keras seperti papan adalah tanda klasik Solusio Plasenta.
[Kasus Kebidanan #9] Seorang perempuan 31 tahun G2P1A0 hamil 28 minggu, hasil pemeriksaan GDP 110 mg/dL dan GD2PP 180 mg/dL. TFU 34 cm (lebih besar dari usia kehamilan). Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pembahasan: Peningkatan kadar gula darah yang baru terdiagnosis saat kehamilan (trimester II/III) mendiagnosis Diabetes Melitus Gestasional.
Pembahasan: Peningkatan kadar gula darah yang baru terdiagnosis saat kehamilan (trimester II/III) mendiagnosis Diabetes Melitus Gestasional.
[Kasus Kebidanan #10] Seorang perempuan 20 tahun G1P0A0 hamil 14 minggu datang ANC. LILA didapatkan 21,5 cm. BB sebelum hamil 40 kg, TB 155 cm. Apakah status gizi ibu tersebut?
Pembahasan: Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm pada ibu hamil mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Pembahasan: Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm pada ibu hamil mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
[Kasus Kebidanan #11] Seorang perempuan, 27 tahun, G2P1A0 hamil 22 minggu datang ke PMB mengeluh mudah lelah dan sedikit pusing. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 80x/m, Hb 10,5 g/dL. Apakah penatalaksanaan yang paling tepat?
Pembahasan: Kadar Hb 10,5 g/dL pada trimester II menunjukkan anemia ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaan standar adalah suplementasi tablet tambah darah (60 mg besi elemental) 1×1 tablet/hari disertai edukasi gizi.
Pembahasan: Kadar Hb 10,5 g/dL pada trimester II menunjukkan anemia ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaan standar adalah suplementasi tablet tambah darah (60 mg besi elemental) 1×1 tablet/hari disertai edukasi gizi.
[Kasus Kebidanan #12] Seorang perempuan, 24 tahun, G2P1A0 hamil 9 minggu datang ke PMB mengeluh mual dan muntah lebih dari 4 kali sehari. Hasil pemeriksaan: TD 105/70 mmHg, N 88x/m, turgor kulit baik, mata tidak cekung, berat badan turun 0,8 kg. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Gejala mual muntah berlebih yang mempengaruhi keadaan umum namun belum menimbulkan dehidrasi berat, turgor kulit masih baik, dan kesadaran compos mentis merupakan tanda Hiperemesis Gravidarum Tingkat I.
Pembahasan: Gejala mual muntah berlebih yang mempengaruhi keadaan umum namun belum menimbulkan dehidrasi berat, turgor kulit masih baik, dan kesadaran compos mentis merupakan tanda Hiperemesis Gravidarum Tingkat I.
[Kasus Kebidanan #13] Seorang perempuan, 25 tahun, G1P0A0 hamil 8 minggu, datang ke PMB dengan keluhan keluar flek darah kecokelatan sejak kemarin sore tanpa nyeri perut. Hasil VT: OUI tertutup, tidak ada jaringan teraba, uterus sesuai usia kehamilan. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pembahasan: Perdarahan pervaginam pada kehamilan <20 minggu dengan mulas ringan atau tanpa nyeri, OUI masih tertutup, dan tidak ada pengeluaran jaringan adalah ciri khas Abortus Imminens.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam pada kehamilan <20 minggu dengan mulas ringan atau tanpa nyeri, OUI masih tertutup, dan tidak ada pengeluaran jaringan adalah ciri khas Abortus Imminens.
[Kasus Kebidanan #14] Seorang perempuan, 29 tahun, G2P1A0 hamil 32 minggu datang ke Puskesmas mengeluh nyeri kepala hebat dan nyeri ulu hati. Hasil pemeriksaan: TD 170/110 mmHg, protein urine (+++), edema pada wajah dan tangan. Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan bidan?
Pembahasan: Pada pasien Preeklamsia Berat (PEB) dengan gejala impending eklamsia (nyeri kepala hebat, nyeri ulu hati), penanganan awal standar Bidan adalah pemberian MgSO4 sebagai pencegahan kejang (profilaksis eklamsia) serta stabilisasi sebelum merujuk ke RS.
Pembahasan: Pada pasien Preeklamsia Berat (PEB) dengan gejala impending eklamsia (nyeri kepala hebat, nyeri ulu hati), penanganan awal standar Bidan adalah pemberian MgSO4 sebagai pencegahan kejang (profilaksis eklamsia) serta stabilisasi sebelum merujuk ke RS.
[Kasus Kebidanan #15] Seorang perempuan, 24 tahun, G1P0A0 hamil 7 minggu dibawa ke RS mengeluh nyeri hebat mendadak perut bawah kanan dan sempat pingsan. Hasil pemeriksaan: TD 85/55 mmHg, N 116x/m kecil dan cepat, pucat, nyeri goyang porsio (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri perut bawah hebat, tanda syok hipovolemik (TD turun, nadi cepat), riwayat sinkop, serta nyeri goyang porsio pada awal kehamilan merupakan tanda khas Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
Pembahasan: Nyeri perut bawah hebat, tanda syok hipovolemik (TD turun, nadi cepat), riwayat sinkop, serta nyeri goyang porsio pada awal kehamilan merupakan tanda khas Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
[Kasus Kebidanan #16] Seorang perempuan 22 tahun, G1P0A0 hamil 14 minggu mengeluh keluar darah bercak kehitaman berulang dan mual muntah hebat. TFU teraba 3 jari di atas pusat (lebih besar dari usia kehamilan), DJJ (-), teraba jaringan seperti buah anggur. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: TFU lebih besar dari usia kehamilan, tidak ditemukan janin/DJJ, serta pengeluaran jaringan gelembung seperti buah anggur mendiagnosis Mola Hidatidosa.
Pembahasan: TFU lebih besar dari usia kehamilan, tidak ditemukan janin/DJJ, serta pengeluaran jaringan gelembung seperti buah anggur mendiagnosis Mola Hidatidosa.
[Kasus Kebidanan #17] Seorang perempuan 33 tahun, G3P2A0 hamil 34 minggu mengeluh keluar darah merah segar dari jalan lahir berulang tanpa rasa mulas, terjadi tiba-tiba saat beraktivitas ringan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perdarahan pervaginam warna merah segar, tanpa rasa nyeri (painless) pada trimester III khas untuk Plasenta Previa.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam warna merah segar, tanpa rasa nyeri (painless) pada trimester III khas untuk Plasenta Previa.
[Kasus Kebidanan #18] Seorang perempuan 31 tahun, G2P1A0 hamil 33 minggu pasca terjatuh mengalami perdarahan kehitaman dari jalan lahir, perut teraba tegang dan sangat nyeri seperti papan (uterus board-like). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perdarahan berwarna kehitaman disertai nyeri hebat dan uterus tegang/keras seperti papan adalah tanda klasik Solusio Plasenta.
Pembahasan: Perdarahan berwarna kehitaman disertai nyeri hebat dan uterus tegang/keras seperti papan adalah tanda klasik Solusio Plasenta.
[Kasus Kebidanan #19] Seorang perempuan 33 tahun G3P2A0 hamil 30 minggu, hasil pemeriksaan GDP 105 mg/dL dan GD2PP 175 mg/dL. TFU 32 cm (lebih besar dari usia kehamilan). Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pembahasan: Peningkatan kadar gula darah yang baru terdiagnosis saat kehamilan (trimester II/III) mendiagnosis Diabetes Melitus Gestasional.
Pembahasan: Peningkatan kadar gula darah yang baru terdiagnosis saat kehamilan (trimester II/III) mendiagnosis Diabetes Melitus Gestasional.
[Kasus Kebidanan #20] Seorang perempuan 19 tahun G1P0A0 hamil 16 minggu datang ANC. LILA didapatkan 22,0 cm. BB sebelum hamil 38 kg, TB 152 cm. Apakah status gizi ibu tersebut?
Pembahasan: Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm pada ibu hamil mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Pembahasan: Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm pada ibu hamil mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
[Kasus Kebidanan #21] Seorang perempuan, 29 tahun, G3P2A0 hamil 24 minggu datang ke Puskesmas mengeluh sering pusing dan mata berkunang-kunang. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 84x/m, Hb 10,0 g/dL. Apakah penatalaksanaan yang paling tepat?
Pembahasan: Kadar Hb 10,0 g/dL pada trimester II menunjukkan anemia ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaan standar adalah suplementasi tablet tambah darah (60 mg besi elemental) 1×1 tablet/hari disertai edukasi gizi.
Pembahasan: Kadar Hb 10,0 g/dL pada trimester II menunjukkan anemia ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaan standar adalah suplementasi tablet tambah darah (60 mg besi elemental) 1×1 tablet/hari disertai edukasi gizi.
[Kasus Kebidanan #22] Seorang perempuan, 25 tahun, G1P0A0 hamil 10 minggu datang ke PMB mengeluh mual muntah terus-menerus terutama pagi hari. Hasil pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, N 90x/m, turgor kulit baik, mata tidak cekung, berat badan turun 1,5 kg. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Gejala mual muntah berlebih yang mempengaruhi keadaan umum namun belum menimbulkan dehidrasi berat, turgor kulit masih baik, dan kesadaran compos mentis merupakan tanda Hiperemesis Gravidarum Tingkat I.
Pembahasan: Gejala mual muntah berlebih yang mempengaruhi keadaan umum namun belum menimbulkan dehidrasi berat, turgor kulit masih baik, dan kesadaran compos mentis merupakan tanda Hiperemesis Gravidarum Tingkat I.
[Kasus Kebidanan #23] Seorang perempuan, 30 tahun, G3P2A0 hamil 12 minggu, datang ke PMB mengeluh keluar bercak darah merah muda sejak 2 hari disertai mulas ringan hilang timbul. Hasil VT: OUI tertutup, tidak ada jaringan teraba, uterus sesuai usia kehamilan. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pembahasan: Perdarahan pervaginam pada kehamilan <20 minggu dengan mulas ringan, OUI masih tertutup, dan tidak ada pengeluaran jaringan adalah ciri khas Abortus Imminens.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam pada kehamilan <20 minggu dengan mulas ringan, OUI masih tertutup, dan tidak ada pengeluaran jaringan adalah ciri khas Abortus Imminens.
[Kasus Kebidanan #24] Seorang perempuan, 35 tahun, G4P3A0 hamil 36 minggu datang ke Puskesmas mengeluh pandangan kabur dan bengkak seluruh tubuh. Hasil pemeriksaan: TD 165/115 mmHg, protein urine (++), edema anasarka. Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan bidan?
Pembahasan: Pada pasien Preeklamsia Berat (PEB) dengan gejala neurologis (pandangan kabur), penanganan awal standar Bidan adalah pemberian MgSO4 sebagai pencegahan kejang (profilaksis eklamsia) serta stabilisasi sebelum merujuk ke RS.
Pembahasan: Pada pasien Preeklamsia Berat (PEB) dengan gejala neurologis (pandangan kabur), penanganan awal standar Bidan adalah pemberian MgSO4 sebagai pencegahan kejang (profilaksis eklamsia) serta stabilisasi sebelum merujuk ke RS.
[Kasus Kebidanan #25] Seorang perempuan, 28 tahun, G2P1A0 hamil 9 minggu dibawa ke RS mengeluh nyeri perut bawah kiri mendadak disertai perdarahan bercak kehitaman. Hasil pemeriksaan: TD 88/58 mmHg, N 112x/m kecil dan cepat, pucat, nyeri goyang porsio (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri perut bawah hebat, tanda syok hipovolemik (TD turun, nadi cepat), perdarahan bercak, serta nyeri goyang porsio pada awal kehamilan merupakan tanda khas Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
Pembahasan: Nyeri perut bawah hebat, tanda syok hipovolemik (TD turun, nadi cepat), perdarahan bercak, serta nyeri goyang porsio pada awal kehamilan merupakan tanda khas Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
[Kasus Kebidanan #26] Seorang perempuan 27 tahun, G2P1A0 hamil 10 minggu mengeluh keluar darah bercak merah kehitaman dan mual muntah hebat disertai pusing. TFU teraba setinggi pusat (lebih besar dari usia kehamilan), DJJ (-), teraba jaringan seperti buah anggur. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: TFU lebih besar dari usia kehamilan, tidak ditemukan janin/DJJ, serta pengeluaran jaringan gelembung seperti buah anggur mendiagnosis Mola Hidatidosa.
Pembahasan: TFU lebih besar dari usia kehamilan, tidak ditemukan janin/DJJ, serta pengeluaran jaringan gelembung seperti buah anggur mendiagnosis Mola Hidatidosa.
