TO-3 Ukombidan
0 dari 180 pertanyaan telah diselesaikan
Pertanyaan:
PETUNJUK:
Selamat Belajar !
Sudah dikerjakan
Kuis sedang loading...
Anda harus masuk atau mendaftar untuk memulai kuis.
Anda harus menyelesaikan kuis dibawah ini, untuk memulai kuis ini:
0 dari 180 pertanyaan terjawab dengan benar
Waktu Anda:
Waktu yang telah berlalu
Anda mendapatkan 0 poin dari total 0 poin, (0)
| Nilai rata-rata |
|
| Nilai Anda |
|
| No. | Nama | Masuk ke | Poin | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| Tabel sedang loading | ||||
| Data tidak tersedia | ||||
[Kasus Kebidanan Kehamilan #1] Seorang perempuan, 24 tahun, G1P0A0 hamil 16 minggu datang ke PMB mengeluh sering pusing dan cepat lelah. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 82x/m, Hb 10,2 g/dL. Apakah penatalaksanaan yang paling tepat?
Pembahasan: Kadar Hb 10,2 g/dL pada trimester II menunjukkan anemia ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaan standar adalah suplementasi tablet tambah darah (60 mg besi elemental) 1×1 tablet/hari disertai edukasi gizi.
Pembahasan: Kadar Hb 10,2 g/dL pada trimester II menunjukkan anemia ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaan standar adalah suplementasi tablet tambah darah (60 mg besi elemental) 1×1 tablet/hari disertai edukasi gizi.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #2] Seorang perempuan, 22 tahun, G1P0A0 hamil 8 minggu datang ke PMB mengeluh mual muntah setiap pagi dan setelah makan. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 84x/m, turgor kulit baik, mata tidak cekung, berat badan turun 1 kg. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Gejala mual muntah berlebih yang mempengaruhi keadaan umum namun belum menimbulkan dehidrasi berat, turgor kulit masih baik, dan kesadaran compos mentis merupakan tanda Hiperemesis Gravidarum Tingkat I.
Pembahasan: Gejala mual muntah berlebih yang mempengaruhi keadaan umum namun belum menimbulkan dehidrasi berat, turgor kulit masih baik, dan kesadaran compos mentis merupakan tanda Hiperemesis Gravidarum Tingkat I.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #3] Seorang perempuan, 28 tahun, G2P1A0 hamil 10 minggu datang ke PMB mengeluh keluar bercak darah dari jalan lahir sejak tadi pagi disertai mulas ringan. Hasil VT: ostium uteri internum (OUI) tertutup, tidak ada jaringan teraba, uterus sesuai usia kehamilan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perdarahan pervaginam pada kehamilan <20 minggu dengan mulas ringan, OUI masih tertutup, dan tidak ada pengeluaran jaringan adalah ciri khas Abortus Imminens.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam pada kehamilan <20 minggu dengan mulas ringan, OUI masih tertutup, dan tidak ada pengeluaran jaringan adalah ciri khas Abortus Imminens.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #4] Seorang perempuan, 32 tahun, G3P2A0 hamil 34 minggu datang ke Puskesmas mengeluh pusing berat dan pandangan kabur. Hasil pemeriksaan: TD 160/110 mmHg, protein urine (+++), edema pada ekstremitas bawah. Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan bidan?
Pembahasan: Pada pasien Preeklamsia Berat (PEB) dengan gejala neurologis (pusing berat, pandangan kabur), penanganan awal standar Bidan adalah pemberian MgSO4 sebagai pencegahan kejang (profilaksis eklamsia) serta stabilisasi sebelum merujuk ke RS.
Pembahasan: Pada pasien Preeklamsia Berat (PEB) dengan gejala neurologis (pusing berat, pandangan kabur), penanganan awal standar Bidan adalah pemberian MgSO4 sebagai pencegahan kejang (profilaksis eklamsia) serta stabilisasi sebelum merujuk ke RS.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #5] Seorang perempuan, 26 tahun, G1P0A0 hamil 8 minggu dibawa ke RS mengeluh nyeri hebat mendadak pada perut bagian bawah dan keluar bercak darah kecokelatan. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 110x/m kecil dan cepat, pucat, nyeri goyang porsio (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri perut bawah hebat, tanda syok hipovolemik (TD turun, nadi cepat), perdarahan bercak, serta nyeri goyang porsio (cervical motion tenderness) pada awal kehamilan merupakan tanda khas Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
Pembahasan: Nyeri perut bawah hebat, tanda syok hipovolemik (TD turun, nadi cepat), perdarahan bercak, serta nyeri goyang porsio (cervical motion tenderness) pada awal kehamilan merupakan tanda khas Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
[Kasus Kebidanan Kehamilan #6] Seorang perempuan 25 tahun, G1P0A0 hamil 12 minggu mengeluh keluar darah bercak kecokelatan dan mual muntah hebat. TFU teraba 2 jari di atas pusat, DJJ (-), teraba jaringan seperti buah anggur.
Pembahasan: TFU lebih besar dari usia kehamilan, tidak ditemukan janin/DJJ, serta pengeluaran jaringan gelembung seperti buah anggur mendiagnosis Mola Hidatidosa.
Pembahasan: TFU lebih besar dari usia kehamilan, tidak ditemukan janin/DJJ, serta pengeluaran jaringan gelembung seperti buah anggur mendiagnosis Mola Hidatidosa.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #7] Seorang perempuan 30 tahun, G2P1A0 hamil 32 minggu mengeluh keluar darah merah segar dari jalan lahir tanpa rasa mulas saat bangun tidur.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam warna merah segar, tanpa rasa nyeri (painless) pada trimester III khas untuk Plasenta Previa.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam warna merah segar, tanpa rasa nyeri (painless) pada trimester III khas untuk Plasenta Previa.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #8] Seorang perempuan 34 tahun, G3P2A0 hamil 36 minggu mengalami perdarahan hitam kehitaman dari jalan lahir, perut teraba tegang dan sangat nyeri seperti papan (uterus board-like).
Pembahasan: Perdarahan berwarna kehitaman disertai nyeri hebat dan uterus tegang/keras seperti papan adalah tanda klasik Solusio Plasenta.
Pembahasan: Perdarahan berwarna kehitaman disertai nyeri hebat dan uterus tegang/keras seperti papan adalah tanda klasik Solusio Plasenta.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #9] Seorang perempuan 31 tahun G2P1A0 hamil 28 minggu, hasil pemeriksaan GDP 110 mg/dL dan GD2PP 180 mg/dL. TFU 34 cm (lebih besar dari usia kehamilan).
Pembahasan: Peningkatan kadar gula darah yang baru terdiagnosis saat kehamilan (trimester II/III) mendiagnosis Diabetes Melitus Gestasional.
Pembahasan: Peningkatan kadar gula darah yang baru terdiagnosis saat kehamilan (trimester II/III) mendiagnosis Diabetes Melitus Gestasional.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #10] Seorang perempuan 20 tahun G1P0A0 hamil 14 minggu datang ANC. LILA didapatkan 21,5 cm. BB sebelum hamil 40 kg, TB 155 cm.
Pembahasan: Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm pada ibu hamil mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Pembahasan: Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm pada ibu hamil mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
[Kasus Kebidanan Kehamilan #11] Seorang perempuan 27 tahun G1P0A0 hamil 32 minggu. Bidan melakukan palpasi abdomen, teraba bagian bulat, lunak, tidak melenting di fundus uteri.
Pembahasan: Pada Leopold I, bagian lunak, kurang bulat, dan tidak melenting di fundus uteri adalah bokong janin.
Pembahasan: Pada Leopold I, bagian lunak, kurang bulat, dan tidak melenting di fundus uteri adalah bokong janin.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #12] Seorang perempuan 26 tahun G1P0A0 hamil 36 minggu. Palpasi di atas simfisis teraba bagian bulat, keras, dan masih dapat digoyangkan.
Pembahasan: Bagian keras, bulat, dan dapat digoyangkan di bagian bawah uterus menunjukkan kepala janin belum masuk Pintu Atas Panggul (PAP).
Pembahasan: Bagian keras, bulat, dan dapat digoyangkan di bagian bawah uterus menunjukkan kepala janin belum masuk Pintu Atas Panggul (PAP).
[Kasus Kebidanan Kehamilan #13] Seorang perempuan 29 tahun G2P1A0 hamil 30 minggu, TFU teraba 28 cm. Berapakah perkiraan usia kehamilan dalam bulan menurut rumus Mc Donald?
Pembahasan: Rumus Mc Donald dalam bulan = TFU (cm) x 2 / 7 = 28 x 2 / 7 = 8 bulan.
Pembahasan: Rumus Mc Donald dalam bulan = TFU (cm) x 2 / 7 = 28 x 2 / 7 = 8 bulan.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #14] Seorang perempuan 23 tahun datang ke PMB terlambat haid 2 bulan. Bidan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang.
Pembahasan: Tanda pasti kehamilan meliputi: terdengar DJJ, teraba gerakan/bagian janin oleh pemeriksa, dan ditemukannya janin via USG.
Pembahasan: Tanda pasti kehamilan meliputi: terdengar DJJ, teraba gerakan/bagian janin oleh pemeriksa, dan ditemukannya janin via USG.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #15] Seorang ibu hamil dengan Rh negatif dan suami Rh positif. Apakah risiko imunologis yang perlu diwaspadai pada janin kehamilan kedua?
Pembahasan: Inkompatibilitas Rhesus (Ibu Rh-, Janin Rh+) menyebabkan pembentukan antibodi maternal yang merusak eritrosit janin pada kehamilan berikutnya, memicu Eritroblastosis Fetalis.
Pembahasan: Inkompatibilitas Rhesus (Ibu Rh-, Janin Rh+) menyebabkan pembentukan antibodi maternal yang merusak eritrosit janin pada kehamilan berikutnya, memicu Eritroblastosis Fetalis.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #16] Seorang perempuan, 27 tahun, G2P1A0 hamil 20 minggu datang ke PMB mengeluh mudah lelah dan sedikit pusing saat bangun. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 80x/m, Hb 10,6 g/dL. Apakah penatalaksanaan yang paling tepat?
Pembahasan: Kadar Hb 10,6 g/dL pada trimester II menunjukkan anemia ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaan standar adalah suplementasi tablet tambah darah (60 mg besi elemental) 1×1 tablet/hari disertai edukasi gizi.
Pembahasan: Kadar Hb 10,6 g/dL pada trimester II menunjukkan anemia ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaan standar adalah suplementasi tablet tambah darah (60 mg besi elemental) 1×1 tablet/hari disertai edukasi gizi.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #17] Seorang perempuan, 24 tahun, G2P1A0 hamil 9 minggu datang ke PMB mengeluh mual dan muntah terutama pada pagi hari. Hasil pemeriksaan: TD 105/70 mmHg, N 82x/m, turgor kulit baik, mata tidak cekung, berat badan turun 0,8 kg. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Gejala mual muntah berlebih yang mempengaruhi keadaan umum namun belum menimbulkan dehidrasi berat, turgor kulit masih baik, dan kesadaran compos mentis merupakan tanda Hiperemesis Gravidarum Tingkat I.