[Kasus Kebidanan #27] Seorang perempuan 28 tahun, G2P1A0 hamil 30 minggu mengeluh keluar darah merah segar dari jalan lahir tanpa nyeri perut sejak tadi malam saat tidur. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perdarahan pervaginam warna merah segar, tanpa rasa nyeri (painless) pada trimester III khas untuk Plasenta Previa.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam warna merah segar, tanpa rasa nyeri (painless) pada trimester III khas untuk Plasenta Previa.
[Kasus Kebidanan #28] Seorang perempuan 36 tahun, G4P3A0 hamil 38 minggu dengan riwayat hipertensi mengalami perdarahan kehitaman disertai nyeri perut hebat menetap, perut teraba tegang seperti papan (uterus board-like). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perdarahan berwarna kehitaman disertai nyeri hebat dan uterus tegang/keras seperti papan adalah tanda klasik Solusio Plasenta.
Pembahasan: Perdarahan berwarna kehitaman disertai nyeri hebat dan uterus tegang/keras seperti papan adalah tanda klasik Solusio Plasenta.
[Kasus Kebidanan #29] Seorang perempuan 29 tahun G1P0A0 hamil 26 minggu dengan riwayat keluarga DM, hasil pemeriksaan GDP 108 mg/dL dan GD2PP 190 mg/dL. TFU 30 cm (lebih besar dari usia kehamilan). Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pembahasan: Peningkatan kadar gula darah yang baru terdiagnosis saat kehamilan (trimester II/III) mendiagnosis Diabetes Melitus Gestasional.
Pembahasan: Peningkatan kadar gula darah yang baru terdiagnosis saat kehamilan (trimester II/III) mendiagnosis Diabetes Melitus Gestasional.
[Kasus Kebidanan #30] Seorang perempuan 22 tahun G2P1A0 hamil 12 minggu datang ANC. LILA didapatkan 22,8 cm. BB sebelum hamil 41 kg, TB 150 cm. Apakah status gizi ibu tersebut?
Pembahasan: Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm pada ibu hamil mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Pembahasan: Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm pada ibu hamil mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
[Kasus Kebidanan #31] Seorang perempuan, 23 tahun, G1P0A0 hamil 18 minggu datang ke PMB mengeluh mudah lelah saat beraktivitas ringan. Hasil pemeriksaan: TD 105/70 mmHg, N 82x/m, Hb 10,7 g/dL. Apakah penatalaksanaan yang paling tepat?
Pembahasan: Kadar Hb 10,7 g/dL pada trimester II menunjukkan anemia ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaan standar adalah suplementasi tablet tambah darah (60 mg besi elemental) 1×1 tablet/hari disertai edukasi gizi.
Pembahasan: Kadar Hb 10,7 g/dL pada trimester II menunjukkan anemia ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaan standar adalah suplementasi tablet tambah darah (60 mg besi elemental) 1×1 tablet/hari disertai edukasi gizi.
[Kasus Kebidanan #32] Seorang perempuan, 21 tahun, G1P0A0 hamil 7 minggu datang ke PMB mengeluh mual muntah setiap kali makan/minum. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 86x/m, turgor kulit baik, mata tidak cekung, berat badan turun 1 kg. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Gejala mual muntah berlebih yang mempengaruhi keadaan umum namun belum menimbulkan dehidrasi berat, turgor kulit masih baik, dan kesadaran compos mentis merupakan tanda Hiperemesis Gravidarum Tingkat I.
Pembahasan: Gejala mual muntah berlebih yang mempengaruhi keadaan umum namun belum menimbulkan dehidrasi berat, turgor kulit masih baik, dan kesadaran compos mentis merupakan tanda Hiperemesis Gravidarum Tingkat I.
[Kasus Kebidanan #33] Seorang perempuan, 27 tahun, G2P0A1 hamil 9 minggu, datang ke PMB mengeluh bercak darah kecokelatan sejak 1 hari tanpa mulas. Hasil VT: OUI tertutup, tidak ada jaringan teraba, uterus sesuai usia kehamilan. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pembahasan: Perdarahan pervaginam pada kehamilan <20 minggu dengan mulas ringan atau tanpa nyeri, OUI masih tertutup, dan tidak ada pengeluaran jaringan adalah ciri khas Abortus Imminens.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam pada kehamilan <20 minggu dengan mulas ringan atau tanpa nyeri, OUI masih tertutup, dan tidak ada pengeluaran jaringan adalah ciri khas Abortus Imminens.
[Kasus Kebidanan #34] Seorang perempuan, 33 tahun, G3P1A1 hamil 33 minggu datang ke Puskesmas mengeluh nyeri kepala hebat menetap dan mata berkunang-kunang. Hasil pemeriksaan: TD 172/108 mmHg, protein urine (+++), edema tungkai berat. Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan bidan?
Pembahasan: Pada pasien Preeklamsia Berat (PEB) dengan gejala impending eklamsia (nyeri kepala hebat), penanganan awal standar Bidan adalah pemberian MgSO4 sebagai pencegahan kejang (profilaksis eklamsia) serta stabilisasi sebelum merujuk ke RS.
Pembahasan: Pada pasien Preeklamsia Berat (PEB) dengan gejala impending eklamsia (nyeri kepala hebat), penanganan awal standar Bidan adalah pemberian MgSO4 sebagai pencegahan kejang (profilaksis eklamsia) serta stabilisasi sebelum merujuk ke RS.
[Kasus Kebidanan #35] Seorang perempuan, 30 tahun, G3P1A1 hamil 6 minggu dibawa ke RS mengeluh nyeri perut bawah mendadak hebat dan pusing berat. Hasil pemeriksaan: TD 82/54 mmHg, N 120x/m kecil dan cepat, pucat, nyeri goyang porsio (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri perut bawah hebat, tanda syok hipovolemik (TD turun, nadi cepat), serta nyeri goyang porsio pada awal kehamilan merupakan tanda khas Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
Pembahasan: Nyeri perut bawah hebat, tanda syok hipovolemik (TD turun, nadi cepat), serta nyeri goyang porsio pada awal kehamilan merupakan tanda khas Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
[Kasus Kebidanan #36] Seorang perempuan 33 tahun, G4P3A0 hamil 16 minggu mengeluh keluar darah bercak kehitaman berulang dan mual muntah hebat sejak 1 minggu. TFU teraba 4 jari di atas pusat (lebih besar dari usia kehamilan), DJJ (-), teraba jaringan seperti buah anggur. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: TFU lebih besar dari usia kehamilan, tidak ditemukan janin/DJJ, serta pengeluaran jaringan gelembung seperti buah anggur mendiagnosis Mola Hidatidosa.
Pembahasan: TFU lebih besar dari usia kehamilan, tidak ditemukan janin/DJJ, serta pengeluaran jaringan gelembung seperti buah anggur mendiagnosis Mola Hidatidosa.
[Kasus Kebidanan #37] Seorang perempuan 36 tahun, G4P3A0 hamil 35 minggu mengeluh keluar darah merah segar berulang dari jalan lahir tanpa disertai mulas sejak pagi hari. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perdarahan pervaginam warna merah segar, tanpa rasa nyeri (painless) pada trimester III khas untuk Plasenta Previa.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam warna merah segar, tanpa rasa nyeri (painless) pada trimester III khas untuk Plasenta Previa.
[Kasus Kebidanan #38] Seorang perempuan 29 tahun, G2P1A0 hamil 35 minggu mengalami perdarahan kehitaman dari jalan lahir setelah kecelakaan ringan, perut teraba tegang, sangat nyeri, dan keras seperti papan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perdarahan berwarna kehitaman disertai nyeri hebat dan uterus tegang/keras seperti papan adalah tanda klasik Solusio Plasenta.
Pembahasan: Perdarahan berwarna kehitaman disertai nyeri hebat dan uterus tegang/keras seperti papan adalah tanda klasik Solusio Plasenta.
[Kasus Kebidanan #39] Seorang perempuan 35 tahun G4P3A0 hamil 32 minggu dengan riwayat melahirkan bayi besar sebelumnya, hasil pemeriksaan GDP 112 mg/dL dan GD2PP 195 mg/dL. TFU 33 cm (lebih besar dari usia kehamilan). Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pembahasan: Peningkatan kadar gula darah yang baru terdiagnosis saat kehamilan (trimester II/III) mendiagnosis Diabetes Melitus Gestasional.
Pembahasan: Peningkatan kadar gula darah yang baru terdiagnosis saat kehamilan (trimester II/III) mendiagnosis Diabetes Melitus Gestasional.
[Kasus Kebidanan #40] Seorang perempuan 24 tahun G1P0A0 hamil 20 minggu datang ANC. LILA didapatkan 23,0 cm. BB sebelum hamil 42 kg, TB 153 cm. Apakah status gizi ibu tersebut?
Pembahasan: Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm pada ibu hamil mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Pembahasan: Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm pada ibu hamil mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
[Kasus Kebidanan #41] Seorang perempuan G1P0A0 hamil aterm mengeluh mulas teratur. Hasil VT: pembukaan 2 cm, effacement 30%, ketuban (+), penurunan H I, his 2x dalam 10 menit durasi 20 detik. Apakah tahapan persalinan saat ini?
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
[Kasus Kebidanan #42] Seorang perempuan G2P1A0 Kala II persalinan, kepala janin telah lahir tetapi tersangkut di vulva (Turtle Sign) dan tidak terjadi putar paksi luar. Apakah pertolongan pertama yang harus dilakukan?
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
[Kasus Kebidanan #43] Seorang Bayi baru lahir 1 menit yang lalu: tubuh merah ekstremitas biru, nadi 110x/m, meringis saat dihisap lendir, gerakan fleksi lemah, bernapas lambat/tak teratur. Berapakah skor APGAR bayi tersebut?
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
[Kasus Kebidanan #44] Seorang Bayi baru lahir tidak bernapas/megap-megap setelah dilakukan pemotongan tali pusat, pembersihan jalan napas, pengeringan, dan rangsangan taktil. Apakah langkah selanjutnya?
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
[Kasus Kebidanan #45] Seorang perempuan P1A0 pasca melahirkan bayi 30 menit yang lalu. Telah diberikan oksitosin kedua dan PTT, namun plasenta belum lahir dan tidak ada tanda pelepasan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
[Kasus Kebidanan #46] Seorang perempuan G2P1A0 hamil aterm mengeluh mulas jarang sejak semalam. Hasil VT: pembukaan 1 cm, effacement 25%, ketuban (+), penurunan H I, his 1x dalam 10 menit durasi 15 detik. Apakah tahapan persalinan saat ini?
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
[Kasus Kebidanan #47] Seorang perempuan G3P2A0 Kala II persalinan bayi makrosomia, kepala janin telah lahir tetapi tersangkut di vulva (Turtle Sign) dan tidak terjadi putar paksi luar. Apakah pertolongan pertama yang harus dilakukan?
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
[Kasus Kebidanan #48] Seorang Bayi baru lahir 1 menit yang lalu: tubuh merah ekstremitas biru, nadi 105x/m, meringis saat dihisap lendir, gerakan fleksi lemah, bernapas lambat/tak teratur. Berapakah skor APGAR bayi tersebut?
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
[Kasus Kebidanan #49] Seorang Bayi baru lahir masih megap-megap dengan frekuensi jantung 90x/menit setelah dilakukan langkah awal resusitasi (pemotongan tali pusat, pembersihan jalan napas, pengeringan, rangsangan taktil). Apakah langkah selanjutnya?
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
[Kasus Kebidanan #50] Seorang perempuan P2A0 pasca melahirkan bayi 35 menit yang lalu. Telah diberikan oksitosin kedua dan PTT, namun plasenta belum lahir dan tidak ada tanda pelepasan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
[Kasus Kebidanan #51] Seorang perempuan G1P0A0 hamil aterm mengeluh mulas belum teratur sejak 4 jam lalu. Hasil VT: pembukaan 3 cm, effacement 40%, ketuban (+), penurunan H I-II, his 2x dalam 10 menit durasi 25 detik. Apakah tahapan persalinan saat ini?
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
[Kasus Kebidanan #52] Seorang perempuan G1P0A0 dengan riwayat Diabetes Gestasional, Kala II persalinan, kepala janin telah lahir tetapi tersangkut di vulva (Turtle Sign) dan tidak terjadi putar paksi luar. Apakah pertolongan pertama yang harus dilakukan?
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
[Kasus Kebidanan #53] Seorang Bayi baru lahir 1 menit yang lalu: tubuh merah ekstremitas biru, nadi 118x/m, sedikit meringis saat dirangsang, gerakan fleksi lemah, bernapas lambat/tak teratur. Berapakah skor APGAR bayi tersebut?
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
[Kasus Kebidanan #54] Seorang Bayi baru lahir tampak lemas dan tidak bernapas spontan setelah dilakukan pemotongan tali pusat, pembersihan jalan napas, pengeringan, dan rangsangan taktil selama 30 detik. Apakah langkah selanjutnya?
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
[Kasus Kebidanan #55] Seorang perempuan P1A0 pasca melahirkan bayi 40 menit yang lalu, tali pusat sudah dijepit, uterus berkontraksi baik namun plasenta belum juga lahir walau telah dilakukan PTT. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
[Kasus Kebidanan #56] Seorang perempuan G3P2A0 hamil aterm mengeluh mulas ringan hilang timbul. Hasil VT: pembukaan 2 cm, effacement 30%, ketuban (+), penurunan H I, his 2x dalam 10 menit durasi 20 detik. Apakah tahapan persalinan saat ini?
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
[Kasus Kebidanan #57] Seorang perempuan G2P1A0 Kala II persalinan, kepala janin telah lahir namun dagu tertarik dan menekan perineum (Turtle Sign), putar paksi luar tidak terjadi. Apakah pertolongan pertama yang harus dilakukan?
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
[Kasus Kebidanan #58] Seorang Bayi baru lahir 1 menit yang lalu: tubuh merah ekstremitas biru, nadi 100x/m, meringis saat dihisap lendir, gerakan fleksi lemah, bernapas lambat/tak teratur. Berapakah skor APGAR bayi tersebut?
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
[Kasus Kebidanan #59] Seorang Bayi baru lahir tetap megap-megap dan sianosis sentral walau sudah dikeringkan, dihangatkan, dan diberi rangsangan taktil oleh bidan. Apakah langkah selanjutnya?
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
[Kasus Kebidanan #60] Seorang perempuan P3A0 pasca melahirkan bayi 32 menit yang lalu. Bidan telah memberikan oksitosin kedua namun plasenta belum lahir dan tidak ditemukan tanda pelepasan plasenta. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
[Kasus Kebidanan #61] Seorang perempuan P1A0 postpartum 10 hari datang ke PMB mengeluh payudara kanan terasa sangat nyeri, bengkak, dan kemerahan. Suhu tubuh 38,8°C. Hasil pemeriksaan: payudara mengeras, kemerahan segmental, nyeri tekan (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri payudara lokal, kemerahan segmental, bengkak, disertai gejala sistemik berupa demam (>38.5°C) pada masa nifas merupakan tanda khas Mastitis.
Pembahasan: Nyeri payudara lokal, kemerahan segmental, bengkak, disertai gejala sistemik berupa demam (>38.5°C) pada masa nifas merupakan tanda khas Mastitis.
[Kasus Kebidanan #62] Seorang perempuan P2A0 melahirkan 2 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 100x/m, uterus teraba lembek, perdarahan pervaginam ±400 cc. Apakah penyebab paling sering dari perdarahan ini?
Pembahasan: Kontraksi uterus yang lembek pascapersalinan disertai perdarahan adalah indikasi utama Atonia Uteri.
Pembahasan: Kontraksi uterus yang lembek pascapersalinan disertai perdarahan adalah indikasi utama Atonia Uteri.
[Kasus Kebidanan #63] Seorang perempuan P1A0 postpartum 5 hari sering menangis tanpa alasan yang jelas, merasa cemas tidak mampu merawat bayinya, dan sulit tidur. Namun ia masih mau merawat bayinya jika didampingi. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Gejala sedih, cemas, dan sering menangis pada minggu pertama pascapersalinan (puncaknya hari ke 3-5) tanpa gangguan realitas adalah Postpartum Blues.
Pembahasan: Gejala sedih, cemas, dan sering menangis pada minggu pertama pascapersalinan (puncaknya hari ke 3-5) tanpa gangguan realitas adalah Postpartum Blues.
[Kasus Kebidanan #64] Seorang perempuan P2A0 nifas hari ke-7 datang dengan keluhan demam, nyeri perut bawah, dan lokia berbau busuk. Hasil pemeriksaan: S 38,6°C, TFU 2 jari bawah pusat (subinvolusi), uterus teraba lembek dan nyeri tekan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Demam, nyeri uterus, subinvolusi, dan lokia purulen/berbau busuk merupakan gejala khas Endometritis.
Pembahasan: Demam, nyeri uterus, subinvolusi, dan lokia purulen/berbau busuk merupakan gejala khas Endometritis.
[Kasus Kebidanan #65] Seorang perempuan P3A0 nifas hari ke-10 mengeluh kaki kiri bengkak, tegang, dan terasa sangat nyeri saat berjalan. Pemeriksaan: kaki kiri udem, kemerahan, tanda Homan (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Pembengkakan tungkai unilatateral, nyeri, dan Tanda Homan positif pada masa nifas mengarah pada Tromboflebitis Femoralis (DVT).
Pembahasan: Pembengkakan tungkai unilatateral, nyeri, dan Tanda Homan positif pada masa nifas mengarah pada Tromboflebitis Femoralis (DVT).
[Kasus Kebidanan #66] Seorang perempuan P2A0 postpartum 12 hari datang ke PMB mengeluh payudara kiri terasa sangat nyeri, bengkak, dan kemerahan. Suhu tubuh 38,9°C. Hasil pemeriksaan: payudara mengeras, kemerahan segmental, nyeri tekan (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri payudara lokal, kemerahan segmental, bengkak, disertai gejala sistemik berupa demam (>38.5°C) pada masa nifas merupakan tanda khas Mastitis.
Pembahasan: Nyeri payudara lokal, kemerahan segmental, bengkak, disertai gejala sistemik berupa demam (>38.5°C) pada masa nifas merupakan tanda khas Mastitis.
[Kasus Kebidanan #67] Seorang perempuan P1A0 melahirkan 1 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 88/58 mmHg, N 104x/m, uterus teraba lembek, perdarahan pervaginam ±450 cc. Apakah penyebab paling sering dari perdarahan ini?
Pembahasan: Kontraksi uterus yang lembek pascapersalinan disertai perdarahan adalah indikasi utama Atonia Uteri.
Pembahasan: Kontraksi uterus yang lembek pascapersalinan disertai perdarahan adalah indikasi utama Atonia Uteri.
[Kasus Kebidanan #68] Seorang perempuan P2A0 postpartum hari ke-4 sering menangis tanpa alasan yang jelas, merasa cemas tidak mampu merawat bayinya, dan sulit tidur. Namun ia masih mau merawat bayinya jika didampingi. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, dan cemas yang muncul pada minggu pertama nifas namun bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) dan ibu masih responsif terhadap bayinya adalah tanda Postpartum Blues.
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, dan cemas yang muncul pada minggu pertama nifas namun bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) dan ibu masih responsif terhadap bayinya adalah tanda Postpartum Blues.
[Kasus Kebidanan #69] Seorang perempuan P1A0 nifas hari ke-5 datang dengan keluhan demam, nyeri perut bawah, dan lokia berbau busuk. Hasil pemeriksaan: S 38,9°C, TFU 2 jari bawah pusat (subinvolusi), uterus teraba lembek dan nyeri tekan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Demam, nyeri tekan uterus, lokia berbau busuk, dan subinvolusi uteri pada masa nifas merupakan tanda khas infeksi nifas / Endometritis.
Pembahasan: Demam, nyeri tekan uterus, lokia berbau busuk, dan subinvolusi uteri pada masa nifas merupakan tanda khas infeksi nifas / Endometritis.
[Kasus Kebidanan #70] Seorang perempuan P2A0 nifas hari ke-12 mengeluh kaki kanan bengkak, tegang, dan terasa sangat nyeri saat berjalan. Pemeriksaan: kaki kanan udem, kemerahan, tanda Homan (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri, bengkak, kemerahan tungkai unilateral disertai tanda Homan positif pada masa nifas merupakan tanda khas Tromboflebitis Femoralis akibat statis vena dan hiperkoagulasi pascasalin.
Pembahasan: Nyeri, bengkak, kemerahan tungkai unilateral disertai tanda Homan positif pada masa nifas merupakan tanda khas Tromboflebitis Femoralis akibat statis vena dan hiperkoagulasi pascasalin.
[Kasus Kebidanan #71] Seorang perempuan P1A0 postpartum 3 minggu datang ke PMB mengeluh payudara kanan terasa nyeri hebat, bengkak, dan kemerahan pada satu area. Suhu tubuh 39,0°C. Hasil pemeriksaan: payudara mengeras, kemerahan segmental, nyeri tekan (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri payudara lokal, kemerahan segmental, bengkak, disertai gejala sistemik berupa demam (>38.5°C) pada masa nifas merupakan tanda khas Mastitis.
Pembahasan: Nyeri payudara lokal, kemerahan segmental, bengkak, disertai gejala sistemik berupa demam (>38.5°C) pada masa nifas merupakan tanda khas Mastitis.
[Kasus Kebidanan #72] Seorang perempuan P3A0 melahirkan bayi besar 30 menit yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 108x/m, uterus teraba lembek, perdarahan pervaginam ±500 cc. Apakah penyebab paling sering dari perdarahan ini?
Pembahasan: Kontraksi uterus yang lembek pascapersalinan disertai perdarahan adalah indikasi utama Atonia Uteri.
Pembahasan: Kontraksi uterus yang lembek pascapersalinan disertai perdarahan adalah indikasi utama Atonia Uteri.
[Kasus Kebidanan #73] Seorang perempuan P1A0 postpartum hari ke-6 sering menangis tanpa sebab jelas, mudah tersinggung, dan sulit berkonsentrasi. Namun ia masih mau merawat bayinya jika didampingi. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, dan cemas yang muncul pada minggu pertama nifas namun bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) dan ibu masih responsif terhadap bayinya adalah tanda Postpartum Blues.
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, dan cemas yang muncul pada minggu pertama nifas namun bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) dan ibu masih responsif terhadap bayinya adalah tanda Postpartum Blues.
[Kasus Kebidanan #74] Seorang perempuan P3A0 nifas hari ke-6 datang dengan keluhan demam tinggi, nyeri perut bawah, dan lokia berbau busuk. Hasil pemeriksaan: S 39,0°C, TFU 3 jari bawah pusat (subinvolusi), uterus teraba lembek dan nyeri tekan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Demam, nyeri tekan uterus, lokia berbau busuk, dan subinvolusi uteri pada masa nifas merupakan tanda khas infeksi nifas / Endometritis.
Pembahasan: Demam, nyeri tekan uterus, lokia berbau busuk, dan subinvolusi uteri pada masa nifas merupakan tanda khas infeksi nifas / Endometritis.
[Kasus Kebidanan #75] Seorang perempuan P4A0 nifas hari ke-9 mengeluh kaki kiri bengkak, terasa panas, dan sangat nyeri saat berjalan. Pemeriksaan: kaki kiri udem, kemerahan, tanda Homan (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri, bengkak, kemerahan tungkai unilateral disertai tanda Homan positif pada masa nifas merupakan tanda khas Tromboflebitis Femoralis akibat statis vena dan hiperkoagulasi pascasalin.
Pembahasan: Nyeri, bengkak, kemerahan tungkai unilateral disertai tanda Homan positif pada masa nifas merupakan tanda khas Tromboflebitis Femoralis akibat statis vena dan hiperkoagulasi pascasalin.
[Kasus Kebidanan #76] Seorang perempuan P3A0 postpartum 8 hari datang ke PMB mengeluh payudara kiri nyeri, bengkak, dan kemerahan pada satu kuadran. Suhu tubuh 38,7°C. Hasil pemeriksaan: payudara mengeras, kemerahan segmental, nyeri tekan (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri payudara lokal, kemerahan segmental, bengkak, disertai gejala sistemik berupa demam (>38.5°C) pada masa nifas merupakan tanda khas Mastitis.
Pembahasan: Nyeri payudara lokal, kemerahan segmental, bengkak, disertai gejala sistemik berupa demam (>38.5°C) pada masa nifas merupakan tanda khas Mastitis.
[Kasus Kebidanan #77] Seorang perempuan P4A0 melahirkan 45 menit yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 85/55 mmHg, N 110x/m, uterus teraba lembek, perdarahan pervaginam ±400 cc. Apakah penyebab paling sering dari perdarahan ini?
Pembahasan: Kontraksi uterus yang lembek pascapersalinan disertai perdarahan adalah indikasi utama Atonia Uteri.
Pembahasan: Kontraksi uterus yang lembek pascapersalinan disertai perdarahan adalah indikasi utama Atonia Uteri.
[Kasus Kebidanan #78] Seorang perempuan P3A0 postpartum hari ke-3 sering menangis dan cemas berlebihan merawat bayinya, namun tetap mau merawat bayinya jika didampingi. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, dan cemas yang muncul pada minggu pertama nifas namun bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) dan ibu masih responsif terhadap bayinya adalah tanda Postpartum Blues.