Pembahasan: Gejala mual muntah berlebih yang mempengaruhi keadaan umum namun belum menimbulkan dehidrasi berat, turgor kulit masih baik, dan kesadaran compos mentis merupakan tanda Hiperemesis Gravidarum Tingkat I.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #18] Seorang perempuan, 25 tahun, G1P0A0 hamil 8 minggu datang ke PMB mengeluh keluar flek darah kecokelatan sejak kemarin sore tanpa disertai nyeri perut. Hasil VT: OUI tertutup, tidak ada jaringan teraba, uterus sesuai usia kehamilan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perdarahan pervaginam pada kehamilan <20 minggu dengan mulas ringan atau tanpa nyeri, OUI masih tertutup, dan tidak ada pengeluaran jaringan adalah ciri khas Abortus Imminens.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam pada kehamilan <20 minggu dengan mulas ringan atau tanpa nyeri, OUI masih tertutup, dan tidak ada pengeluaran jaringan adalah ciri khas Abortus Imminens.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #19] Seorang perempuan, 29 tahun, G2P1A0 hamil 32 minggu datang ke Puskesmas mengeluh nyeri kepala hebat dan nyeri ulu hati. Hasil pemeriksaan: TD 170/110 mmHg, protein urine (+++), edema pada wajah dan tangan. Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan bidan?
Pembahasan: Pada pasien Preeklamsia Berat (PEB) dengan gejala neurologis/impending eklamsia (nyeri kepala hebat, nyeri ulu hati), penanganan awal standar Bidan adalah pemberian MgSO4 sebagai pencegahan kejang (profilaksis eklamsia) serta stabilisasi sebelum merujuk ke RS.
Pembahasan: Pada pasien Preeklamsia Berat (PEB) dengan gejala neurologis/impending eklamsia (nyeri kepala hebat, nyeri ulu hati), penanganan awal standar Bidan adalah pemberian MgSO4 sebagai pencegahan kejang (profilaksis eklamsia) serta stabilisasi sebelum merujuk ke RS.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #20] Seorang perempuan, 24 tahun, G1P0A0 hamil 7 minggu dibawa ke RS mengeluh nyeri hebat mendadak pada perut bagian bawah sebelah kanan dan sempat pingsan. Hasil pemeriksaan: TD 85/55 mmHg, N 116x/m kecil dan cepat, pucat, nyeri goyang porsio (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri perut bawah hebat, tanda syok hipovolemik (TD turun, nadi cepat), riwayat sinkop, serta nyeri goyang porsio pada awal kehamilan merupakan tanda khas Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
Pembahasan: Nyeri perut bawah hebat, tanda syok hipovolemik (TD turun, nadi cepat), riwayat sinkop, serta nyeri goyang porsio pada awal kehamilan merupakan tanda khas Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
[Kasus Kebidanan Kehamilan #21] Seorang perempuan 22 tahun, G1P0A0 hamil 14 minggu mengeluh keluar darah bercak kehitaman berulang dan mual muntah hebat sejak 1 minggu. TFU teraba 3 jari di atas pusat (lebih besar dari usia kehamilan), DJJ (-), teraba jaringan seperti buah anggur.
Pembahasan: TFU lebih besar dari usia kehamilan, tidak ditemukan janin/DJJ, serta pengeluaran jaringan gelembung seperti buah anggur mendiagnosis Mola Hidatidosa.
Pembahasan: TFU lebih besar dari usia kehamilan, tidak ditemukan janin/DJJ, serta pengeluaran jaringan gelembung seperti buah anggur mendiagnosis Mola Hidatidosa.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #22] Seorang perempuan 33 tahun, G3P2A0 hamil 34 minggu mengeluh keluar darah merah segar dari jalan lahir berulang tanpa rasa mulas, terjadi tiba-tiba saat sedang beraktivitas ringan.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam warna merah segar, tanpa rasa nyeri (painless) pada trimester III khas untuk Plasenta Previa.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam warna merah segar, tanpa rasa nyeri (painless) pada trimester III khas untuk Plasenta Previa.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #24] Seorang perempuan 31 tahun, G2P1A0 hamil 33 minggu pasca terjatuh mengalami perdarahan kehitaman dari jalan lahir, perut teraba tegang dan sangat nyeri seperti papan (uterus board-like).
Pembahasan: Perdarahan berwarna kehitaman disertai nyeri hebat dan uterus tegang/keras seperti papan adalah tanda klasik Solusio Plasenta.
Pembahasan: Perdarahan berwarna kehitaman disertai nyeri hebat dan uterus tegang/keras seperti papan adalah tanda klasik Solusio Plasenta.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #26] Seorang perempuan 33 tahun G3P2A0 hamil 30 minggu, hasil pemeriksaan GDP 105 mg/dL dan GD2PP 175 mg/dL. TFU 32 cm (lebih besar dari usia kehamilan).
Pembahasan: Peningkatan kadar gula darah yang baru terdiagnosis saat kehamilan (trimester II/III) mendiagnosis Diabetes Melitus Gestasional.
Pembahasan: Peningkatan kadar gula darah yang baru terdiagnosis saat kehamilan (trimester II/III) mendiagnosis Diabetes Melitus Gestasional.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #28] Seorang perempuan 19 tahun G1P0A0 hamil 16 minggu datang ANC. LILA didapatkan 22,0 cm. BB sebelum hamil 38 kg, TB 152 cm.
Pembahasan: Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm pada ibu hamil mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Pembahasan: Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm pada ibu hamil mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
[Kasus Kebidanan Kehamilan #26] Seorang perempuan 24 tahun G2P1A0 hamil 30 minggu. Bidan melakukan palpasi abdomen, teraba bagian bulat, lunak, tidak melenting di fundus uteri.
Pembahasan: Pada Leopold I, bagian lunak, kurang bulat, dan tidak melenting di fundus uteri adalah bokong janin.
Pembahasan: Pada Leopold I, bagian lunak, kurang bulat, dan tidak melenting di fundus uteri adalah bokong janin.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #27] Seorang perempuan 30 tahun G3P2A0 hamil 34 minggu. Palpasi di atas simfisis teraba bagian bulat, keras, dan masih dapat digoyangkan.
Pembahasan: Bagian keras, bulat, dan dapat digoyangkan di bagian bawah uterus menunjukkan kepala janin belum masuk Pintu Atas Panggul (PAP).
Pembahasan: Bagian keras, bulat, dan dapat digoyangkan di bagian bawah uterus menunjukkan kepala janin belum masuk Pintu Atas Panggul (PAP).
[Kasus Kebidanan Kehamilan #28] Seorang perempuan 31 tahun G2P1A0 hamil 34 minggu, TFU teraba 27 cm. Berapakah perkiraan usia kehamilan dalam bulan menurut rumus Mc Donald?
Pembahasan: Rumus Mc Donald dalam bulan = TFU (cm) x 2 / 7 = 27 x 2 / 7 = 7,7 dibulatkan menjadi 8 bulan.
Pembahasan: Rumus Mc Donald dalam bulan = TFU (cm) x 2 / 7 = 27 x 2 / 7 = 7,7 dibulatkan menjadi 8 bulan.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #29] Seorang perempuan 26 tahun datang ke PMB terlambat haid 6 minggu disertai mual pagi hari. Bidan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang.
Pembahasan: Tanda pasti kehamilan meliputi: terdengar DJJ, teraba gerakan/bagian janin oleh pemeriksa, dan ditemukannya janin via USG.
Pembahasan: Tanda pasti kehamilan meliputi: terdengar DJJ, teraba gerakan/bagian janin oleh pemeriksa, dan ditemukannya janin via USG.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #30] Seorang ibu hamil kedua dengan Rh negatif dan suami Rh positif, riwayat anak pertama mengalami ikterus berat saat lahir. Apakah risiko imunologis yang perlu diwaspadai pada janin kehamilan ini?
Pembahasan: Inkompatibilitas Rhesus (Ibu Rh-, Janin Rh+) menyebabkan pembentukan antibodi maternal yang merusak eritrosit janin pada kehamilan berikutnya, memicu Eritroblastosis Fetalis.
Pembahasan: Inkompatibilitas Rhesus (Ibu Rh-, Janin Rh+) menyebabkan pembentukan antibodi maternal yang merusak eritrosit janin pada kehamilan berikutnya, memicu Eritroblastosis Fetalis.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #31] Seorang perempuan, 29 tahun, G3P2A0 hamil 24 minggu datang ke Puskesmas mengeluh sering pusing dan mata berkunang-kunang. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 84x/m, Hb 10,0 g/dL. Apakah penatalaksanaan yang paling tepat?
Pembahasan: Kadar Hb 10,0 g/dL pada trimester II menunjukkan anemia ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaan standar adalah suplementasi tablet tambah darah (60 mg besi elemental) 1×1 tablet/hari disertai edukasi gizi.
Pembahasan: Kadar Hb 10,0 g/dL pada trimester II menunjukkan anemia ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaan standar adalah suplementasi tablet tambah darah (60 mg besi elemental) 1×1 tablet/hari disertai edukasi gizi.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #32] Seorang perempuan, 23 tahun, G1P0A0 hamil 10 minggu datang ke PMB mengeluh mual muntah lebih dari 4 kali sehari. Hasil pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, N 86x/m, turgor kulit baik, mata tidak cekung, berat badan turun 1,5 kg. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Gejala mual muntah berlebih yang mempengaruhi keadaan umum namun belum menimbulkan dehidrasi berat, turgor kulit masih baik, dan kesadaran compos mentis merupakan tanda Hiperemesis Gravidarum Tingkat I.
Pembahasan: Gejala mual muntah berlebih yang mempengaruhi keadaan umum namun belum menimbulkan dehidrasi berat, turgor kulit masih baik, dan kesadaran compos mentis merupakan tanda Hiperemesis Gravidarum Tingkat I.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #33] Seorang perempuan, 30 tahun, G3P2A0 hamil 12 minggu datang ke PMB mengeluh keluar bercak darah merah muda sejak 2 hari yang lalu disertai mulas ringan hilang timbul. Hasil VT: OUI tertutup, tidak ada jaringan teraba, uterus sesuai usia kehamilan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Perdarahan pervaginam pada kehamilan <20 minggu dengan mulas ringan, OUI masih tertutup, dan tidak ada pengeluaran jaringan adalah ciri khas Abortus Imminens.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam pada kehamilan <20 minggu dengan mulas ringan, OUI masih tertutup, dan tidak ada pengeluaran jaringan adalah ciri khas Abortus Imminens.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #34] Seorang perempuan, 35 tahun, G4P3A0 hamil 36 minggu datang ke Puskesmas mengeluh pandangan kabur dan bengkak seluruh tubuh. Hasil pemeriksaan: TD 165/115 mmHg, protein urine (++), edema anasarka. Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan bidan?
Pembahasan: Pada pasien Preeklamsia Berat (PEB) dengan gejala neurologis (pandangan kabur), penanganan awal standar Bidan adalah pemberian MgSO4 sebagai pencegahan kejang (profilaksis eklamsia) serta stabilisasi sebelum merujuk ke RS.
Pembahasan: Pada pasien Preeklamsia Berat (PEB) dengan gejala neurologis (pandangan kabur), penanganan awal standar Bidan adalah pemberian MgSO4 sebagai pencegahan kejang (profilaksis eklamsia) serta stabilisasi sebelum merujuk ke RS.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #35] Seorang perempuan, 28 tahun, G2P1A0 hamil 9 minggu dibawa ke RS mengeluh nyeri perut bawah sebelah kiri mendadak disertai perdarahan bercak kehitaman. Hasil pemeriksaan: TD 88/58 mmHg, N 112x/m kecil dan cepat, pucat, nyeri goyang porsio (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Nyeri perut bawah hebat, tanda syok hipovolemik (TD turun, nadi cepat), perdarahan bercak, serta nyeri goyang porsio pada awal kehamilan merupakan tanda khas Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
Pembahasan: Nyeri perut bawah hebat, tanda syok hipovolemik (TD turun, nadi cepat), perdarahan bercak, serta nyeri goyang porsio pada awal kehamilan merupakan tanda khas Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
[Kasus Kebidanan Kehamilan #36] Seorang perempuan 27 tahun, G2P1A0 hamil 10 minggu mengeluh keluar darah bercak merah kehitaman dan mual muntah hebat disertai pusing. TFU teraba setinggi pusat (lebih besar dari usia kehamilan), DJJ (-), teraba jaringan seperti buah anggur.