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, dan cemas yang muncul pada minggu pertama nifas namun bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) dan ibu masih responsif terhadap bayinya adalah tanda Postpartum Blues.
[Kasus Kebidanan #79] Seorang perempuan P2A0 nifas hari ke-4 datang dengan keluhan demam, nyeri perut bawah hebat, dan lokia berbau busuk. Hasil pemeriksaan: S 38,7°C, TFU 2 jari bawah pusat (subinvolusi), uterus teraba lembek dan nyeri tekan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Demam, nyeri tekan uterus, lokia berbau busuk, dan subinvolusi uteri pada masa nifas merupakan tanda khas infeksi nifas / Endometritis.
Pembahasan: Demam, nyeri tekan uterus, lokia berbau busuk, dan subinvolusi uteri pada masa nifas merupakan tanda khas infeksi nifas / Endometritis.
[Kasus Kebidanan #80] Seorang perempuan P1A0 pasca seksio sesarea, nifas hari ke-11 mengeluh kaki kanan bengkak, tegang, dan nyeri saat berjalan. Pemeriksaan: kaki kanan udem, kemerahan, tanda Homan (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri, bengkak, kemerahan tungkai unilateral disertai tanda Homan positif pada masa nifas merupakan tanda khas Tromboflebitis Femoralis akibat statis vena dan hiperkoagulasi pascasalin.
Pembahasan: Nyeri, bengkak, kemerahan tungkai unilateral disertai tanda Homan positif pada masa nifas merupakan tanda khas Tromboflebitis Femoralis akibat statis vena dan hiperkoagulasi pascasalin.
[Kasus Kebidanan #81] Seorang perempuan 28 tahun P2A0 nifas 6 minggu menyusui eksklusif ingin ber-KB. Ibu tidak punya riwayat penyakit berat. Kontrasepsi hormonal apakah yang paling aman tanpa mengganggu produksi ASI?
Pembahasan: Kontrasepsi hormonal progestin saja (seperti Suntik 3 Bulan Depo Medroksiprogesteron Asetat) sangat aman bagi ibu menyusui karena tidak mempengaruhi produksi ASI.
Pembahasan: Kontrasepsi hormonal progestin saja (seperti Suntik 3 Bulan Depo Medroksiprogesteron Asetat) sangat aman bagi ibu menyusui karena tidak mempengaruhi produksi ASI.
[Kasus Kebidanan #82] Seorang perempuan 35 tahun P3A0 datang ke klinik ingin memilih metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) non-hormonal karena riwayat hipertensi. Apakah pilihan kontrasepsi yang paling tepat?
Pembahasan: AKDR (IUD) CuT380A merupakan alat kontrasepsi jangka panjang non-hormonal yang efektif hingga 10 tahun dan aman bagi wanita hipertensi.
Pembahasan: AKDR (IUD) CuT380A merupakan alat kontrasepsi jangka panjang non-hormonal yang efektif hingga 10 tahun dan aman bagi wanita hipertensi.
[Kasus Kebidanan #83] Seorang perempuan 23 tahun datang ke PMB 36 jam pasca hubungan seksual tanpa pelindung. Pasien belum ingin hamil. Apakah metode kontrasepsi darurat oral yang efektif diberikan?
Pembahasan: Pil Kontrasepsi Darurat (seperti Levonorgestrel 1,5 mg) efektif mencegah kehamilan jika diminum dalam kurun waktu 72 jam setelah senggama tanpa pelindung.
Pembahasan: Pil Kontrasepsi Darurat (seperti Levonorgestrel 1,5 mg) efektif mencegah kehamilan jika diminum dalam kurun waktu 72 jam setelah senggama tanpa pelindung.
[Kasus Kebidanan #84] Seorang perempuan 25 tahun mengeluh gatal hebat pada area kemaluan disertai keputihan tebal bergumpal seperti susu basi / keju. Tidak berbau busuk. Pada pemeriksaan vulva tampak eritema dan fisura. Apakah penyebab infeksi tersebut?
Pembahasan: Keputihan putih tebal kental seperti keju hancur / susu basi disertai rasa gatal bermakna adalah gejala khas Kandidiasis Vulvovaginalis (Candida albicans).
Pembahasan: Keputihan putih tebal kental seperti keju hancur / susu basi disertai rasa gatal bermakna adalah gejala khas Kandidiasis Vulvovaginalis (Candida albicans).
[Kasus Kebidanan #85] Bidan melakukan pemeriksaan skrining IVA test pada perempuan usia 38 tahun. Setelah dioleskan asam asetat 3-5%, tampak plak putih tebal berbatas tegas di area sambungan skuamokolumnar (SSK). Apakah kesimpulan hasil pemeriksaan tersebut?
Pembahasan: Munculnya lesi acetowhite (bercak putih) setelah pengolesan asam asetat 3-5% menandakan hasil IVA Positif (indikasi lesi pra-kanker serviks).
Pembahasan: Munculnya lesi acetowhite (bercak putih) setelah pengolesan asam asetat 3-5% menandakan hasil IVA Positif (indikasi lesi pra-kanker serviks).
[Kasus Kebidanan #86] Seorang perempuan 30 tahun P1A0 nifas 8 minggu menyusui eksklusif ingin ber-KB. Ibu tidak punya riwayat penyakit berat. Kontrasepsi hormonal apakah yang paling aman tanpa mengganggu produksi ASI?
Pembahasan: Kontrasepsi hormonal progestin saja (seperti Suntik 3 Bulan Depo Medroksiprogesteron Asetat) sangat aman bagi ibu menyusui karena tidak mempengaruhi produksi ASI.
Pembahasan: Kontrasepsi hormonal progestin saja (seperti Suntik 3 Bulan Depo Medroksiprogesteron Asetat) sangat aman bagi ibu menyusui karena tidak mempengaruhi produksi ASI.
[Kasus Kebidanan #87] Seorang perempuan 38 tahun P4A0 datang ke klinik ingin memilih metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) non-hormonal karena riwayat hipertensi. Apakah pilihan kontrasepsi yang paling tepat?
Pembahasan: AKDR (IUD) CuT380A merupakan alat kontrasepsi jangka panjang non-hormonal yang efektif hingga 10 tahun dan aman bagi wanita hipertensi.
Pembahasan: AKDR (IUD) CuT380A merupakan alat kontrasepsi jangka panjang non-hormonal yang efektif hingga 10 tahun dan aman bagi wanita hipertensi.
[Kasus Kebidanan #88] Seorang perempuan 25 tahun datang ke PMB 20 jam pasca hubungan seksual tanpa pelindung. Pasien belum ingin hamil. Apakah metode kontrasepsi darurat oral yang efektif diberikan?
Pembahasan: Pil Kontrasepsi Darurat (seperti Levonorgestrel 1,5 mg) efektif mencegah kehamilan jika diminum dalam kurun waktu 72 jam setelah senggama tanpa pelindung.
Pembahasan: Pil Kontrasepsi Darurat (seperti Levonorgestrel 1,5 mg) efektif mencegah kehamilan jika diminum dalam kurun waktu 72 jam setelah senggama tanpa pelindung.
[Kasus Kebidanan #89] Seorang perempuan 28 tahun mengeluh gatal hebat pada area kemaluan disertai keputihan tebal bergumpal seperti susu basi / keju. Tidak berbau busuk. Pada pemeriksaan vulva tampak eritema dan fisura. Apakah penyebab infeksi tersebut?
Pembahasan: Keputihan putih tebal kental seperti keju hancur / susu basi disertai rasa gatal bermakna adalah gejala khas Kandidiasis Vulvovaginalis (Candida albicans).
Pembahasan: Keputihan putih tebal kental seperti keju hancur / susu basi disertai rasa gatal bermakna adalah gejala khas Kandidiasis Vulvovaginalis (Candida albicans).
[Kasus Kebidanan #90] Bidan melakukan pemeriksaan skrining IVA test pada perempuan usia 42 tahun. Setelah dioleskan asam asetat 3-5%, tampak plak putih tebal berbatas tegas di area sambungan skuamokolumnar (SSK). Apakah kesimpulan hasil pemeriksaan tersebut?
Pembahasan: Munculnya lesi acetowhite (bercak putih) setelah pengolesan asam asetat 3-5% menandakan hasil IVA Positif (indikasi lesi pra-kanker serviks).
Pembahasan: Munculnya lesi acetowhite (bercak putih) setelah pengolesan asam asetat 3-5% menandakan hasil IVA Positif (indikasi lesi pra-kanker serviks).
[Kasus Kebidanan #91] Seorang perempuan 26 tahun P2A0 nifas 6 minggu menyusui eksklusif ingin ber-KB namun tidak ingin sering kontrol. Kontrasepsi hormonal apakah yang paling aman tanpa mengganggu produksi ASI?
Pembahasan: Kontrasepsi hormonal progestin saja (seperti Suntik 3 Bulan Depo Medroksiprogesteron Asetat) sangat aman bagi ibu menyusui karena tidak mempengaruhi produksi ASI.
Pembahasan: Kontrasepsi hormonal progestin saja (seperti Suntik 3 Bulan Depo Medroksiprogesteron Asetat) sangat aman bagi ibu menyusui karena tidak mempengaruhi produksi ASI.
[Kasus Kebidanan #92] Seorang perempuan 32 tahun P2A0 datang ke klinik ingin memilih metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) non-hormonal karena riwayat migrain dengan aura. Apakah pilihan kontrasepsi yang paling tepat?
Pembahasan: AKDR (IUD) CuT380A merupakan alat kontrasepsi jangka panjang non-hormonal yang efektif hingga 10 tahun dan aman bagi wanita dengan kontraindikasi hormonal.
Pembahasan: AKDR (IUD) CuT380A merupakan alat kontrasepsi jangka panjang non-hormonal yang efektif hingga 10 tahun dan aman bagi wanita dengan kontraindikasi hormonal.
[Kasus Kebidanan #93] Seorang perempuan 21 tahun datang ke PMB 48 jam pasca hubungan seksual tanpa pelindung akibat kondom bocor. Pasien belum ingin hamil. Apakah metode kontrasepsi darurat oral yang efektif diberikan?
Pembahasan: Pil Kontrasepsi Darurat (seperti Levonorgestrel 1,5 mg) efektif mencegah kehamilan jika diminum dalam kurun waktu 72 jam setelah senggama tanpa pelindung.
Pembahasan: Pil Kontrasepsi Darurat (seperti Levonorgestrel 1,5 mg) efektif mencegah kehamilan jika diminum dalam kurun waktu 72 jam setelah senggama tanpa pelindung.
[Kasus Kebidanan #94] Seorang perempuan hamil 22 tahun mengeluh gatal hebat pada area kemaluan disertai keputihan tebal bergumpal seperti susu basi / keju. Tidak berbau busuk. Pada pemeriksaan vulva tampak eritema dan fisura. Apakah penyebab infeksi tersebut?
Pembahasan: Keputihan putih tebal kental seperti keju hancur / susu basi disertai rasa gatal bermakna adalah gejala khas Kandidiasis Vulvovaginalis (Candida albicans).
Pembahasan: Keputihan putih tebal kental seperti keju hancur / susu basi disertai rasa gatal bermakna adalah gejala khas Kandidiasis Vulvovaginalis (Candida albicans).
[Kasus Kebidanan #95] Bidan melakukan pemeriksaan skrining IVA test pada perempuan usia 35 tahun dengan riwayat multipartner seksual. Setelah dioleskan asam asetat 3-5%, tampak plak putih tebal berbatas tegas di area SSK. Apakah kesimpulan hasil pemeriksaan tersebut?
Pembahasan: Munculnya lesi acetowhite (bercak putih) setelah pengolesan asam asetat 3-5% menandakan hasil IVA Positif (indikasi lesi pra-kanker serviks).
Pembahasan: Munculnya lesi acetowhite (bercak putih) setelah pengolesan asam asetat 3-5% menandakan hasil IVA Positif (indikasi lesi pra-kanker serviks).
[Kasus Kebidanan #96] Seorang perempuan 33 tahun P3A0 nifas 7 minggu menyusui eksklusif ingin ber-KB. Ibu tidak punya riwayat penyakit berat namun ingin metode dengan jadwal ulang tidak terlalu sering. Kontrasepsi hormonal apakah yang paling aman tanpa mengganggu produksi ASI?
Pembahasan: Kontrasepsi hormonal progestin saja (seperti Suntik 3 Bulan Depo Medroksiprogesteron Asetat) sangat aman bagi ibu menyusui karena tidak mempengaruhi produksi ASI.
Pembahasan: Kontrasepsi hormonal progestin saja (seperti Suntik 3 Bulan Depo Medroksiprogesteron Asetat) sangat aman bagi ibu menyusui karena tidak mempengaruhi produksi ASI.
[Kasus Kebidanan #97] Seorang perempuan 40 tahun P3A0 datang ke klinik ingin memilih metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) non-hormonal karena riwayat penyakit jantung. Apakah pilihan kontrasepsi yang paling tepat?
Pembahasan: AKDR (IUD) CuT380A merupakan alat kontrasepsi jangka panjang non-hormonal yang efektif hingga 10 tahun dan aman bagi wanita dengan kontraindikasi hormonal.
Pembahasan: AKDR (IUD) CuT380A merupakan alat kontrasepsi jangka panjang non-hormonal yang efektif hingga 10 tahun dan aman bagi wanita dengan kontraindikasi hormonal.
[Kasus Kebidanan #98] Seorang perempuan 27 tahun datang ke PMB 10 jam pasca hubungan seksual tanpa pelindung. Pasien belum ingin hamil dan khawatir. Apakah metode kontrasepsi darurat oral yang efektif diberikan?
Pembahasan: Pil Kontrasepsi Darurat (seperti Levonorgestrel 1,5 mg) efektif mencegah kehamilan jika diminum dalam kurun waktu 72 jam setelah senggama tanpa pelindung.
Pembahasan: Pil Kontrasepsi Darurat (seperti Levonorgestrel 1,5 mg) efektif mencegah kehamilan jika diminum dalam kurun waktu 72 jam setelah senggama tanpa pelindung.
[Kasus Kebidanan #99] Seorang perempuan 30 tahun dengan riwayat diabetes mengeluh gatal hebat pada area kemaluan disertai keputihan tebal bergumpal seperti susu basi / keju. Tidak berbau busuk. Pada pemeriksaan vulva tampak eritema dan fisura. Apakah penyebab infeksi tersebut?
Pembahasan: Keputihan putih tebal kental seperti keju hancur / susu basi disertai rasa gatal bermakna adalah gejala khas Kandidiasis Vulvovaginalis (Candida albicans).
Pembahasan: Keputihan putih tebal kental seperti keju hancur / susu basi disertai rasa gatal bermakna adalah gejala khas Kandidiasis Vulvovaginalis (Candida albicans).
[Kasus Kebidanan #100] Bidan melakukan pemeriksaan skrining IVA test pada perempuan usia 45 tahun sebagai bagian program deteksi dini kanker serviks. Setelah dioleskan asam asetat 3-5%, tampak plak putih tebal berbatas tegas di area SSK. Apakah kesimpulan hasil pemeriksaan tersebut?
Pembahasan: Munculnya lesi acetowhite (bercak putih) setelah pengolesan asam asetat 3-5% menandakan hasil IVA Positif (indikasi lesi pra-kanker serviks).
Pembahasan: Munculnya lesi acetowhite (bercak putih) setelah pengolesan asam asetat 3-5% menandakan hasil IVA Positif (indikasi lesi pra-kanker serviks).
[Kasus Bayi Balita #1] Seorang bayi usia 1 bulan datang ke Posyandu untuk imunisasi BCG. Bagaimanakah rute dan dosis pemberian yang benar?
Pembahasan: Vaksin BCG diberikan secara Intrakutan (IC) dengan dosis 0,05 ml pada deltoid kanan atas.
Pembahasan: Vaksin BCG diberikan secara Intrakutan (IC) dengan dosis 0,05 ml pada deltoid kanan atas.
[Kasus Bayi Balita #4] Seorang bidan mencatat berat badan balita pada Kartu Menuju Sehat (KMS) setiap bulan dan garis pertumbuhan anak tersebut cenderung mendatar (tidak naik) selama 2 bulan berturut-turut. Apakah interpretasi yang tepat?
Pembahasan: Garis pertumbuhan yang mendatar pada KMS selama 2 bulan berturut-turut menunjukkan pertumbuhan tidak sesuai/terganggu (T), memerlukan penilaian dan konseling gizi lebih lanjut.
Pembahasan: Garis pertumbuhan yang mendatar pada KMS selama 2 bulan berturut-turut menunjukkan pertumbuhan tidak sesuai/terganggu (T), memerlukan penilaian dan konseling gizi lebih lanjut.
[Kasus Bayi Balita #7] Seorang anak usia 8 bulan mengalami diare cair akut sejak 2 hari. Selain oralit, bidan memberikan tablet Zinc sebagai terapi tambahan. Berapakah dosis dan lama pemberian Zinc yang tepat untuk usia tersebut?
Pembahasan: Zinc diberikan pada bayi <6 bulan dosis 10 mg/hari dan usia ≥6 bulan dosis 20 mg/hari, keduanya selama 10 hari berturut-turut meski diare sudah berhenti.
Pembahasan: Zinc diberikan pada bayi <6 bulan dosis 10 mg/hari dan usia ≥6 bulan dosis 20 mg/hari, keduanya selama 10 hari berturut-turut meski diare sudah berhenti.
[Kasus Bayi Balita #10] Seorang bayi usia 9 bulan datang ke Posyandu untuk imunisasi lanjutan pencegah Campak/Rubella. Bagaimanakah rute dan dosis pemberiannya?
Pembahasan: Imunisasi Campak/MR diberikan secara Subkutan (SC) dosis 0,5 ml di lengan kiri atas pada usia 9 bulan sebagai dosis pertama.
Pembahasan: Imunisasi Campak/MR diberikan secara Subkutan (SC) dosis 0,5 ml di lengan kiri atas pada usia 9 bulan sebagai dosis pertama.
[Kasus Bayi Balita #13] Seorang ibu bertanya kepada bidan mengenai risiko memberikan susu formula sebelum usia 6 bulan menggantikan ASI eksklusif. Apakah edukasi yang tepat diberikan bidan?
Pembahasan: Pemberian susu formula sebelum 6 bulan meningkatkan risiko diare, infeksi saluran napas, alergi, dan menurunkan manfaat proteksi imunologis yang seharusnya didapat dari ASI eksklusif.
Pembahasan: Pemberian susu formula sebelum 6 bulan meningkatkan risiko diare, infeksi saluran napas, alergi, dan menurunkan manfaat proteksi imunologis yang seharusnya didapat dari ASI eksklusif.
[Kasus Bayi Balita #16] Seorang bidan memberikan kapsul Vitamin A pada balita usia 8 bulan di Posyandu bulan Februari. Berapakah dosis kapsul Vitamin A yang tepat untuk usia tersebut?
Pembahasan: Vitamin A dosis 100.000 IU (kapsul biru) diberikan untuk bayi usia 6-11 bulan, sedangkan dosis 200.000 IU (kapsul merah) untuk balita usia 12-59 bulan, diberikan setiap Februari dan Agustus.
Pembahasan: Vitamin A dosis 100.000 IU (kapsul biru) diberikan untuk bayi usia 6-11 bulan, sedangkan dosis 200.000 IU (kapsul merah) untuk balita usia 12-59 bulan, diberikan setiap Februari dan Agustus.
[Kasus Bayi Balita #19] Seorang bayi usia 4 bulan mengalami kemerahan pada area yang tertutup popok disertai rewel terutama saat buang air kecil. Apakah tatalaksana awal yang tepat dianjurkan bidan kepada ibu?
Pembahasan: Perawatan ruam popok meliputi menjaga area popok tetap bersih dan kering, mengganti popok lebih sering, membiarkan kulit terpapar udara secara berkala, serta mengoleskan salep zinc oxide bila diperlukan.
Pembahasan: Perawatan ruam popok meliputi menjaga area popok tetap bersih dan kering, mengganti popok lebih sering, membiarkan kulit terpapar udara secara berkala, serta mengoleskan salep zinc oxide bila diperlukan.
[Kasus Pranikah #2] Seorang calon pengantin perempuan usia 24 tahun datang ke Puskesmas untuk konseling kesehatan pranikah. Berdasarkan buku KIA, ia belum pernah mendapatkan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) sama sekali. Berapa kali imunisasi TT harus diberikan agar mencapai status TT5 (perlindungan seumur hidup)?
Pembahasan: Jadwal imunisasi TT lengkap (status T5): TT1 sedini mungkin, TT2 (4 minggu setelah TT1, lindungan 3 tahun), TT3 (6 bulan setelah TT2, lindungan 5 tahun), TT4 (1 tahun setelah TT3, lindungan 10 tahun), TT5 (1 tahun setelah TT4, lindungan 25 tahun/seumur hidup).
Pembahasan: Jadwal imunisasi TT lengkap (status T5): TT1 sedini mungkin, TT2 (4 minggu setelah TT1, lindungan 3 tahun), TT3 (6 bulan setelah TT2, lindungan 5 tahun), TT4 (1 tahun setelah TT3, lindungan 10 tahun), TT5 (1 tahun setelah TT4, lindungan 25 tahun/seumur hidup).
[Kasus Pranikah #5] Sepasang calon pengantin (perempuan 19 tahun) berkonsultasi mengenai rencana memiliki anak segera setelah menikah. Apakah edukasi bidan terkait usia reproduksi sehat yang paling tepat?
Pembahasan: Usia reproduksi sehat untuk hamil dan melahirkan adalah 20-35 tahun karena risiko komplikasi (anemia, KEK, preeklamsia, persalinan macet) meningkat pada usia <20 tahun akibat organ reproduksi belum matang sempurna.
Pembahasan: Usia reproduksi sehat untuk hamil dan melahirkan adalah 20-35 tahun karena risiko komplikasi (anemia, KEK, preeklamsia, persalinan macet) meningkat pada usia <20 tahun akibat organ reproduksi belum matang sempurna.
[Kasus Pranikah #8] Sepasang calon pengantin menjalani pemeriksaan golongan darah dan Rhesus sebagai bagian skrining pranikah. Apakah tujuan utama pemeriksaan Rhesus pada pasangan calon pengantin?
Pembahasan: Pemeriksaan Rhesus penting untuk mendeteksi kemungkinan inkompatibilitas Rhesus (ibu Rh negatif, janin Rh positif) yang dapat menyebabkan eritroblastosis fetalis pada kehamilan berikutnya.
Pembahasan: Pemeriksaan Rhesus penting untuk mendeteksi kemungkinan inkompatibilitas Rhesus (ibu Rh negatif, janin Rh positif) yang dapat menyebabkan eritroblastosis fetalis pada kehamilan berikutnya.
[Kasus Kebidanan #61] Seorang perempuan G2P1A0 hamil aterm mengeluh keluar lendir bercampur darah dan mulas jarang. Hasil VT: pembukaan 1 cm, effacement 20%, ketuban (+), penurunan H I, his 1x dalam 10 menit durasi 15 detik. Apakah tahapan persalinan saat ini?
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
[Kasus Kebidanan #62] Seorang perempuan G4P3A0 taksiran berat janin besar, Kala II persalinan, kepala janin telah lahir tetapi tersangkut di vulva (Turtle Sign) dan tidak terjadi putar paksi luar. Apakah pertolongan pertama yang harus dilakukan?
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
[Kasus Kebidanan #63] Seorang Bayi baru lahir 1 menit yang lalu: tubuh merah ekstremitas biru, nadi 112x/m, meringis lemah saat dihisap lendir, gerakan fleksi minimal, bernapas lambat/tak teratur. Berapakah skor APGAR bayi tersebut?
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
[Kasus Kebidanan #64] Seorang Bayi baru lahir tidak menangis dan bernapas tidak adekuat setelah langkah awal resusitasi (potong tali pusat, bersihkan jalan napas, keringkan, rangsang taktil) dilakukan dengan benar. Apakah langkah selanjutnya?
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
[Kasus Kebidanan #65] Seorang perempuan P1A0 pasca melahirkan bayi 45 menit yang lalu tanpa perdarahan aktif, namun plasenta belum lahir meski sudah dilakukan manajemen aktif kala III sesuai protokol. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
[Kasus Kebidanan #66] Seorang perempuan G1P0A0 hamil aterm mengeluh mulas ringan sesekali sejak pagi. Hasil VT: pembukaan 2 cm, effacement 25%, ketuban (+), penurunan H I, his 2x dalam 10 menit durasi 20 detik. Apakah tahapan persalinan saat ini?
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
[Kasus Kebidanan #67] Seorang perempuan G2P1A0 dengan riwayat bayi besar sebelumnya, Kala II persalinan, kepala janin telah lahir tetapi tersangkut di vulva (Turtle Sign) tanpa putar paksi luar. Apakah pertolongan pertama yang harus dilakukan?
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
[Kasus Kebidanan #68] Seorang Bayi baru lahir 1 menit yang lalu: tubuh merah ekstremitas biru, nadi 108x/m, meringis saat dihisap lendir, gerakan fleksi lemah, bernapas lambat/tak teratur. Berapakah skor APGAR bayi tersebut?