Pembahasan: TFU lebih besar dari usia kehamilan, tidak ditemukan janin/DJJ, serta pengeluaran jaringan gelembung seperti buah anggur mendiagnosis Mola Hidatidosa.
Pembahasan: TFU lebih besar dari usia kehamilan, tidak ditemukan janin/DJJ, serta pengeluaran jaringan gelembung seperti buah anggur mendiagnosis Mola Hidatidosa.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #23] Seorang perempuan 28 tahun, G2P1A0 hamil 30 minggu mengeluh keluar darah merah segar dari jalan lahir tanpa nyeri perut sejak tadi malam saat tidur.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam warna merah segar, tanpa rasa nyeri (painless) pada trimester III khas untuk Plasenta Previa.
Pembahasan: Perdarahan pervaginam warna merah segar, tanpa rasa nyeri (painless) pada trimester III khas untuk Plasenta Previa.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #25] Seorang perempuan 36 tahun, G4P3A0 hamil 38 minggu dengan riwayat hipertensi mengalami perdarahan kehitaman disertai nyeri perut hebat menetap, perut teraba tegang seperti papan (uterus board-like).
Pembahasan: Perdarahan berwarna kehitaman disertai nyeri hebat dan uterus tegang/keras seperti papan adalah tanda klasik Solusio Plasenta.
Pembahasan: Perdarahan berwarna kehitaman disertai nyeri hebat dan uterus tegang/keras seperti papan adalah tanda klasik Solusio Plasenta.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #27] Seorang perempuan 29 tahun G1P0A0 hamil 26 minggu dengan riwayat keluarga DM, hasil pemeriksaan GDP 108 mg/dL dan GD2PP 190 mg/dL. TFU 30 cm (lebih besar dari usia kehamilan).
Pembahasan: Peningkatan kadar gula darah yang baru terdiagnosis saat kehamilan (trimester II/III) mendiagnosis Diabetes Melitus Gestasional.
Pembahasan: Peningkatan kadar gula darah yang baru terdiagnosis saat kehamilan (trimester II/III) mendiagnosis Diabetes Melitus Gestasional.
[Kasus Kebidanan Kehamilan #29] Seorang perempuan 22 tahun G2P1A0 hamil 12 minggu datang ANC. LILA didapatkan 22,8 cm. BB sebelum hamil 41 kg, TB 150 cm.
Pembahasan: Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm pada ibu hamil mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Pembahasan: Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm pada ibu hamil mengindikasikan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
[Kasus Persalinan Kebidanan #1] Seorang perempuan G1P0A0 hamil aterm mengeluh mulas teratur. Hasil VT: pembukaan 2 cm, effacement 30%, ketuban (+), penurunan H I, his 2x dalam 10 menit durasi 20 detik.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
[Kasus Persalinan Kebidanan #2] Seorang perempuan G2P1A0 Kala II persalinan, kepala janin telah lahir tetapi tersangkut di vulva (Turtle Sign) dan tidak terjadi putar paksi luar.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
[Kasus Persalinan Kebidanan #3] Seorang Bayi baru lahir 1 menit yang lalu: tubuh merah ekstremitas biru, nadi 110x/m, meringis saat dihisap lendir, gerakan fleksi lemah, bernapas lambat/tak teratur.
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
[Kasus Persalinan Kebidanan #4] Seorang Bayi baru lahir tidak bernapas/megap-megap setelah dilakukan pemotongan tali pusat, pembersihan jalan napas, pengeringan, dan rangsangan taktil.
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
[Kasus Persalinan Kebidanan #5] Seorang perempuan P1A0 pasca melahirkan bayi 30 menit yang lalu. Telah diberikan oksitosin kedua dan PTT, namun plasenta belum lahir dan tidak ada tanda pelepasan.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
[Kasus Persalinan Kebidanan #6] Seorang pada kasus Retensio Plasenta tanpa perdarahan profus, apakah prosedur tindakan yang harus dilakukan bidan?
Pembahasan: Indikasi plasenta manual adalah plasenta belum lahir dalam 30 menit pasca persalinan dengan kandung kemih kosong.
Pembahasan: Indikasi plasenta manual adalah plasenta belum lahir dalam 30 menit pasca persalinan dengan kandung kemih kosong.
[Kasus Persalinan Kebidanan #7] Seorang pasca persalinan, dilakukan penjahitan robekan perineum yang melibatkan mukosa vagina, kulit perineum, dan otot perineum, namun sfingter ani utuh.
Pembahasan: Laserasi mengenai mukosa vagina, kulit, dan otot perineum tanpa merusak sfingter ani adalah derajat II.
Pembahasan: Laserasi mengenai mukosa vagina, kulit, dan otot perineum tanpa merusak sfingter ani adalah derajat II.
[Kasus Persalinan Kebidanan #8] Seorang pasien mengalami Atonia Uteri. Bidan telah melakukan KBI selama 5 menit namun uterus tetap tidak berkontraksi. Apakah langkah selanjutnya?
Pembahasan: Jika KBI 5 menit gagal, ajarkan keluarga Kompresi Bimanual Eksternal (KBO) sementara bidan menyiapkan uterotonika lini kedua dan cairan infus.
Pembahasan: Jika KBI 5 menit gagal, ajarkan keluarga Kompresi Bimanual Eksternal (KBO) sementara bidan menyiapkan uterotonika lini kedua dan cairan infus.
[Kasus Persalinan Kebidanan #9] Seorang Ibu Kala II mengeluh nyeri punggung hebat. Bidan menyarankan posisi persalinan untuk mengurangi rasa nyeri dan memperluas panggul.
Pembahasan: Posisi miring kiri atau merangkak membantu mengurangi tekanan pada sakrum, meredakan backache, dan mengoptimalkan aliran darah uteroplasenta.
Pembahasan: Posisi miring kiri atau merangkak membantu mengurangi tekanan pada sakrum, meredakan backache, dan mengoptimalkan aliran darah uteroplasenta.
[Kasus Persalinan Kebidanan #10] Seorang proses gerakan pemutaran bagian terendah janin (kepala) dari posisi oblik/transversal ke arah anteroposterior di bawah simfisis.
Pembahasan: Putar paksi dalam adalah penyesuaian posisi kepala janin agar diameter anteroposterior kepala sesuai dengan diameter anteroposterior pintu bawah panggul.
Pembahasan: Putar paksi dalam adalah penyesuaian posisi kepala janin agar diameter anteroposterior kepala sesuai dengan diameter anteroposterior pintu bawah panggul.
[Kasus Persalinan Kebidanan #11] Seorang perempuan G2P1A0 hamil aterm mengeluh mulas jarang sejak semalam. Hasil VT: pembukaan 1 cm, effacement 25%, ketuban (+), penurunan H I, his 1x dalam 10 menit durasi 15 detik.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
[Kasus Persalinan Kebidanan #12] Seorang perempuan G3P2A0 Kala II persalinan bayi makrosomia, kepala janin telah lahir tetapi tersangkut di vulva (Turtle Sign) dan tidak terjadi putar paksi luar.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
[Kasus Persalinan Kebidanan #13] Seorang Bayi baru lahir 1 menit yang lalu: tubuh merah ekstremitas biru, nadi 105x/m, meringis saat dihisap lendir, gerakan fleksi lemah, bernapas lambat/tak teratur.
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
[Kasus Persalinan Kebidanan #14] Seorang Bayi baru lahir masih megap-megap dengan frekuensi jantung 90x/menit setelah dilakukan langkah awal resusitasi (pemotongan tali pusat, pembersihan jalan napas, pengeringan, rangsangan taktil).
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
[Kasus Persalinan Kebidanan #15] Seorang perempuan P2A0 pasca melahirkan bayi 35 menit yang lalu. Telah diberikan oksitosin kedua dan PTT, namun plasenta belum lahir dan tidak ada tanda pelepasan.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
[Kasus Persalinan Kebidanan #16] Seorang pada kasus Retensio Plasenta dengan kandung kemih telah dikosongkan dan tanpa perdarahan profus, apakah prosedur tindakan yang harus dilakukan bidan?
Pembahasan: Indikasi plasenta manual adalah plasenta belum lahir dalam 30 menit pasca persalinan dengan kandung kemih kosong.
Pembahasan: Indikasi plasenta manual adalah plasenta belum lahir dalam 30 menit pasca persalinan dengan kandung kemih kosong.
[Kasus Persalinan Kebidanan #17] Seorang pasca persalinan, ditemukan robekan perineum yang meluas dari mukosa vagina, kulit perineum, hingga ke otot perineum, namun sfingter ani masih utuh.
Pembahasan: Laserasi mengenai mukosa vagina, kulit, dan otot perineum tanpa merusak sfingter ani adalah derajat II.
Pembahasan: Laserasi mengenai mukosa vagina, kulit, dan otot perineum tanpa merusak sfingter ani adalah derajat II.
[Kasus Persalinan Kebidanan #18] Seorang pasien mengalami Atonia Uteri pasca salin. Bidan telah melakukan KBI selama 5 menit namun kontraksi uterus tetap tidak membaik dan perdarahan berlanjut. Apakah langkah selanjutnya?
Pembahasan: Jika KBI 5 menit gagal, ajarkan keluarga Kompresi Bimanual Eksternal (KBO) sementara bidan menyiapkan uterotonika lini kedua dan cairan infus.
Pembahasan: Jika KBI 5 menit gagal, ajarkan keluarga Kompresi Bimanual Eksternal (KBO) sementara bidan menyiapkan uterotonika lini kedua dan cairan infus.
[Kasus Persalinan Kebidanan #19] Seorang Ibu Kala II dengan riwayat nyeri punggung sejak trimester III mengeluh nyeri hebat saat kontraksi. Bidan menyarankan posisi persalinan untuk mengurangi rasa nyeri dan memperluas panggul.
Pembahasan: Posisi miring kiri atau merangkak membantu mengurangi tekanan pada sakrum, meredakan backache, dan mengoptimalkan aliran darah uteroplasenta.
Pembahasan: Posisi miring kiri atau merangkak membantu mengurangi tekanan pada sakrum, meredakan backache, dan mengoptimalkan aliran darah uteroplasenta.
[Kasus Persalinan Kebidanan #20] Seorang bidan mengamati proses gerakan kepala janin menyesuaikan diri dari posisi oblik menuju anteroposterior tepat di bawah simfisis pubis saat crowning.
Pembahasan: Putar paksi dalam adalah penyesuaian posisi kepala janin agar diameter anteroposterior kepala sesuai dengan diameter anteroposterior pintu bawah panggul.
Pembahasan: Putar paksi dalam adalah penyesuaian posisi kepala janin agar diameter anteroposterior kepala sesuai dengan diameter anteroposterior pintu bawah panggul.
[Kasus Persalinan Kebidanan #21] Seorang perempuan G1P0A0 hamil aterm mengeluh mulas belum teratur sejak 4 jam yang lalu. Hasil VT: pembukaan 3 cm, effacement 40%, ketuban (+), penurunan H I-II, his 2x dalam 10 menit durasi 25 detik.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
[Kasus Persalinan Kebidanan #22] Seorang perempuan G1P0A0 dengan riwayat Diabetes Gestasional, Kala II persalinan, kepala janin telah lahir tetapi tersangkut di vulva (Turtle Sign) dan tidak terjadi putar paksi luar.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
[Kasus Persalinan Kebidanan #23] Seorang Bayi baru lahir 1 menit yang lalu: tubuh merah ekstremitas biru, nadi 118x/m, sedikit meringis saat dirangsang, gerakan fleksi lemah, bernapas lambat/tak teratur.
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
[Kasus Persalinan Kebidanan #24] Seorang Bayi baru lahir tampak lemas dan tidak bernapas spontan setelah dilakukan pemotongan tali pusat, pembersihan jalan napas, pengeringan, dan rangsangan taktil selama 30 detik.
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
[Kasus Persalinan Kebidanan #25] Seorang perempuan P1A0 pasca melahirkan bayi 40 menit yang lalu, tali pusat sudah dijepit, uterus berkontraksi baik namun plasenta belum juga lahir walau telah dilakukan PTT.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
[Kasus Persalinan Kebidanan #26] Seorang pasien Retensio Plasenta telah dilakukan PTT dan oksitosin ulang tanpa hasil, kondisi umum stabil dan tidak ada perdarahan aktif. Apakah tindakan definitif bidan?
Pembahasan: Indikasi plasenta manual adalah plasenta belum lahir dalam 30 menit pasca persalinan dengan kandung kemih kosong.
Pembahasan: Indikasi plasenta manual adalah plasenta belum lahir dalam 30 menit pasca persalinan dengan kandung kemih kosong.
[Kasus Persalinan Kebidanan #27] Seorang pasca persalinan primipara dilakukan pemeriksaan robekan jalan lahir yang melibatkan mukosa vagina, kulit, dan otot perineum, sfingter ani teraba utuh dan tidak terputus.
Pembahasan: Laserasi mengenai mukosa vagina, kulit, dan otot perineum tanpa merusak sfingter ani adalah derajat II.
Pembahasan: Laserasi mengenai mukosa vagina, kulit, dan otot perineum tanpa merusak sfingter ani adalah derajat II.
[Kasus Persalinan Kebidanan #28] Seorang pasien Atonia Uteri telah dilakukan KBI oleh bidan selama 5 menit, uterus masih teraba lembek dan darah masih mengalir. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat?
Pembahasan: Jika KBI 5 menit gagal, ajarkan keluarga Kompresi Bimanual Eksternal (KBO) sementara bidan menyiapkan uterotonika lini kedua dan cairan infus.
Pembahasan: Jika KBI 5 menit gagal, ajarkan keluarga Kompresi Bimanual Eksternal (KBO) sementara bidan menyiapkan uterotonika lini kedua dan cairan infus.
[Kasus Persalinan Kebidanan #29] Seorang Ibu Kala II janin posisi oksiput posterior mengeluh nyeri punggung bawah hebat setiap kontraksi. Bidan menyarankan posisi persalinan yang dapat mengurangi rasa nyeri.
Pembahasan: Posisi miring kiri atau merangkak membantu mengurangi tekanan pada sakrum, meredakan backache, dan mengoptimalkan aliran darah uteroplasenta.
Pembahasan: Posisi miring kiri atau merangkak membantu mengurangi tekanan pada sakrum, meredakan backache, dan mengoptimalkan aliran darah uteroplasenta.
[Kasus Persalinan Kebidanan #30] Seorang proses penyesuaian ubun-ubun kecil janin dari posisi lintang/oblik ke arah depan (di bawah simfisis) agar sesuai sumbu panggul saat kepala mencapai dasar panggul.
Pembahasan: Putar paksi dalam adalah penyesuaian posisi kepala janin agar diameter anteroposterior kepala sesuai dengan diameter anteroposterior pintu bawah panggul.
Pembahasan: Putar paksi dalam adalah penyesuaian posisi kepala janin agar diameter anteroposterior kepala sesuai dengan diameter anteroposterior pintu bawah panggul.
[Kasus Persalinan Kebidanan #31] Seorang perempuan G3P2A0 hamil aterm mengeluh mulas ringan hilang timbul. Hasil VT: pembukaan 2 cm, effacement 30%, ketuban (+), penurunan H I, his 2x dalam 10 menit durasi 20 detik.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
Pembahasan: Pembukaan serviks dari 0 cm hingga 3 cm (kurang dari 4 cm) merupakan persalinan Kala I Fase Laten.
[Kasus Persalinan Kebidanan #32] Seorang perempuan G2P1A0 Kala II persalinan, kepala janin telah lahir namun dagu tertarik dan menekan perineum (Turtle Sign), putar paksi luar tidak terjadi.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
Pembahasan: Tatalaksana awal dystocia bahu adalah manuver McRoberts disertai penekanan suprapubik.
[Kasus Persalinan Kebidanan #33] Seorang Bayi baru lahir 1 menit yang lalu: tubuh merah ekstremitas biru, nadi 100x/m, meringis saat dihisap lendir, gerakan fleksi lemah, bernapas lambat/tak teratur.
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
Pembahasan: Warna (1) + Nadi (2) + Reaksi (1) + Tonus (1) + Pernapasan (1) = Total Skor APGAR 6 (Asfiksia Sedang).
[Kasus Persalinan Kebidanan #34] Seorang Bayi baru lahir tetap megap-megap dan sianosis sentral walau sudah dikeringkan, dihangatkan, dan diberi rangsangan taktil oleh bidan.
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
Pembahasan: BBL yang tidak bernapas/megap-megap setelah langkah awal resusitasi harus segera diberikan Ventilasi Tekanan Positif (VTP).
[Kasus Persalinan Kebidanan #35] Seorang perempuan P3A0 pasca melahirkan bayi 32 menit yang lalu. Bidan telah memberikan oksitosin kedua namun plasenta belum lahir dan tidak ditemukan tanda pelepasan plasenta.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
Pembahasan: Plasenta yang belum lahir melebihi 30 menit pasca persalinan bayi disebut Retensio Plasenta.
[Kasus Persalinan Kebidanan #36] Seorang pasien 40 menit pasca persalinan dengan plasenta belum lahir dan kandung kemih sudah dikosongkan melalui kateterisasi. Apakah tindakan yang harus segera dilakukan bidan?
Pembahasan: Indikasi plasenta manual adalah plasenta belum lahir dalam 30 menit pasca persalinan dengan kandung kemih kosong.
Pembahasan: Indikasi plasenta manual adalah plasenta belum lahir dalam 30 menit pasca persalinan dengan kandung kemih kosong.
[Kasus Persalinan Kebidanan #37] Seorang bidan melakukan penjahitan robekan perineum spontan yang meliputi mukosa vagina, kulit perineum, dan otot perineum tanpa mengenai sfingter ani eksterna.
Pembahasan: Laserasi mengenai mukosa vagina, kulit, dan otot perineum tanpa merusak sfingter ani adalah derajat II.
Pembahasan: Laserasi mengenai mukosa vagina, kulit, dan otot perineum tanpa merusak sfingter ani adalah derajat II.
[Kasus Persalinan Kebidanan #38] Seorang pasien pasca salin mengalami Atonia Uteri, KBI oleh bidan selama 5 menit belum menunjukkan perbaikan kontraksi. Apakah langkah kombinasi yang tepat dilakukan selanjutnya?
Pembahasan: Jika KBI 5 menit gagal, ajarkan keluarga Kompresi Bimanual Eksternal (KBO) sementara bidan menyiapkan uterotonika lini kedua dan cairan infus.
Pembahasan: Jika KBI 5 menit gagal, ajarkan keluarga Kompresi Bimanual Eksternal (KBO) sementara bidan menyiapkan uterotonika lini kedua dan cairan infus.
[Kasus Persalinan Kebidanan #39] Seorang Ibu Kala II mengeluh nyeri punggung hebat serta merasa sesak saat berbaring telentang. Bidan menyarankan posisi persalinan alternatif yang lebih nyaman.
Pembahasan: Posisi miring kiri atau merangkak membantu mengurangi tekanan pada sakrum, meredakan backache, dan mengoptimalkan aliran darah uteroplasenta.
Pembahasan: Posisi miring kiri atau merangkak membantu mengurangi tekanan pada sakrum, meredakan backache, dan mengoptimalkan aliran darah uteroplasenta.
[Kasus Persalinan Kebidanan #40] Seorang gerakan rotasi kepala janin di dasar panggul dari posisi transversal menjadi anteroposterior sesaat sebelum kepala tampak di vulva.
Pembahasan: Putar paksi dalam adalah penyesuaian posisi kepala janin agar diameter anteroposterior kepala sesuai dengan diameter anteroposterior pintu bawah panggul.
Pembahasan: Putar paksi dalam adalah penyesuaian posisi kepala janin agar diameter anteroposterior kepala sesuai dengan diameter anteroposterior pintu bawah panggul.
[Kasus Pranikah Kebidanan #2] Seorang calon pengantin perempuan usia 24 tahun datang ke Puskesmas untuk konseling kesehatan pranikah. Berdasarkan buku KIA, ia belum pernah mendapatkan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) sama sekali. Berapa kali dan dengan interval berapa imunisasi TT harus diberikan agar mencapai status TT5 (perlindungan seumur hidup)?
Pembahasan: Jadwal imunisasi TT lengkap (status T5): TT1 diberikan sedini mungkin, TT2 (4 minggu setelah TT1, lindungan 3 tahun), TT3 (6 bulan setelah TT2, lindungan 5 tahun), TT4 (1 tahun setelah TT3, lindungan 10 tahun), TT5 (1 tahun setelah TT4, lindungan 25 tahun/seumur hidup).
Pembahasan: Jadwal imunisasi TT lengkap (status T5): TT1 diberikan sedini mungkin, TT2 (4 minggu setelah TT1, lindungan 3 tahun), TT3 (6 bulan setelah TT2, lindungan 5 tahun), TT4 (1 tahun setelah TT3, lindungan 10 tahun), TT5 (1 tahun setelah TT4, lindungan 25 tahun/seumur hidup).
[Kasus Pranikah Kebidanan #3] Sepasang calon pengantin datang ke Puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan pranikah sesuai program pemerintah. Selain golongan darah dan Hb, pemeriksaan laboratorium skrining penyakit menular apa yang wajib ditawarkan bidan untuk mencegah penularan pada pasangan dan calon janin?
Pembahasan: Skrining kesehatan pranikah yang direkomendasikan Kemenkes meliputi pemeriksaan HIV, Hepatitis B (HBsAg), dan Sifilis (VDRL/TPHA) untuk mencegah penularan vertikal ke janin dan horizontal ke pasangan.
Pembahasan: Skrining kesehatan pranikah yang direkomendasikan Kemenkes meliputi pemeriksaan HIV, Hepatitis B (HBsAg), dan Sifilis (VDRL/TPHA) untuk mencegah penularan vertikal ke janin dan horizontal ke pasangan.
[Kasus Pranikah Kebidanan #4] Seorang calon pengantin perempuan dengan status gizi kurang (IMT 17,2) berkonsultasi ke bidan untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat. Apakah edukasi gizi prakonsepsi yang paling tepat diberikan bidan?
Pembahasan: Calon pengantin dengan IMT kurang perlu edukasi peningkatan asupan energi-protein seimbang, konsumsi tablet tambah darah, dan pemantauan berat badan hingga mencapai IMT normal (18,5-25) sebelum program kehamilan untuk mencegah risiko KEK dan BBLR.
Pembahasan: Calon pengantin dengan IMT kurang perlu edukasi peningkatan asupan energi-protein seimbang, konsumsi tablet tambah darah, dan pemantauan berat badan hingga mencapai IMT normal (18,5-25) sebelum program kehamilan untuk mencegah risiko KEK dan BBLR.
[Kasus Pranikah Kebidanan #5] Sepasang calon pengantin (perempuan 19 tahun) berkonsultasi mengenai rencana memiliki anak segera setelah menikah. Apakah edukasi bidan terkait usia reproduksi sehat yang paling tepat?