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
[Kasus Kebidanan #69] Seorang Bayi baru lahir masih tampak megap-megap dengan tonus lemas setelah langkah awal resusitasi dilakukan lengkap selama 30 detik. Apakah langkah selanjutnya?
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
[Kasus Kebidanan #70] Seorang perempuan P2A0 pasca melahirkan bayi 38 menit yang lalu. Oksitosin kedua dan PTT telah dilakukan, plasenta belum lahir dan tanda pelepasan belum tampak. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
[Kasus Kebidanan #121] Seorang perempuan P1A0 postpartum 16 hari datang ke PMB mengeluh payudara kanan sangat nyeri, bengkak, dan kemerahan pada satu area. Suhu tubuh 38,6°C. Hasil pemeriksaan: payudara mengeras, kemerahan segmental, nyeri tekan (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri payudara lokal, kemerahan segmental, bengkak, disertai gejala sistemik berupa demam (>38.5°C) pada masa nifas merupakan tanda khas Mastitis.
Pembahasan: Nyeri payudara lokal, kemerahan segmental, bengkak, disertai gejala sistemik berupa demam (>38.5°C) pada masa nifas merupakan tanda khas Mastitis.
[Kasus Kebidanan #122] Seorang perempuan P2A0 dengan riwayat persalinan lama, melahirkan 2 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 92/60 mmHg, N 102x/m, uterus teraba lembek, perdarahan pervaginam ±420 cc. Apakah penyebab paling sering dari perdarahan ini?
Pembahasan: Kontraksi uterus yang lembek pascapersalinan disertai perdarahan adalah indikasi utama Atonia Uteri.
Pembahasan: Kontraksi uterus yang lembek pascapersalinan disertai perdarahan adalah indikasi utama Atonia Uteri.
[Kasus Kebidanan #123] Seorang perempuan P1A0 postpartum hari ke-7 sering menangis tanpa alasan jelas dan merasa kewalahan mengurus bayi, namun masih mau merawat bayinya jika didampingi. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, dan cemas yang muncul pada minggu pertama nifas namun bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) dan ibu masih responsif terhadap bayinya adalah tanda Postpartum Blues.
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, dan cemas yang muncul pada minggu pertama nifas namun bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) dan ibu masih responsif terhadap bayinya adalah tanda Postpartum Blues.
[Kasus Kebidanan #124] Seorang perempuan P1A0 pasca persalinan dengan tindakan manual plasenta, nifas hari ke-8 datang dengan keluhan demam, nyeri perut bawah, dan lokia berbau busuk. Hasil pemeriksaan: S 38,8°C, TFU 2 jari bawah pusat (subinvolusi), uterus lembek dan nyeri tekan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Demam, nyeri tekan uterus, lokia berbau busuk, dan subinvolusi uteri pada masa nifas merupakan tanda khas infeksi nifas / Endometritis.
Pembahasan: Demam, nyeri tekan uterus, lokia berbau busuk, dan subinvolusi uteri pada masa nifas merupakan tanda khas infeksi nifas / Endometritis.
[Kasus Kebidanan #125b] Seorang perempuan P3A0 nifas hari ke-8 dengan riwayat tirah baring lama, mengeluh kaki kiri bengkak dan sangat nyeri saat berjalan. Pemeriksaan: kaki kiri udem, kemerahan, tanda Homan (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri, bengkak, kemerahan tungkai unilateral disertai tanda Homan positif pada masa nifas merupakan tanda khas Tromboflebitis Femoralis akibat statis vena dan hiperkoagulasi pascasalin.
Pembahasan: Nyeri, bengkak, kemerahan tungkai unilateral disertai tanda Homan positif pada masa nifas merupakan tanda khas Tromboflebitis Femoralis akibat statis vena dan hiperkoagulasi pascasalin.
[Kasus Kebidanan #126] Seorang perempuan P2A0 postpartum 2 minggu datang ke PMB mengeluh payudara kiri terasa nyeri, bengkak, dan kemerahan segmental. Suhu tubuh 38,8°C. Hasil pemeriksaan: payudara mengeras, nyeri tekan (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri payudara lokal, kemerahan segmental, bengkak, disertai gejala sistemik berupa demam (>38.5°C) pada masa nifas merupakan tanda khas Mastitis.
Pembahasan: Nyeri payudara lokal, kemerahan segmental, bengkak, disertai gejala sistemik berupa demam (>38.5°C) pada masa nifas merupakan tanda khas Mastitis.
[Kasus Kebidanan #127] Seorang perempuan P1A0 dengan kehamilan gemeli, melahirkan 1,5 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 89/57 mmHg, N 106x/m, uterus teraba lembek, perdarahan pervaginam ±480 cc. Apakah penyebab paling sering dari perdarahan ini?
Pembahasan: Kontraksi uterus yang lembek pascapersalinan disertai perdarahan adalah indikasi utama Atonia Uteri.
Pembahasan: Kontraksi uterus yang lembek pascapersalinan disertai perdarahan adalah indikasi utama Atonia Uteri.
[Kasus Kebidanan #128] Seorang perempuan P2A0 postpartum hari ke-2 sering menangis dan mudah cemas, namun masih dapat merawat bayinya jika didampingi keluarga. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, dan cemas yang muncul pada minggu pertama nifas namun bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) dan ibu masih responsif terhadap bayinya adalah tanda Postpartum Blues.
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, dan cemas yang muncul pada minggu pertama nifas namun bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) dan ibu masih responsif terhadap bayinya adalah tanda Postpartum Blues.
[Kasus Kebidanan #129] Seorang perempuan P4A0 nifas hari ke-6 dengan riwayat ketuban pecah dini, datang dengan keluhan demam, nyeri perut bawah, dan lokia berbau busuk. Hasil pemeriksaan: S 38,6°C, TFU 3 jari bawah pusat (subinvolusi), uterus lembek dan nyeri tekan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Demam, nyeri tekan uterus, lokia berbau busuk, dan subinvolusi uteri pada masa nifas merupakan tanda khas infeksi nifas / Endometritis.
Pembahasan: Demam, nyeri tekan uterus, lokia berbau busuk, dan subinvolusi uteri pada masa nifas merupakan tanda khas infeksi nifas / Endometritis.
[Kasus Kebidanan #130] Seorang perempuan P2A0 nifas hari ke-13 mengeluh kaki kanan bengkak, tegang, dan nyeri hebat saat berjalan. Pemeriksaan: kaki kanan udem, kemerahan, tanda Homan (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri, bengkak, kemerahan tungkai unilateral disertai tanda Homan positif pada masa nifas merupakan tanda khas Tromboflebitis Femoralis akibat statis vena dan hiperkoagulasi pascasalin.
Pembahasan: Nyeri, bengkak, kemerahan tungkai unilateral disertai tanda Homan positif pada masa nifas merupakan tanda khas Tromboflebitis Femoralis akibat statis vena dan hiperkoagulasi pascasalin.
[Kasus Kebidanan #131] Seorang perempuan 29 tahun P1A0 nifas 6 minggu menyusui eksklusif ingin ber-KB. Ibu tidak punya riwayat penyakit berat. Kontrasepsi hormonal apakah yang paling aman tanpa mengganggu produksi ASI?
Pembahasan: Kontrasepsi hormonal progestin saja (seperti Suntik 3 Bulan Depo Medroksiprogesteron Asetat) sangat aman bagi ibu menyusui karena tidak mempengaruhi produksi ASI.
Pembahasan: Kontrasepsi hormonal progestin saja (seperti Suntik 3 Bulan Depo Medroksiprogesteron Asetat) sangat aman bagi ibu menyusui karena tidak mempengaruhi produksi ASI.
[Kasus Kebidanan #132] Seorang perempuan 36 tahun P3A0 datang ke klinik ingin memilih metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) non-hormonal karena riwayat hipertensi tidak terkontrol. Apakah pilihan kontrasepsi yang paling tepat?
Pembahasan: AKDR (IUD) CuT380A merupakan alat kontrasepsi jangka panjang non-hormonal yang efektif hingga 10 tahun dan aman bagi wanita hipertensi.
Pembahasan: AKDR (IUD) CuT380A merupakan alat kontrasepsi jangka panjang non-hormonal yang efektif hingga 10 tahun dan aman bagi wanita hipertensi.
[Kasus Kebidanan #133] Seorang perempuan 24 tahun datang ke PMB 60 jam pasca hubungan seksual tanpa pelindung. Pasien belum ingin hamil. Apakah metode kontrasepsi darurat oral yang efektif diberikan?
Pembahasan: Pil Kontrasepsi Darurat (seperti Levonorgestrel 1,5 mg) efektif mencegah kehamilan jika diminum dalam kurun waktu 72 jam setelah senggama tanpa pelindung.
Pembahasan: Pil Kontrasepsi Darurat (seperti Levonorgestrel 1,5 mg) efektif mencegah kehamilan jika diminum dalam kurun waktu 72 jam setelah senggama tanpa pelindung.
[Kasus Kebidanan #134] Seorang perempuan 26 tahun pasca terapi antibiotik jangka panjang mengeluh gatal hebat pada area kemaluan disertai keputihan tebal bergumpal seperti susu basi / keju. Tidak berbau busuk. Apakah penyebab infeksi tersebut?
Pembahasan: Keputihan putih tebal kental seperti keju hancur / susu basi disertai rasa gatal bermakna adalah gejala khas Kandidiasis Vulvovaginalis (Candida albicans).
Pembahasan: Keputihan putih tebal kental seperti keju hancur / susu basi disertai rasa gatal bermakna adalah gejala khas Kandidiasis Vulvovaginalis (Candida albicans).
[Kasus Kebidanan #135] Bidan melakukan pemeriksaan skrining IVA test pada perempuan usia 39 tahun akseptor KB jangka panjang. Setelah dioleskan asam asetat 3-5%, tampak plak putih tebal berbatas tegas di area SSK. Apakah kesimpulan hasil pemeriksaan tersebut?
Pembahasan: Munculnya lesi acetowhite (bercak putih) setelah pengolesan asam asetat 3-5% menandakan hasil IVA Positif (indikasi lesi pra-kanker serviks).
Pembahasan: Munculnya lesi acetowhite (bercak putih) setelah pengolesan asam asetat 3-5% menandakan hasil IVA Positif (indikasi lesi pra-kanker serviks).
[Kasus Kebidanan #136] Seorang perempuan 31 tahun P2A0 nifas 8 minggu menyusui eksklusif ingin ber-KB. Ibu tidak punya riwayat penyakit berat dan menginginkan metode praktis. Kontrasepsi hormonal apakah yang paling aman tanpa mengganggu produksi ASI?
Pembahasan: Kontrasepsi hormonal progestin saja (seperti Suntik 3 Bulan Depo Medroksiprogesteron Asetat) sangat aman bagi ibu menyusui karena tidak mempengaruhi produksi ASI.
Pembahasan: Kontrasepsi hormonal progestin saja (seperti Suntik 3 Bulan Depo Medroksiprogesteron Asetat) sangat aman bagi ibu menyusui karena tidak mempengaruhi produksi ASI.
[Kasus Kebidanan #137] Seorang perempuan 34 tahun P2A0 datang ke klinik ingin memilih metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) non-hormonal karena riwayat tromboemboli. Apakah pilihan kontrasepsi yang paling tepat?
Pembahasan: AKDR (IUD) CuT380A merupakan alat kontrasepsi jangka panjang non-hormonal yang efektif hingga 10 tahun dan aman bagi wanita dengan kontraindikasi hormonal.
Pembahasan: AKDR (IUD) CuT380A merupakan alat kontrasepsi jangka panjang non-hormonal yang efektif hingga 10 tahun dan aman bagi wanita dengan kontraindikasi hormonal.
[Kasus Kebidanan #138] Seorang perempuan 22 tahun datang ke PMB 30 jam pasca hubungan seksual tanpa pelindung. Pasien belum ingin hamil. Apakah metode kontrasepsi darurat oral yang efektif diberikan?
Pembahasan: Pil Kontrasepsi Darurat (seperti Levonorgestrel 1,5 mg) efektif mencegah kehamilan jika diminum dalam kurun waktu 72 jam setelah senggama tanpa pelindung.
Pembahasan: Pil Kontrasepsi Darurat (seperti Levonorgestrel 1,5 mg) efektif mencegah kehamilan jika diminum dalam kurun waktu 72 jam setelah senggama tanpa pelindung.
[Kasus Kebidanan #139] Seorang perempuan 24 tahun mengeluh gatal hebat pada area kemaluan disertai keputihan tebal bergumpal seperti susu basi / keju sejak 4 hari. Tidak berbau busuk. Pada pemeriksaan vulva tampak eritema dan fisura. Apakah penyebab infeksi tersebut?