Pembahasan: Usia reproduksi sehat untuk hamil dan melahirkan adalah 20-35 tahun karena risiko komplikasi (anemia, KEK, preeklamsia, persalinan macet) meningkat pada usia <20 tahun akibat organ reproduksi yang belum matang sempurna.
Pembahasan: Usia reproduksi sehat untuk hamil dan melahirkan adalah 20-35 tahun karena risiko komplikasi (anemia, KEK, preeklamsia, persalinan macet) meningkat pada usia <20 tahun akibat organ reproduksi yang belum matang sempurna.
[Kasus Pranikah Kebidanan #6] Sepasang calon pengantin diketahui memiliki hubungan sedarah (sepupu) dan salah satu keluarga besar memiliki riwayat penyakit keturunan. Apakah tindakan konseling pranikah yang paling tepat dilakukan bidan?
Pembahasan: Pada pasangan dengan riwayat keluarga penyakit genetik atau perkawinan sedarah, bidan wajib memberikan konseling genetik dan merujuk untuk pemeriksaan penunjang (skrining pembawa sifat) guna menilai risiko penyakit keturunan pada keturunannya.
Pembahasan: Pada pasangan dengan riwayat keluarga penyakit genetik atau perkawinan sedarah, bidan wajib memberikan konseling genetik dan merujuk untuk pemeriksaan penunjang (skrining pembawa sifat) guna menilai risiko penyakit keturunan pada keturunannya.
[Kasus Nifas Kebidanan #1] Seorang ibu nifas hari ke-10 mengeluh darah nifas masih berwarna merah segar, TFU teraba 2 jari di bawah pusat, fundus lembek.
Pembahasan: Kegagalan uterus kembali ke ukuran normal (TFU masih tinggi pada hari ke-10) disertai perdarahan adalah Subinvolusi Uteri.
Pembahasan: Kegagalan uterus kembali ke ukuran normal (TFU masih tinggi pada hari ke-10) disertai perdarahan adalah Subinvolusi Uteri.
[Kasus Nifas Kebidanan #2] Seorang Pengeluaran lochea pada ibu nifas hari ke-2 pasca salin berwarna merah segar berisi darah segar dan sisa selaput ketuban.
Pembahasan: Lochea Rubra keluar pada hari ke 1-3 pasca salin berwarna merah segar.
Pembahasan: Lochea Rubra keluar pada hari ke 1-3 pasca salin berwarna merah segar.
[Kasus Nifas Kebidanan #3] Seorang Pengeluaran vagina ibu nifas hari ke-8 berwarna kekuningan/kecokelatan dan lebih cair.
Pembahasan: Lochea Serosa keluar pada hari ke 7-14 berwarna kuning kecokelatan/merah muda pucat.
Pembahasan: Lochea Serosa keluar pada hari ke 7-14 berwarna kuning kecokelatan/merah muda pucat.
[Kasus Nifas Kebidanan #4] Seorang Ibu nifas 2 minggu mengeluh payudara kanan merah, bengkak, nyeri tekan, terasa panas, dan demam tinggi 38,8°C.
Pembahasan: Peradangan payudara unilateral dengan gejala demam tinggi (>38°C), kemerahan lokal, dan nyeri adalah Mastitis.
Pembahasan: Peradangan payudara unilateral dengan gejala demam tinggi (>38°C), kemerahan lokal, dan nyeri adalah Mastitis.
[Kasus Nifas Kebidanan #5] Seorang Ibu menyusui mengeluh benjolan pada payudara kanan terasa sangat nyeri, fluktuasi (+), kulit di atasnya mengkilap dan kemerahan.
Pembahasan: Adanya fluktuasi (pus/nanah di dalam jaringan payudara) menandakan Mastitis telah berkembang menjadi Abses Payudara.
Pembahasan: Adanya fluktuasi (pus/nanah di dalam jaringan payudara) menandakan Mastitis telah berkembang menjadi Abses Payudara.
[Kasus Nifas Kebidanan #6] Seorang Ibu nifas hari ke-5 sering menangis tanpa alasan jelas, cemas, sensitif, namun tetap bisa merawat bayinya.
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, cemas yang muncul pada minggu pertama nifas dan bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) adalah Postpartum Blues.
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, cemas yang muncul pada minggu pertama nifas dan bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) adalah Postpartum Blues.
[Kasus Nifas Kebidanan #7] Seorang Ibu nifas 1 bulan menolak menyusui dan merawat bayinya, merasa tidak berguna sebagai ibu, dan menarik diri dari keluarga.
Pembahasan: Gejala gangguan suasana hati berat, penolakan terhadap bayi, dan berlangsung >2 minggu mengindikasikan Depresi Postpartum.
Pembahasan: Gejala gangguan suasana hati berat, penolakan terhadap bayi, dan berlangsung >2 minggu mengindikasikan Depresi Postpartum.
[Kasus Nifas Kebidanan #8] Seorang Refleks yang menyebabkan kontraksi sel mioepitel di sekeliling alveoli payudara sehingga ASI memancar keluar saat bayi menyusu.
Pembahasan: Oksitosin memicu kontraksi sel mioepitelium payudara (Let-Down Reflex) untuk mengalirkan ASI.
Pembahasan: Oksitosin memicu kontraksi sel mioepitelium payudara (Let-Down Reflex) untuk mengalirkan ASI.
[Kasus Nifas Kebidanan #9] Seorang Ibu menyusui mengeluh kedua puting lecet dan sangat nyeri saat bayi menyusu. Hasil observasi: hanya puting susu saja yang masuk ke mulut bayi.
Pembahasan: Puting lecet paling sering disebabkan oleh perlekatan (latch-on) yang tidak adekuat (hanya mengisap puting, bukan areola).
Pembahasan: Puting lecet paling sering disebabkan oleh perlekatan (latch-on) yang tidak adekuat (hanya mengisap puting, bukan areola).
[Kasus Nifas Kebidanan #10] Seorang Prinsip perawatan tali pusat bayi baru lahir yang paling tepat sesuai standar WHO/Kemenkes adalah:
Pembahasan: Perawatan tali pusat yang direkomendasikan adalah perawatan terbuka, tetap bersih dan kering (dry care) tanpa alkohol/antiseptik.
Pembahasan: Perawatan tali pusat yang direkomendasikan adalah perawatan terbuka, tetap bersih dan kering (dry care) tanpa alkohol/antiseptik.
[Kasus Nifas Kebidanan #11] Seorang ibu nifas hari ke-12 mengeluh darah nifas masih berwarna merah segar dan berbau, TFU teraba 3 jari di atas simfisis (masih tinggi), fundus teraba lembek.
Pembahasan: Kegagalan uterus kembali ke ukuran normal (TFU masih tinggi pada hari ke-12) disertai perdarahan adalah Subinvolusi Uteri.
Pembahasan: Kegagalan uterus kembali ke ukuran normal (TFU masih tinggi pada hari ke-12) disertai perdarahan adalah Subinvolusi Uteri.
[Kasus Nifas Kebidanan #12] Seorang Pengeluaran lochea pada ibu nifas hari ke-1 pasca salin berwarna merah segar berisi darah segar dan sisa selaput ketuban.
Pembahasan: Lochea Rubra keluar pada hari ke 1-3 pasca salin berwarna merah segar.
Pembahasan: Lochea Rubra keluar pada hari ke 1-3 pasca salin berwarna merah segar.
[Kasus Nifas Kebidanan #13] Seorang Pengeluaran vagina ibu nifas hari ke-9 berwarna kekuningan/kecokelatan dan lebih cair.
Pembahasan: Lochea Serosa keluar pada hari ke 7-14 berwarna kuning kecokelatan/merah muda pucat.
Pembahasan: Lochea Serosa keluar pada hari ke 7-14 berwarna kuning kecokelatan/merah muda pucat.
[Kasus Nifas Kebidanan #14] Seorang Ibu nifas 3 minggu mengeluh payudara kiri merah, bengkak, nyeri tekan, teraba keras di satu area, dan demam 38,5°C.
Pembahasan: Peradangan payudara unilateral dengan gejala demam tinggi (>38°C), kemerahan lokal, dan nyeri adalah Mastitis.
Pembahasan: Peradangan payudara unilateral dengan gejala demam tinggi (>38°C), kemerahan lokal, dan nyeri adalah Mastitis.
[Kasus Nifas Kebidanan #15] Seorang Ibu menyusui mengeluh benjolan pada payudara kiri sangat nyeri berdenyut, fluktuasi (+), kulit di atasnya tampak mengkilap kemerahan dan demam tinggi.
Pembahasan: Adanya fluktuasi (pus/nanah di dalam jaringan payudara) menandakan Mastitis telah berkembang menjadi Abses Payudara.
Pembahasan: Adanya fluktuasi (pus/nanah di dalam jaringan payudara) menandakan Mastitis telah berkembang menjadi Abses Payudara.
[Kasus Nifas Kebidanan #16] Seorang Ibu nifas hari ke-4 sering menangis tiba-tiba, mudah tersinggung dan cemas berlebihan, namun masih mampu menyusui dan merawat bayinya dengan baik.
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, cemas yang muncul pada minggu pertama nifas dan bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) adalah Postpartum Blues.
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, cemas yang muncul pada minggu pertama nifas dan bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) adalah Postpartum Blues.
[Kasus Nifas Kebidanan #17] Seorang Ibu nifas 5 minggu tampak murung berkepanjangan, enggan menyusui, merasa dirinya ibu yang buruk, dan menghindari kontak dengan bayinya.
Pembahasan: Gejala gangguan suasana hati berat, penolakan terhadap bayi, dan berlangsung >2 minggu mengindikasikan Depresi Postpartum.
Pembahasan: Gejala gangguan suasana hati berat, penolakan terhadap bayi, dan berlangsung >2 minggu mengindikasikan Depresi Postpartum.
[Kasus Nifas Kebidanan #18] Seorang Refleks pada ibu menyusui yang dipicu oleh isapan bayi dan menyebabkan ASI memancar/menyembur keluar akibat kontraksi sel di sekitar alveoli payudara.
Pembahasan: Oksitosin memicu kontraksi sel mioepitelium payudara (Let-Down Reflex) untuk mengalirkan ASI.
Pembahasan: Oksitosin memicu kontraksi sel mioepitelium payudara (Let-Down Reflex) untuk mengalirkan ASI.
[Kasus Nifas Kebidanan #19] Seorang Ibu menyusui mengeluh puting kanan lecet dan perih saat menyusui. Hasil observasi: bayi hanya mengisap ujung puting dan pipi bayi tampak cekung saat mengisap.
Pembahasan: Puting lecet paling sering disebabkan oleh perlekatan (latch-on) yang tidak adekuat (hanya mengisap puting, bukan areola).
Pembahasan: Puting lecet paling sering disebabkan oleh perlekatan (latch-on) yang tidak adekuat (hanya mengisap puting, bukan areola).
[Kasus Nifas Kebidanan #20] Seorang Bidan memberikan edukasi kepada ibu baru melahirkan mengenai cara merawat tali pusat bayi baru lahir yang benar sesuai standar terkini.
Pembahasan: Perawatan tali pusat yang direkomendasikan adalah perawatan terbuka, tetap bersih dan kering (dry care) tanpa alkohol/antiseptik.
Pembahasan: Perawatan tali pusat yang direkomendasikan adalah perawatan terbuka, tetap bersih dan kering (dry care) tanpa alkohol/antiseptik.
[Kasus Nifas Kebidanan #21] Seorang ibu nifas hari ke-9 mengeluh darah nifas tidak kunjung berkurang dan tetap merah segar, TFU teraba 2 jari di atas simfisis, fundus lembek saat dipalpasi.
Pembahasan: Kegagalan uterus kembali ke ukuran normal (TFU masih tinggi) disertai perdarahan pada masa nifas adalah Subinvolusi Uteri.
Pembahasan: Kegagalan uterus kembali ke ukuran normal (TFU masih tinggi) disertai perdarahan pada masa nifas adalah Subinvolusi Uteri.
[Kasus Nifas Kebidanan #22] Seorang Pengeluaran lochea pada ibu nifas hari ke-3 pasca salin berwarna merah segar bercampur sedikit gumpalan darah kecil.
Pembahasan: Lochea Rubra keluar pada hari ke 1-3 pasca salin berwarna merah segar.
Pembahasan: Lochea Rubra keluar pada hari ke 1-3 pasca salin berwarna merah segar.
[Kasus Nifas Kebidanan #23] Seorang Pengeluaran vagina ibu nifas hari ke-10 berwarna merah muda pucat dan tidak berbau busuk.
Pembahasan: Lochea Serosa keluar pada hari ke 7-14 berwarna kuning kecokelatan/merah muda pucat.
Pembahasan: Lochea Serosa keluar pada hari ke 7-14 berwarna kuning kecokelatan/merah muda pucat.
[Kasus Nifas Kebidanan #24] Seorang Ibu nifas 10 hari mengeluh payudara kanan merah dan panas pada satu bagian, nyeri hebat saat menyusui, disertai demam tinggi 39°C dan menggigil.
Pembahasan: Peradangan payudara unilateral dengan gejala demam tinggi (>38°C), kemerahan lokal, dan nyeri adalah Mastitis.
Pembahasan: Peradangan payudara unilateral dengan gejala demam tinggi (>38°C), kemerahan lokal, dan nyeri adalah Mastitis.
[Kasus Nifas Kebidanan #25] Seorang Ibu dengan riwayat mastitis tidak tertangani, kini teraba benjolan lunak berfluktuasi pada payudara kanan, kulit kemerahan mengkilap dan sangat nyeri saat disentuh.
Pembahasan: Adanya fluktuasi (pus/nanah di dalam jaringan payudara) menandakan Mastitis telah berkembang menjadi Abses Payudara.
Pembahasan: Adanya fluktuasi (pus/nanah di dalam jaringan payudara) menandakan Mastitis telah berkembang menjadi Abses Payudara.
[Kasus Nifas Kebidanan #26] Seorang Ibu nifas hari ke-6 mengeluh mood mudah berubah, sering menangis tanpa sebab jelas dan merasa lelah, tetapi tetap dapat mengurus bayinya sehari-hari.
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, cemas yang muncul pada minggu pertama nifas dan bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) adalah Postpartum Blues.
Pembahasan: Perasaan sedih, mudah menangis, cemas yang muncul pada minggu pertama nifas dan bersifat transient (hilang sendiri <2 minggu) adalah Postpartum Blues.
[Kasus Nifas Kebidanan #27] Seorang Ibu nifas 6 minggu terus-menerus merasa sedih, kehilangan minat merawat bayinya, sulit tidur meski bayi sedang tidur, dan menarik diri dari lingkungan sosial.
Pembahasan: Gejala gangguan suasana hati berat, penolakan terhadap bayi, dan berlangsung >2 minggu mengindikasikan Depresi Postpartum.
Pembahasan: Gejala gangguan suasana hati berat, penolakan terhadap bayi, dan berlangsung >2 minggu mengindikasikan Depresi Postpartum.
[Kasus Nifas Kebidanan #28] Seorang Ibu menyusui merasakan payudaranya seperti ‘kesemutan’ dan ASI mulai menetes deras saat mendengar tangisan bayinya, meski bayi belum menyusu langsung.
Pembahasan: Oksitosin memicu kontraksi sel mioepitelium payudara (Let-Down Reflex) untuk mengalirkan ASI, dapat terangsang oleh rangsang psikis seperti suara tangisan bayi.
Pembahasan: Oksitosin memicu kontraksi sel mioepitelium payudara (Let-Down Reflex) untuk mengalirkan ASI, dapat terangsang oleh rangsang psikis seperti suara tangisan bayi.
[Kasus Nifas Kebidanan #29] Seorang Ibu menyusui mengeluh nyeri dan lecet pada puting susu. Hasil observasi: dagu bayi tidak menempel payudara dan mulut bayi tidak membuka lebar saat menyusu.
Pembahasan: Puting lecet paling sering disebabkan oleh perlekatan (latch-on) yang tidak adekuat.
Pembahasan: Puting lecet paling sering disebabkan oleh perlekatan (latch-on) yang tidak adekuat.
[Kasus Nifas Kebidanan #30] Seorang Ibu bertanya kepada bidan mengenai boleh tidaknya membubuhkan ramuan tradisional pada tali pusat bayinya agar cepat puput/lepas.
Pembahasan: Perawatan tali pusat yang direkomendasikan adalah perawatan terbuka, tetap bersih dan kering (dry care) tanpa alkohol/antiseptik maupun ramuan apa pun karena berisiko infeksi (tetanus neonatorum).
Pembahasan: Perawatan tali pusat yang direkomendasikan adalah perawatan terbuka, tetap bersih dan kering (dry care) tanpa alkohol/antiseptik maupun ramuan apa pun karena berisiko infeksi (tetanus neonatorum).
[Kasus Masa Antara Kebidanan #2] Seorang bidan memberikan penyuluhan di Posyandu Lansia mengenai tahapan kesehatan reproduksi perempuan. Apakah definisi yang tepat mengenai istilah ‘Masa Antara’ dalam pelayanan kesehatan reproduksi?
Pembahasan: Masa Antara (masa interval) adalah periode usia reproduksi sehat perempuan (umumnya 20-45 tahun) di antara masa remaja dan masa klimakterium/menopause, yang menjadi fokus pelayanan KB dan kesehatan reproduksi untuk menjaga jarak dan jumlah kehamilan yang sehat.
Pembahasan: Masa Antara (masa interval) adalah periode usia reproduksi sehat perempuan (umumnya 20-45 tahun) di antara masa remaja dan masa klimakterium/menopause, yang menjadi fokus pelayanan KB dan kesehatan reproduksi untuk menjaga jarak dan jumlah kehamilan yang sehat.
[Kasus Masa Antara Kebidanan #3] Seorang perempuan usia 47 tahun mengeluh mudah tersinggung, cemas berlebihan, sulit berkonsentrasi, dan gangguan tidur sejak siklus haidnya mulai tidak teratur 6 bulan terakhir. Apakah kondisi yang dialami perempuan tersebut?
Pembahasan: Sindrom Klimakterik meliputi gejala vasomotor (hot flushes), gejala fisik, dan gejala psikologis (iritabilitas, cemas, sulit konsentrasi, gangguan tidur) akibat fluktuasi hormon estrogen pada periode transisi menuju menopause (perimenopause).
Pembahasan: Sindrom Klimakterik meliputi gejala vasomotor (hot flushes), gejala fisik, dan gejala psikologis (iritabilitas, cemas, sulit konsentrasi, gangguan tidur) akibat fluktuasi hormon estrogen pada periode transisi menuju menopause (perimenopause).
[Kasus Masa Antara Kebidanan #4] Seorang perempuan usia 46 tahun P3A0 dengan siklus haid mulai tidak teratur, tidak merokok, dan tidak memiliki riwayat hipertensi, masih ingin menggunakan kontrasepsi karena belum yakin sudah menopause. Apakah pilihan kontrasepsi yang paling aman disarankan bidan?
Pembahasan: Pada perempuan perimenopause tanpa kontraindikasi, kontrasepsi non-hormonal (AKDR) atau progestin only (mini pil, implan, suntik) lebih dianjurkan dibanding pil kombinasi estrogen karena risiko kardiovaskular meningkat seiring usia.
Pembahasan: Pada perempuan perimenopause tanpa kontraindikasi, kontrasepsi non-hormonal (AKDR) atau progestin only (mini pil, implan, suntik) lebih dianjurkan dibanding pil kombinasi estrogen karena risiko kardiovaskular meningkat seiring usia.
[Kasus Masa Antara Kebidanan #5] Seorang perempuan usia 48 tahun berkonsultasi mengenai pola makan yang tepat untuk menghadapi masa perimenopause guna mencegah penambahan berat badan dan menjaga kepadatan tulang. Apakah edukasi gizi yang paling tepat diberikan bidan?
Pembahasan: Pada masa perimenopause dianjurkan diet tinggi kalsium dan Vitamin D untuk mencegah osteoporosis, tinggi serat untuk mencegah obesitas, serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh berlebih.
Pembahasan: Pada masa perimenopause dianjurkan diet tinggi kalsium dan Vitamin D untuk mencegah osteoporosis, tinggi serat untuk mencegah obesitas, serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh berlebih.
[Kasus Masa Antara Kebidanan #6] Seorang perempuan usia 45 tahun datang untuk pemeriksaan kesehatan reproduksi rutin. Selain Pap Smear/IVA, pemeriksaan penapisan (skrining) lain apakah yang dianjurkan pada rentang usia ini untuk deteksi dini keganasan payudara?
Pembahasan: Pada perempuan usia perimenopause (>40 tahun) dianjurkan skrining payudara melalui SADARI (Periksa Payudara Sendiri) rutin bulanan dan mammografi/USG payudara berkala untuk deteksi dini kanker payudara.
Pembahasan: Pada perempuan usia perimenopause (>40 tahun) dianjurkan skrining payudara melalui SADARI (Periksa Payudara Sendiri) rutin bulanan dan mammografi/USG payudara berkala untuk deteksi dini kanker payudara.
[Kasus KB dan Kespro #1] Seorang Akseptor KB suntik DMPA (Depo Provera) mengeluh tidak mengalami haid (amenorea) selama 6 bulan terakhir. Tes kehamilan (-).
Pembahasan: Amenorea adalah efek samping tersering KB progestin (suntik 3 bulan) akibat atrofi endometrium, tidak berbahaya dan perlu edukasi/reassurance.
Pembahasan: Amenorea adalah efek samping tersering KB progestin (suntik 3 bulan) akibat atrofi endometrium, tidak berbahaya dan perlu edukasi/reassurance.
[Kasus KB dan Kespro #2] Seorang Akseptor KB AKDR Copper T mengeluh darah haid lebih banyak dari biasanya dan mulas pada hari pertama haid.
Pembahasan: Efek samping umum IUD tembaga adalah hipermenorea dan dismenorea ringan pada bulan-bulan pertama, ditatalaksana simptomatik dengan NSAID.
Pembahasan: Efek samping umum IUD tembaga adalah hipermenorea dan dismenorea ringan pada bulan-bulan pertama, ditatalaksana simptomatik dengan NSAID.
[Kasus KB dan Kespro #3] Seorang Pemasangan IUD yang dilakukan dalam kurun waktu 10 menit setelah plasenta lahir disebut:
Pembahasan: Pemasangan IUD dalam 10 menit pascalahirnya plasenta adalah IUD Pascaplasenta.
Pembahasan: Pemasangan IUD dalam 10 menit pascalahirnya plasenta adalah IUD Pascaplasenta.
[Kasus KB dan Kespro #4] Seorang Berapakah jumlah batang dan masa kerja kontrasepsi Implan jenis Norplant vs Indoplant/Implanon yang umum digunakan saat ini (2 batang)?
Pembahasan: Kontrasepsi implan 2 batang (seperti Indoplant/Jadena) memiliki masa efektivitas 3 tahun.
Pembahasan: Kontrasepsi implan 2 batang (seperti Indoplant/Jadena) memiliki masa efektivitas 3 tahun.