Pembahasan: Keputihan putih tebal kental seperti keju hancur / susu basi disertai rasa gatal bermakna adalah gejala khas Kandidiasis Vulvovaginalis (Candida albicans).
Pembahasan: Keputihan putih tebal kental seperti keju hancur / susu basi disertai rasa gatal bermakna adalah gejala khas Kandidiasis Vulvovaginalis (Candida albicans).
[Kasus Kebidanan #140] Bidan melakukan pemeriksaan skrining IVA test pada perempuan usia 41 tahun. Setelah dioleskan asam asetat 3-5%, tampak plak putih tebal berbatas tegas dan meluas di area SSK. Apakah kesimpulan hasil pemeriksaan tersebut?
Pembahasan: Munculnya lesi acetowhite (bercak putih) setelah pengolesan asam asetat 3-5% menandakan hasil IVA Positif (indikasi lesi pra-kanker serviks).
Pembahasan: Munculnya lesi acetowhite (bercak putih) setelah pengolesan asam asetat 3-5% menandakan hasil IVA Positif (indikasi lesi pra-kanker serviks).
[Kasus Bayi Balita #2] Seorang Anak usia 12 bulan batuk dan demam. Hasil pemeriksaan: frekuensi napas 52x/menit dan terdapat tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam (TDDK). Apakah klasifikasi MTBS yang tepat?
Pembahasan: Napas cepat (>50x/m usia 2-11 bulan) ditambah tarikan dinding dada kedalam (TDDK) diklasifikasikan sebagai Pneumonia Berat/Sangat Berat.
Pembahasan: Napas cepat (>50x/m usia 2-11 bulan) ditambah tarikan dinding dada kedalam (TDDK) diklasifikasikan sebagai Pneumonia Berat/Sangat Berat.
[Kasus Bayi Balita #5] Seorang balita usia 3 tahun diukur tinggi badannya dan hasilnya berada di bawah -2 SD kurva TB/U (Tinggi Badan menurut Umur) WHO. Apakah interpretasi status gizi anak tersebut?
Pembahasan: Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) di bawah -2 SD mengindikasikan Stunting (pendek), yaitu gangguan pertumbuhan linear akibat kekurangan gizi kronis.
Pembahasan: Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) di bawah -2 SD mengindikasikan Stunting (pendek), yaitu gangguan pertumbuhan linear akibat kekurangan gizi kronis.
[Kasus Bayi Balita #8] Seorang balita usia 18 bulan tampak sangat kurus, wajah seperti orang tua (old man face), iga gambang, dan tidak ada edema. BB/TB < -3 SD. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Gizi buruk tipe Marasmus ditandai badan sangat kurus, wajah seperti orang tua, kulit keriput (iga gambang), tanpa edema, akibat defisiensi kalori kronis berat.
Pembahasan: Gizi buruk tipe Marasmus ditandai badan sangat kurus, wajah seperti orang tua, kulit keriput (iga gambang), tanpa edema, akibat defisiensi kalori kronis berat.
[Kasus Bayi Balita #11] Seorang anak usia 15 bulan diare 5 kali sehari. Hasil pemeriksaan: mata cekung, anak rewel dan gelisah, cubitan kulit perut kembali lambat. Apakah klasifikasi MTBS yang tepat?
Pembahasan: Mata cekung, rewel/gelisah, dan cubitan kulit kembali lambat (2 dari tanda tersebut) diklasifikasikan sebagai Diare Dehidrasi Ringan/Sedang menurut MTBS.
Pembahasan: Mata cekung, rewel/gelisah, dan cubitan kulit kembali lambat (2 dari tanda tersebut) diklasifikasikan sebagai Diare Dehidrasi Ringan/Sedang menurut MTBS.
[Kasus Bayi Balita #14] Seorang balita usia 20 bulan diare terus-menerus. Hasil pemeriksaan: anak tampak lemas/tidak sadar, mata sangat cekung, malas minum, cubitan kulit kembali sangat lambat (>2 detik). Apakah klasifikasi MTBS yang tepat?
Pembahasan: Letargis/tidak sadar, mata sangat cekung, tidak bisa minum/malas minum, dan cubitan kulit kembali sangat lambat merupakan tanda Diare Dehidrasi Berat yang harus dirujuk segera.
Pembahasan: Letargis/tidak sadar, mata sangat cekung, tidak bisa minum/malas minum, dan cubitan kulit kembali sangat lambat merupakan tanda Diare Dehidrasi Berat yang harus dirujuk segera.
[Kasus Bayi Balita #17] Seorang ibu membawa bayinya usia 6 bulan untuk pemeriksaan tumbuh kembang. Menurut milestone perkembangan normal, kemampuan motorik kasar apakah yang seharusnya sudah dicapai bayi pada usia tersebut?
Pembahasan: Milestone motorik kasar normal usia 6 bulan adalah mampu duduk dengan bantuan/tanpa topangan sesaat serta membalikkan badan (tengkurap ke telentang dan sebaliknya) dengan baik.
Pembahasan: Milestone motorik kasar normal usia 6 bulan adalah mampu duduk dengan bantuan/tanpa topangan sesaat serta membalikkan badan (tengkurap ke telentang dan sebaliknya) dengan baik.
[Kasus Bayi Balita #20] Seorang ibu bertanya kepada bidan mengenai cara merawat tali pusat bayinya yang baru lahir 2 hari yang lalu agar tidak terjadi infeksi. Apakah edukasi perawatan tali pusat yang tepat diberikan bidan?
Pembahasan: Perawatan tali pusat yang direkomendasikan adalah perawatan terbuka, tetap bersih dan kering (dry care) tanpa membubuhkan alkohol, antiseptik, atau ramuan tradisional apa pun karena berisiko infeksi (tetanus neonatorum).
Pembahasan: Perawatan tali pusat yang direkomendasikan adalah perawatan terbuka, tetap bersih dan kering (dry care) tanpa membubuhkan alkohol, antiseptik, atau ramuan tradisional apa pun karena berisiko infeksi (tetanus neonatorum).
[Kasus Pranikah #3] Sepasang calon pengantin datang ke Puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan pranikah sesuai program pemerintah. Selain golongan darah dan Hb, pemeriksaan laboratorium skrining penyakit menular apa yang wajib ditawarkan bidan?
Pembahasan: Skrining kesehatan pranikah yang direkomendasikan Kemenkes meliputi pemeriksaan HIV, Hepatitis B (HBsAg), dan Sifilis (VDRL/TPHA) untuk mencegah penularan ke pasangan dan calon janin.
Pembahasan: Skrining kesehatan pranikah yang direkomendasikan Kemenkes meliputi pemeriksaan HIV, Hepatitis B (HBsAg), dan Sifilis (VDRL/TPHA) untuk mencegah penularan ke pasangan dan calon janin.
[Kasus Pranikah #6] Sepasang calon pengantin diketahui memiliki hubungan sedarah (sepupu) dan salah satu keluarga besar memiliki riwayat penyakit keturunan. Apakah tindakan konseling pranikah yang paling tepat dilakukan bidan?
Pembahasan: Pada pasangan dengan riwayat keluarga penyakit genetik atau perkawinan sedarah, bidan wajib memberikan konseling genetik dan merujuk untuk pemeriksaan penunjang (skrining pembawa sifat).
Pembahasan: Pada pasangan dengan riwayat keluarga penyakit genetik atau perkawinan sedarah, bidan wajib memberikan konseling genetik dan merujuk untuk pemeriksaan penunjang (skrining pembawa sifat).
[Kasus Pranikah #9] Seorang calon pengantin laki-laki adalah perokok aktif dan calon istrinya berencana hamil dalam waktu dekat. Apakah edukasi yang tepat diberikan bidan terkait paparan asap rokok pada kesehatan reproduksi?
Pembahasan: Paparan asap rokok (aktif maupun pasif) meningkatkan risiko gangguan kesuburan, keguguran, berat badan lahir rendah, dan gangguan tumbuh kembang janin, sehingga dianjurkan berhenti merokok sebelum program kehamilan.
Pembahasan: Paparan asap rokok (aktif maupun pasif) meningkatkan risiko gangguan kesuburan, keguguran, berat badan lahir rendah, dan gangguan tumbuh kembang janin, sehingga dianjurkan berhenti merokok sebelum program kehamilan.
[Kasus Kebidanan #71] Seorang perempuan G4P3A0 hamil aterm mengeluh mulas jarang dan belum keluar lendir darah. Hasil VT: pembukaan 1 cm, effacement 20%, ketuban (+), penurunan H I, his 1x dalam 10 menit durasi 10 detik. Apakah tahapan persalinan saat ini?
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
[Kasus Kebidanan #72] Seorang perempuan G3P2A0 obesitas, Kala II persalinan, kepala janin telah lahir tetapi tersangkut di vulva (Turtle Sign) dan tidak terjadi putar paksi luar. Apakah pertolongan pertama yang harus dilakukan?
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
[Kasus Kebidanan #73] Seorang Bayi baru lahir 1 menit yang lalu: tubuh merah ekstremitas biru, nadi 115x/m, sedikit meringis saat dihisap lendir, gerakan fleksi lemah, bernapas lambat/tak teratur. Berapakah skor APGAR bayi tersebut?
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
[Kasus Kebidanan #74] Seorang Bayi baru lahir tidak bernapas spontan dan tampak sianosis setelah langkah awal resusitasi dilakukan sesuai standar. Apakah langkah selanjutnya?
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
[Kasus Kebidanan #75] Seorang perempuan P4A0 pasca melahirkan bayi 33 menit yang lalu, uterus berkontraksi baik namun plasenta belum lahir walau PTT dan oksitosin kedua telah diberikan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
[Kasus Kebidanan #76] Seorang perempuan G2P1A0 hamil aterm mengeluh mulas ringan hilang timbul sejak semalam. Hasil VT: pembukaan 3 cm, effacement 35%, ketuban (+), penurunan H I, his 2x dalam 10 menit durasi 20 detik. Apakah tahapan persalinan saat ini?
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
[Kasus Kebidanan #77] Seorang perempuan G1P0A0 taksiran berat janin >4000 gram, Kala II persalinan, kepala janin telah lahir tetapi tersangkut di vulva (Turtle Sign) tanpa putar paksi luar. Apakah pertolongan pertama yang harus dilakukan?
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
[Kasus Kebidanan #78] Seorang Bayi baru lahir 1 menit yang lalu: tubuh merah ekstremitas biru, nadi 122x/m, meringis lemah saat dihisap lendir, gerakan fleksi minimal, bernapas lambat/tak teratur. Berapakah skor APGAR bayi tersebut?
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
[Kasus Kebidanan #79] Seorang Bayi baru lahir tetap tidak bernapas adekuat walau sudah dikeringkan, dihangatkan, dan dirangsang taktil oleh bidan selama 30 detik. Apakah langkah selanjutnya?
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
[Kasus Kebidanan #80] Seorang perempuan P1A0 pasca melahirkan bayi 36 menit yang lalu, tidak ada perdarahan aktif, namun plasenta belum lahir meski sudah diberikan oksitosin kedua dan PTT. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
[Kasus Bayi Balita #3] Seorang ibu bertanya kepada bidan mengenai usia yang tepat untuk mulai memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada bayinya. Apakah edukasi yang tepat diberikan bidan?
Pembahasan: MPASI diberikan mulai usia 6 bulan bersamaan dengan ASI yang tetap dilanjutkan hingga usia 2 tahun, karena sebelum 6 bulan sistem pencernaan bayi belum siap menerima makanan padat.
Pembahasan: MPASI diberikan mulai usia 6 bulan bersamaan dengan ASI yang tetap dilanjutkan hingga usia 2 tahun, karena sebelum 6 bulan sistem pencernaan bayi belum siap menerima makanan padat.
[Kasus Bayi Balita #6] Seorang bidan melakukan skrining perkembangan anak usia 24 bulan menggunakan KPSP dan didapatkan jumlah jawaban ‘Ya’ sebanyak 7 dari 10 pertanyaan. Apakah interpretasi hasil tersebut?
Pembahasan: Skor KPSP 7-8 (jawaban Ya) diinterpretasikan sebagai perkembangan meragukan, memerlukan stimulasi intensif dan skrining ulang 2 minggu kemudian.
Pembahasan: Skor KPSP 7-8 (jawaban Ya) diinterpretasikan sebagai perkembangan meragukan, memerlukan stimulasi intensif dan skrining ulang 2 minggu kemudian.
[Kasus Bayi Balita #9] Seorang balita usia 2 tahun dibawa ke Puskesmas dalam keadaan tidak bisa minum/menyusu, memuntahkan semua makanan, kejang, dan letargis. Apakah klasifikasi kondisi anak tersebut menurut MTBS?