[Kasus KB dan Kespro #5] Seorang Seorang perempuan datang ke PMB mengaku kondom bocor saat berhubungan suami istri 24 jam yang lalu. Jenis kontrasepsi darurat yang tepat adalah:
Pembahasan: Pil kontrasepsi darurat Levonorgestrel efektif jika diminum dalam waktu <72 jam pascasanggama tak terlindungi.
Pembahasan: Pil kontrasepsi darurat Levonorgestrel efektif jika diminum dalam waktu <72 jam pascasanggama tak terlindungi.
[Kasus KB dan Kespro #6] Seorang Pemeriksaan skrining kanker serviks menggunakan asam asetat 3-5% yang diusapkan pada porsio serviks.
Pembahasan: Skrining kanker serviks dengan mengoleskan larutan asam asetat 3-5% pada serviks dinamakan Tes IVA (terbentuk warna acetowhite bila abnormal).
Pembahasan: Skrining kanker serviks dengan mengoleskan larutan asam asetat 3-5% pada serviks dinamakan Tes IVA (terbentuk warna acetowhite bila abnormal).
[Kasus KB dan Kespro #7] Seorang perempuan 45 tahun P4A0 mengeluh mengalami perdarahan pasca senggama (contact bleeding) dan keputihan berbau busuk bercampur darah.
Pembahasan: Contact bleeding (perdarahan pasca koitus) dan keputihan berbau busuk merupakan tanda khas Karsinoma Serviks.
Pembahasan: Contact bleeding (perdarahan pasca koitus) dan keputihan berbau busuk merupakan tanda khas Karsinoma Serviks.
[Kasus KB dan Kespro #8] Seorang perempuan 38 tahun mengeluh perdarahan haid sangat banyak (menoragia) dan teraba benjolan keras berbatas tegas di perut bawah.
Pembahasan: Benjolan padat pada uterus dengan keluhan utama perdarahan haid banyak (menoragia) mengarahkan pada Mioma Uteri.
Pembahasan: Benjolan padat pada uterus dengan keluhan utama perdarahan haid banyak (menoragia) mengarahkan pada Mioma Uteri.
[Kasus KB dan Kespro #9] Seorang perempuan 22 tahun mengeluh gatal hebat di area vulva dan keluar keputihan kental putih menggumpal seperti kepala susu/tahu hancur.
Pembahasan: Keputihan putih kental seperti susu basi/santan dan rasa gatal hebat adalah ciri khas Kandidiasis Vaginalis (fungal).
Pembahasan: Keputihan putih kental seperti susu basi/santan dan rasa gatal hebat adalah ciri khas Kandidiasis Vaginalis (fungal).
[Kasus KB dan Kespro #10] Seorang perempuan 28 tahun mengeluh keputihan berwarna hijau kekuningan, berbusa, berbau amis, dan serviks tampak kemerahan (Strawberry Cervix).
Pembahasan: Keputihan encer berbusa warna hijau kekuningan dan tanda ‘strawberry cervix’ disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.
Pembahasan: Keputihan encer berbusa warna hijau kekuningan dan tanda ‘strawberry cervix’ disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.
[Kasus KB dan Kespro #11] Seorang Akseptor KB suntik DMPA (Depo Provera) mengeluh tidak haid sama sekali sejak 8 bulan menggunakan suntik. Tes kehamilan (-), tidak ada keluhan lain.
Pembahasan: Amenorea adalah efek samping tersering KB progestin (suntik 3 bulan) akibat atrofi endometrium, tidak berbahaya dan perlu edukasi/reassurance.
Pembahasan: Amenorea adalah efek samping tersering KB progestin (suntik 3 bulan) akibat atrofi endometrium, tidak berbahaya dan perlu edukasi/reassurance.
[Kasus KB dan Kespro #12] Seorang Akseptor KB AKDR Copper T 3 bulan pemakaian mengeluh haid menjadi lebih banyak dan lebih lama dari biasanya disertai kram perut ringan.
Pembahasan: Efek samping umum IUD tembaga adalah hipermenorea dan dismenorea ringan pada bulan-bulan pertama, ditatalaksana simptomatik dengan NSAID.
Pembahasan: Efek samping umum IUD tembaga adalah hipermenorea dan dismenorea ringan pada bulan-bulan pertama, ditatalaksana simptomatik dengan NSAID.
[Kasus KB dan Kespro #13] Seorang bidan memasang AKDR pada seorang ibu tepat 8 menit setelah plasenta lahir lengkap. Apakah istilah untuk waktu pemasangan AKDR tersebut?
Pembahasan: Pemasangan IUD dalam 10 menit pascalahirnya plasenta adalah IUD Pascaplasenta.
Pembahasan: Pemasangan IUD dalam 10 menit pascalahirnya plasenta adalah IUD Pascaplasenta.
[Kasus KB dan Kespro #14] Seorang akseptor memilih kontrasepsi implan jenis Indoplant/Jadena yang terdiri dari 2 batang. Berapa lama masa efektivitas kontrasepsi tersebut?
Pembahasan: Kontrasepsi implan 2 batang (seperti Indoplant/Jadena) memiliki masa efektivitas 3 tahun.
Pembahasan: Kontrasepsi implan 2 batang (seperti Indoplant/Jadena) memiliki masa efektivitas 3 tahun.
[Kasus KB dan Kespro #15] Seorang perempuan datang ke PMB mengaku lupa minum pil KB 2 hari berturut-turut dan berhubungan suami istri tanpa proteksi tambahan 30 jam yang lalu. Jenis kontrasepsi darurat yang tepat adalah:
Pembahasan: Pil kontrasepsi darurat Levonorgestrel efektif jika diminum dalam waktu <72 jam pascasanggama tak terlindungi.
Pembahasan: Pil kontrasepsi darurat Levonorgestrel efektif jika diminum dalam waktu <72 jam pascasanggama tak terlindungi.
[Kasus KB dan Kespro #16] Seorang bidan melakukan skrining kanker serviks pada seorang ibu dengan cara mengoleskan cairan asam asetat 3-5% ke permukaan porsio dan mengamati perubahan warna yang terjadi.
Pembahasan: Skrining kanker serviks dengan mengoleskan larutan asam asetat 3-5% pada serviks dinamakan Tes IVA (terbentuk warna acetowhite bila abnormal).
Pembahasan: Skrining kanker serviks dengan mengoleskan larutan asam asetat 3-5% pada serviks dinamakan Tes IVA (terbentuk warna acetowhite bila abnormal).
[Kasus KB dan Kespro #17] Seorang perempuan 48 tahun P5A0 mengeluh perdarahan di luar masa haid dan setelah berhubungan seksual sejak 3 bulan terakhir, disertai keputihan berbau tidak sedap.
Pembahasan: Contact bleeding (perdarahan pasca koitus) dan keputihan berbau busuk merupakan tanda khas Karsinoma Serviks.
Pembahasan: Contact bleeding (perdarahan pasca koitus) dan keputihan berbau busuk merupakan tanda khas Karsinoma Serviks.
[Kasus KB dan Kespro #18] Seorang perempuan 41 tahun mengeluh haid sangat banyak hingga mengganti pembalut lebih dari 6 kali sehari serta teraba massa padat kenyal di perut bawah.
Pembahasan: Benjolan padat pada uterus dengan keluhan utama perdarahan haid banyak (menoragia) mengarahkan pada Mioma Uteri.
Pembahasan: Benjolan padat pada uterus dengan keluhan utama perdarahan haid banyak (menoragia) mengarahkan pada Mioma Uteri.
[Kasus KB dan Kespro #20] Seorang perempuan 25 tahun mengeluh gatal hebat di kemaluan disertai keputihan kental berwarna putih menggumpal seperti kepala susu terutama menjelang haid.
Pembahasan: Keputihan putih kental seperti susu basi/santan dan rasa gatal hebat adalah ciri khas Kandidiasis Vaginalis (fungal).
Pembahasan: Keputihan putih kental seperti susu basi/santan dan rasa gatal hebat adalah ciri khas Kandidiasis Vaginalis (fungal).
[Kasus KB dan Kespro #21b] Seorang perempuan 33 tahun mengeluh keputihan berbusa berwarna kuning kehijauan berbau amis, disertai gatal dan nyeri saat berkemih.
Pembahasan: Keputihan encer berbusa warna hijau kekuningan dan berbau amis disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.
Pembahasan: Keputihan encer berbusa warna hijau kekuningan dan berbau amis disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.
[Kasus KB dan Kespro #21] Seorang Akseptor KB suntik DMPA mengeluh sudah 1 tahun tidak mengalami haid sejak awal pemakaian. Pasien khawatir dan bertanya apakah kondisi ini berbahaya.
Pembahasan: Amenorea adalah efek samping tersering KB progestin (suntik 3 bulan) akibat atrofi endometrium, tidak berbahaya dan perlu edukasi/reassurance.
Pembahasan: Amenorea adalah efek samping tersering KB progestin (suntik 3 bulan) akibat atrofi endometrium, tidak berbahaya dan perlu edukasi/reassurance.
[Kasus KB dan Kespro #22] Seorang Akseptor AKDR Copper T baru 2 bulan mengeluh volume darah haid meningkat dan nyeri perut bawah ringan setiap menstruasi.
Pembahasan: Efek samping umum IUD tembaga adalah hipermenorea dan dismenorea ringan pada bulan-bulan pertama, ditatalaksana simptomatik dengan NSAID.
Pembahasan: Efek samping umum IUD tembaga adalah hipermenorea dan dismenorea ringan pada bulan-bulan pertama, ditatalaksana simptomatik dengan NSAID.
[Kasus KB dan Kespro #23] Seorang ibu pasca melahirkan meminta dipasangkan AKDR segera setelah plasenta lahir, dan bidan memasangnya dalam rentang beberapa menit setelah plasenta lahir. Apakah istilah pemasangan ini?
Pembahasan: Pemasangan IUD dalam 10 menit pascalahirnya plasenta adalah IUD Pascaplasenta.
Pembahasan: Pemasangan IUD dalam 10 menit pascalahirnya plasenta adalah IUD Pascaplasenta.
[Kasus KB dan Kespro #24] Seorang perempuan berkonsultasi mengenai kontrasepsi implan 2 batang yang akan dipasang di lengan atasnya. Berapa lama ia terlindungi dari kehamilan dengan metode ini?
Pembahasan: Kontrasepsi implan 2 batang (seperti Indoplant/Jadena) memiliki masa efektivitas 3 tahun.
Pembahasan: Kontrasepsi implan 2 batang (seperti Indoplant/Jadena) memiliki masa efektivitas 3 tahun.
[Kasus KB dan Kespro #25] Seorang remaja putri mengalami kekerasan seksual dan datang ke PMB 20 jam setelah kejadian meminta perlindungan dari kehamilan yang tidak diinginkan. Apakah tindakan yang tepat?
Pembahasan: Pil kontrasepsi darurat Levonorgestrel efektif jika diminum dalam waktu <72 jam pascasanggama tak terlindungi.
Pembahasan: Pil kontrasepsi darurat Levonorgestrel efektif jika diminum dalam waktu <72 jam pascasanggama tak terlindungi.
[Kasus KB dan Kespro #26] Seorang perempuan mengikuti program skrining kanker serviks sederhana di Puskesmas menggunakan larutan asam asetat yang dioleskan pada leher rahim untuk melihat area acetowhite.
Pembahasan: Skrining kanker serviks dengan mengoleskan larutan asam asetat 3-5% pada serviks dinamakan Tes IVA (terbentuk warna acetowhite bila abnormal).
Pembahasan: Skrining kanker serviks dengan mengoleskan larutan asam asetat 3-5% pada serviks dinamakan Tes IVA (terbentuk warna acetowhite bila abnormal).