Pembahasan: Tidak bisa minum/menyusu, memuntahkan semua, kejang, dan letargis/tidak sadar merupakan tanda bahaya umum MTBS yang mengharuskan rujukan segera ke fasilitas kesehatan lebih lengkap.
Pembahasan: Tidak bisa minum/menyusu, memuntahkan semua, kejang, dan letargis/tidak sadar merupakan tanda bahaya umum MTBS yang mengharuskan rujukan segera ke fasilitas kesehatan lebih lengkap.
[Kasus Bayi Balita #12] Seorang balita usia 30 bulan memiliki berat badan dan tinggi badan yang setelah diplot pada kurva BB/TB berada pada rentang -2 SD sampai +1 SD. Apakah status gizi anak tersebut?
Pembahasan: Rentang BB/TB antara -2 SD sampai +1 SD menurut standar WHO dikategorikan sebagai status Gizi Baik/Normal.
Pembahasan: Rentang BB/TB antara -2 SD sampai +1 SD menurut standar WHO dikategorikan sebagai status Gizi Baik/Normal.
[Kasus Bayi Balita #15] Seorang anak usia 2 tahun kejang seluruh tubuh saat demam tinggi 39,2°C, durasi kejang sekitar 2 menit. Apakah penanganan pertama yang tepat dilakukan bidan?
Pembahasan: Penanganan kejang demam meliputi membebaskan jalan napas, memposisikan miring untuk cegah aspirasi, dan memberikan antikejang rektal (Diazepam) sesuai dosis berat badan.
Pembahasan: Penanganan kejang demam meliputi membebaskan jalan napas, memposisikan miring untuk cegah aspirasi, dan memberikan antikejang rektal (Diazepam) sesuai dosis berat badan.
[Kasus Bayi Balita #18] Seorang ibu ingin melakukan pijat bayi rutin pada bayinya yang berusia 3 bulan untuk membantu tumbuh kembang. Apakah manfaat utama pijat bayi yang tepat disampaikan bidan?
Pembahasan: Pijat bayi bermanfaat meningkatkan berat badan, memperbaiki kualitas tidur, meningkatkan ikatan batin (bonding) ibu-bayi, serta merangsang sistem saraf dan sirkulasi darah bayi.
Pembahasan: Pijat bayi bermanfaat meningkatkan berat badan, memperbaiki kualitas tidur, meningkatkan ikatan batin (bonding) ibu-bayi, serta merangsang sistem saraf dan sirkulasi darah bayi.
[Kasus Pranikah #1] Seorang Calon pengantin datang konseling. Hasil lab Caten perempuan: Hb 10,5 g/dL, MCV < 80 fL, MCH < 27 pg. Bidan mencurigai sifat pembawa (carrier). Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang disarankan?
Pembahasan: Skrining Thalasemia pada WUS/Caten dengan anemia mikrositik hipokrom dilakukan melalui Hb Elektroforesis.
Pembahasan: Skrining Thalasemia pada WUS/Caten dengan anemia mikrositik hipokrom dilakukan melalui Hb Elektroforesis.
[Kasus Pranikah #4] Seorang calon pengantin perempuan dengan status gizi kurang (IMT 17,2) berkonsultasi ke bidan untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat. Apakah edukasi gizi prakonsepsi yang paling tepat diberikan bidan?
Pembahasan: Calon pengantin dengan IMT kurang perlu edukasi peningkatan asupan energi-protein seimbang, konsumsi tablet tambah darah, dan pemantauan berat badan hingga mencapai IMT normal sebelum program kehamilan.
Pembahasan: Calon pengantin dengan IMT kurang perlu edukasi peningkatan asupan energi-protein seimbang, konsumsi tablet tambah darah, dan pemantauan berat badan hingga mencapai IMT normal sebelum program kehamilan.
[Kasus Pranikah #7] Seorang calon pengantin perempuan yang berencana menikah dalam 2 bulan berkonsultasi mengenai persiapan kehamilan. Apakah edukasi suplementasi yang paling tepat diberikan bidan untuk mencegah cacat tabung saraf janin?
Pembahasan: Suplementasi asam folat 400 mcg per hari dianjurkan dimulai sejak sebelum konsepsi (idealnya 1-3 bulan sebelum hamil) untuk mencegah risiko cacat tabung saraf (neural tube defect) pada janin.
Pembahasan: Suplementasi asam folat 400 mcg per hari dianjurkan dimulai sejak sebelum konsepsi (idealnya 1-3 bulan sebelum hamil) untuk mencegah risiko cacat tabung saraf (neural tube defect) pada janin.
[Kasus Pranikah #10] Seorang calon pengantin perempuan usia 21 tahun diperiksa LILA (Lingkar Lengan Atas) dan hasilnya 22,3 cm. Apakah interpretasi dan tindak lanjut yang tepat diberikan bidan?
Pembahasan: LILA < 23,5 cm pada perempuan usia subur/calon pengantin mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK), perlu edukasi gizi dan pemantauan sebelum program kehamilan.
Pembahasan: LILA < 23,5 cm pada perempuan usia subur/calon pengantin mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK), perlu edukasi gizi dan pemantauan sebelum program kehamilan.
[Kasus Masa Antara #1] Seorang bidan memberikan penyuluhan di Posyandu mengenai tahapan kesehatan reproduksi perempuan. Apakah definisi yang tepat mengenai istilah ‘Masa Antara’ dalam pelayanan kesehatan reproduksi?
Pembahasan: Masa Antara (masa interval) adalah periode usia reproduksi sehat perempuan (umumnya 20-45 tahun) di antara masa remaja dan masa klimakterium/menopause, menjadi fokus pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.
Pembahasan: Masa Antara (masa interval) adalah periode usia reproduksi sehat perempuan (umumnya 20-45 tahun) di antara masa remaja dan masa klimakterium/menopause, menjadi fokus pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.
[Kasus Masa Antara #3] Seorang perempuan usia 47 tahun mengeluh mudah tersinggung, cemas berlebihan, sulit berkonsentrasi, dan gangguan tidur sejak siklus haidnya mulai tidak teratur 6 bulan terakhir. Apakah kondisi yang dialami perempuan tersebut?
Pembahasan: Sindrom Klimakterik meliputi gejala vasomotor, fisik, dan psikologis (iritabilitas, cemas, sulit konsentrasi, gangguan tidur) akibat fluktuasi hormon estrogen pada periode transisi menuju menopause (perimenopause).
Pembahasan: Sindrom Klimakterik meliputi gejala vasomotor, fisik, dan psikologis (iritabilitas, cemas, sulit konsentrasi, gangguan tidur) akibat fluktuasi hormon estrogen pada periode transisi menuju menopause (perimenopause).
[Kasus Masa Antara #5] Seorang perempuan usia 46 tahun P3A0 dengan siklus haid mulai tidak teratur, tidak merokok, dan tidak memiliki riwayat hipertensi, masih ingin menggunakan kontrasepsi karena belum yakin sudah menopause. Apakah pilihan kontrasepsi yang paling aman disarankan bidan?
Pembahasan: Pada perempuan perimenopause tanpa kontraindikasi, kontrasepsi non-hormonal (AKDR) atau progestin only (mini pil, implan, suntik) lebih dianjurkan dibanding pil kombinasi estrogen karena risiko kardiovaskular meningkat seiring usia.
Pembahasan: Pada perempuan perimenopause tanpa kontraindikasi, kontrasepsi non-hormonal (AKDR) atau progestin only (mini pil, implan, suntik) lebih dianjurkan dibanding pil kombinasi estrogen karena risiko kardiovaskular meningkat seiring usia.
[Kasus Masa Antara #7] Seorang perempuan usia 58 tahun P5A0 mengeluh terasa ada yang mengganjal di area vagina terutama saat berdiri lama, membaik saat berbaring. Pemeriksaan menunjukkan prolapsus uteri derajat I. Apakah tatalaksana non-bedah awal yang tepat?
Pembahasan: Prolapsus uteri derajat ringan (I-II) tanpa keluhan berat ditatalaksana non-bedah awal dengan latihan otot dasar panggul (senam Kegel) dan bila perlu pemasangan pessarium.
Pembahasan: Prolapsus uteri derajat ringan (I-II) tanpa keluhan berat ditatalaksana non-bedah awal dengan latihan otot dasar panggul (senam Kegel) dan bila perlu pemasangan pessarium.
[Kasus Masa Antara #9] Seorang perempuan usia 45 tahun mengeluh siklus haidnya menjadi tidak teratur, kadang memanjang kadang memendek, sejak 8 bulan terakhir tanpa disertai perdarahan abnormal yang mengkhawatirkan. Apakah edukasi yang tepat diberikan bidan?
Pembahasan: Perubahan siklus haid yang tidak teratur merupakan hal fisiologis pada masa perimenopause akibat fluktuasi hormon reproduksi, namun perlu diwaspadai bila disertai perdarahan sangat banyak atau berkepanjangan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Pembahasan: Perubahan siklus haid yang tidak teratur merupakan hal fisiologis pada masa perimenopause akibat fluktuasi hormon reproduksi, namun perlu diwaspadai bila disertai perdarahan sangat banyak atau berkepanjangan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
[Kasus Masa Antara #2] Seorang perempuan usia 28 tahun P1A0 anak terkecil 1,5 tahun datang ingin berkonsultasi mengenai jarak kehamilan ideal sebelum merencanakan anak kedua. Berapakah jarak kehamilan minimal yang direkomendasikan?
Pembahasan: Jarak antar kehamilan ideal yang direkomendasikan WHO dan Kemenkes adalah minimal 24 bulan (2 tahun) untuk pemulihan fisik dan gizi ibu.
Pembahasan: Jarak antar kehamilan ideal yang direkomendasikan WHO dan Kemenkes adalah minimal 24 bulan (2 tahun) untuk pemulihan fisik dan gizi ibu.
[Kasus Masa Antara #4] Seorang perempuan usia 49 tahun mengeluh sering merasa panas mendadak di wajah dan dada disertai berkeringat banyak, terutama pada malam hari, sejak siklus haidnya tidak teratur. Apakah tatalaksana non-farmakologis awal yang tepat disarankan bidan?
Pembahasan: Tatalaksana non-farmakologis hot flushes meliputi menghindari pemicu (kafein, makanan pedas, stres), menggunakan pakaian tipis berlapis, menjaga ruangan tetap sejuk, dan olahraga teratur.
Pembahasan: Tatalaksana non-farmakologis hot flushes meliputi menghindari pemicu (kafein, makanan pedas, stres), menggunakan pakaian tipis berlapis, menjaga ruangan tetap sejuk, dan olahraga teratur.
[Kasus Masa Antara #6] Seorang perempuan usia 55 tahun telah menopause 4 tahun mengeluh nyeri punggung dan tulang belakang terasa mudah lelah. Bidan memberikan konseling pencegahan osteoporosis. Apakah edukasi yang paling tepat?
Pembahasan: Penurunan estrogen pascamenopause meningkatkan risiko osteoporosis. Pencegahannya adalah suplemen Kalsium + Vitamin D serta olahraga menahan beban (weight-bearing) secara teratur.
Pembahasan: Penurunan estrogen pascamenopause meningkatkan risiko osteoporosis. Pencegahannya adalah suplemen Kalsium + Vitamin D serta olahraga menahan beban (weight-bearing) secara teratur.
[Kasus Masa Antara #8] Seorang perempuan usia 52 tahun pascamenopause datang untuk pemeriksaan kesehatan reproduksi rutin. Apakah metode skrining deteksi dini kanker payudara yang dianjurkan pada rentang usia ini?
Pembahasan: Pada perempuan pascamenopause (>40-50 tahun) dianjurkan SADARI rutin bulanan disertai mammografi/USG payudara berkala untuk deteksi dini kanker payudara.
Pembahasan: Pada perempuan pascamenopause (>40-50 tahun) dianjurkan SADARI rutin bulanan disertai mammografi/USG payudara berkala untuk deteksi dini kanker payudara.
[Kasus Masa Antara #10] Seorang perempuan usia 54 tahun mengeluh sering mengompol saat batuk, bersin, atau tertawa terutama sejak memasuki masa menopause. Apakah tatalaksana awal non-bedah yang tepat disarankan bidan?
Pembahasan: Inkontinensia urin tipe stres pada perempuan menopause ditatalaksana awal dengan latihan otot dasar panggul (senam Kegel) dan modifikasi gaya hidup (menurunkan berat badan, mengurangi kafein).
Pembahasan: Inkontinensia urin tipe stres pada perempuan menopause ditatalaksana awal dengan latihan otot dasar panggul (senam Kegel) dan modifikasi gaya hidup (menurunkan berat badan, mengurangi kafein).