[Kasus KB dan Kespro #27] Seorang perempuan 50 tahun mengeluh keputihan bercampur darah berbau busuk dan perdarahan spontan di luar siklus haid sejak 2 bulan terakhir.
Pembahasan: Contact bleeding (perdarahan pasca koitus) dan keputihan berbau busuk merupakan tanda khas Karsinoma Serviks.
Pembahasan: Contact bleeding (perdarahan pasca koitus) dan keputihan berbau busuk merupakan tanda khas Karsinoma Serviks.
[Kasus KB dan Kespro #19] Seorang perempuan 39 tahun mengeluh nyeri perut bawah kronik dan menstruasi berlebihan, pada pemeriksaan teraba benjolan keras berbatas tegas tidak nyeri tekan di perut bawah.
Pembahasan: Benjolan padat pada uterus dengan keluhan utama perdarahan haid banyak (menoragia) mengarahkan pada Mioma Uteri.
Pembahasan: Benjolan padat pada uterus dengan keluhan utama perdarahan haid banyak (menoragia) mengarahkan pada Mioma Uteri.
[Kasus KB dan Kespro #29] Seorang perempuan 30 tahun hamil mengeluh gatal pada area kewanitaan dan keputihan putih kental menggumpal seperti tahu hancur tanpa berbau menyengat.
Pembahasan: Keputihan putih kental seperti susu basi/santan dan rasa gatal hebat adalah ciri khas Kandidiasis Vaginalis (fungal).
Pembahasan: Keputihan putih kental seperti susu basi/santan dan rasa gatal hebat adalah ciri khas Kandidiasis Vaginalis (fungal).
[Kasus KB dan Kespro #30] Seorang perempuan 26 tahun mengeluh keputihan berbusa kehijauan berbau amis dan nyeri saat berhubungan seksual, serviks tampak berbintik merah pada pemeriksaan inspekulo.
Pembahasan: Keputihan encer berbusa warna hijau kekuningan dan tanda ‘strawberry cervix’ disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.
Pembahasan: Keputihan encer berbusa warna hijau kekuningan dan tanda ‘strawberry cervix’ disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.
[Kasus Bayi Balita #1] Seorang Imunisasi dasar untuk mencegah Tuberkulosis diberikan pada bayi usia 0-1 bulan. Bagaimanakah rute dan dosis pemberian yang benar?
Pembahasan: Vaksin BCG diberikan secara Intrakutan (IC) dengan dosis 0,05 ml pada deltoid kanan atas.
Pembahasan: Vaksin BCG diberikan secara Intrakutan (IC) dengan dosis 0,05 ml pada deltoid kanan atas.
[Kasus Bayi Balita #2] Seorang Vaksin MR/Campak diberikan pada bayi usia 9 bulan. Bagaimanakah rute dan dosis pemberiannya?
Pembahasan: Imunisasi Campak/MR diberikan secara Subkutan (SC) dosis 0,5 ml di lengan kiri atas.
Pembahasan: Imunisasi Campak/MR diberikan secara Subkutan (SC) dosis 0,5 ml di lengan kiri atas.
[Kasus Bayi Balita #3] Seorang Anak usia 18 bulan mengalami kejang saat demam tinggi 39°C durasi <5 menit, kejang umum tonik-klonik. Apakah penanganan pertama bidan?
Pembahasan: Penanganan kejang demam: bebaskan jalan napas, amankan posisi (miringkan), cegah aspirasi, berikan antikejang rektal (Diazepam stesolid rektal).
Pembahasan: Penanganan kejang demam: bebaskan jalan napas, amankan posisi (miringkan), cegah aspirasi, berikan antikejang rektal (Diazepam stesolid rektal).
[Kasus Bayi Balita #4] Seorang Anak usia 12 bulan batuk dan demam. Hasil pemeriksaan: frekuensi napas 52x/menit dan terdapat tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam (TDDK).
Pembahasan: Napas cepat (>50x/m usia 2-11 bulan) ditambah tarikan dinding dada kedalam (TDDK) diklasifikasikan sebagai Pneumonia Berat/Sangat Berat.
Pembahasan: Napas cepat (>50x/m usia 2-11 bulan) ditambah tarikan dinding dada kedalam (TDDK) diklasifikasikan sebagai Pneumonia Berat/Sangat Berat.
[Kasus Bayi Balita #5] Seorang Bayi lahir dengan berat 1.900 gram, refleks hisap lemah, suhu tubuh 35,8°C (hipotermi). Metode penghangatan alami efektif adalah:
Pembahasan: Perawatan Metode Kanguru (PMK) sangat efektif untuk menjaga kehangatan (skin-to-skin contact) dan menstabilkan TTV bayi BBLR.
Pembahasan: Perawatan Metode Kanguru (PMK) sangat efektif untuk menjaga kehangatan (skin-to-skin contact) dan menstabilkan TTV bayi BBLR.
[Kasus Bayi Balita #6] Seorang bayi usia 3 minggu akan diberikan imunisasi dasar untuk mencegah Tuberkulosis. Bagaimanakah rute dan dosis pemberian yang benar?
Pembahasan: Vaksin BCG diberikan secara Intrakutan (IC) dengan dosis 0,05 ml pada deltoid kanan atas.
Pembahasan: Vaksin BCG diberikan secara Intrakutan (IC) dengan dosis 0,05 ml pada deltoid kanan atas.
[Kasus Bayi Balita #7] Seorang bayi usia 9 bulan datang ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi lanjutan pencegah Campak/Rubella. Bagaimanakah rute dan dosis pemberiannya?
Pembahasan: Imunisasi Campak/MR diberikan secara Subkutan (SC) dosis 0,5 ml di lengan kiri atas.
Pembahasan: Imunisasi Campak/MR diberikan secara Subkutan (SC) dosis 0,5 ml di lengan kiri atas.
[Kasus Bayi Balita #8] Seorang Anak usia 2 tahun mengalami kejang seluruh tubuh saat demam tinggi 39,5°C, durasi kejang sekitar 3 menit. Apakah penanganan pertama bidan?
Pembahasan: Penanganan kejang demam: bebaskan jalan napas, amankan posisi (miringkan), cegah aspirasi, berikan antikejang rektal (Diazepam stesolid rektal).
Pembahasan: Penanganan kejang demam: bebaskan jalan napas, amankan posisi (miringkan), cegah aspirasi, berikan antikejang rektal (Diazepam stesolid rektal).
[Kasus Bayi Balita #9] Seorang Anak usia 8 bulan batuk dan demam sejak 3 hari. Hasil pemeriksaan: frekuensi napas 55x/menit dan terdapat tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam (TDDK).
Pembahasan: Napas cepat (>50x/m usia 2-11 bulan) ditambah tarikan dinding dada kedalam (TDDK) diklasifikasikan sebagai Pneumonia Berat/Sangat Berat.
Pembahasan: Napas cepat (>50x/m usia 2-11 bulan) ditambah tarikan dinding dada kedalam (TDDK) diklasifikasikan sebagai Pneumonia Berat/Sangat Berat.
[Kasus Bayi Balita #10] Seorang Bayi lahir dengan berat 2.000 gram, refleks hisap lemah, suhu tubuh 36,0°C (hipotermi ringan). Metode penghangatan alami yang efektif adalah:
Pembahasan: Perawatan Metode Kanguru (PMK) sangat efektif untuk menjaga kehangatan (skin-to-skin contact) dan menstabilkan TTV bayi BBLR.
Pembahasan: Perawatan Metode Kanguru (PMK) sangat efektif untuk menjaga kehangatan (skin-to-skin contact) dan menstabilkan TTV bayi BBLR.
[Kasus Bayi Balita #11] Seorang ibu membawa bayinya usia 1 bulan untuk mendapat imunisasi pencegah Tuberkulosis di Posyandu. Bagaimanakah rute dan dosis pemberian vaksin tersebut?
Pembahasan: Vaksin BCG diberikan secara Intrakutan (IC) dengan dosis 0,05 ml pada deltoid kanan atas.
Pembahasan: Vaksin BCG diberikan secara Intrakutan (IC) dengan dosis 0,05 ml pada deltoid kanan atas.
[Kasus Bayi Balita #12] Seorang ibu membawa bayinya usia 9 bulan ke Puskesmas untuk imunisasi dasar lengkap termasuk vaksin Campak/MR. Bagaimanakah cara pemberian vaksin tersebut?
Pembahasan: Imunisasi Campak/MR diberikan secara Subkutan (SC) dosis 0,5 ml di lengan kiri atas.
Pembahasan: Imunisasi Campak/MR diberikan secara Subkutan (SC) dosis 0,5 ml di lengan kiri atas.
[Kasus Bayi Balita #13] Seorang Anak usia 2,5 tahun kejang tonik-klonik seluruh tubuh saat demam tinggi 38,9°C, kejang berlangsung sekitar 2 menit dan berhenti sendiri. Apakah penanganan pertama bidan?
Pembahasan: Penanganan kejang demam: bebaskan jalan napas, amankan posisi (miringkan), cegah aspirasi, berikan antikejang rektal (Diazepam stesolid rektal).
Pembahasan: Penanganan kejang demam: bebaskan jalan napas, amankan posisi (miringkan), cegah aspirasi, berikan antikejang rektal (Diazepam stesolid rektal).
[Kasus Bayi Balita #14] Seorang Anak usia 6 bulan batuk pilek disertai demam. Hasil pemeriksaan: frekuensi napas 58x/menit disertai tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam (TDDK).
Pembahasan: Napas cepat (>50x/m usia 2-11 bulan) ditambah tarikan dinding dada kedalam (TDDK) diklasifikasikan sebagai Pneumonia Berat/Sangat Berat.
Pembahasan: Napas cepat (>50x/m usia 2-11 bulan) ditambah tarikan dinding dada kedalam (TDDK) diklasifikasikan sebagai Pneumonia Berat/Sangat Berat.
[Kasus Bayi Balita #15] Seorang Bayi lahir dengan berat 1.800 gram, tampak aktif namun suhu tubuh 35,9°C. Apakah metode penghangatan alami yang paling efektif untuk bayi tersebut?
Pembahasan: Perawatan Metode Kanguru (PMK) sangat efektif untuk menjaga kehangatan (skin-to-skin contact) dan menstabilkan TTV bayi BBLR.
Pembahasan: Perawatan Metode Kanguru (PMK) sangat efektif untuk menjaga kehangatan (skin-to-skin contact) dan menstabilkan TTV bayi BBLR.
[Kasus Bayi Balita #16] Seorang bayi baru berusia 2 minggu dijadwalkan mendapat imunisasi dasar pencegah Tuberkulosis (BCG) di Puskesmas. Bagaimanakah cara pemberian yang tepat?
Pembahasan: Vaksin BCG diberikan secara Intrakutan (IC) dengan dosis 0,05 ml pada deltoid kanan atas.
Pembahasan: Vaksin BCG diberikan secara Intrakutan (IC) dengan dosis 0,05 ml pada deltoid kanan atas.
[Kasus Bayi Balita #17] Seorang bayi usia 9 bulan dijadwalkan menerima vaksin Campak/MR sesuai jadwal imunisasi dasar lengkap. Bagaimanakah rute dan dosis yang tepat?
Pembahasan: Imunisasi Campak/MR diberikan secara Subkutan (SC) dosis 0,5 ml di lengan kiri atas.
Pembahasan: Imunisasi Campak/MR diberikan secara Subkutan (SC) dosis 0,5 ml di lengan kiri atas.
[Kasus Bayi Balita #18] Seorang Anak usia 15 bulan mengalami kejang umum saat demam tinggi 39°C dengan durasi kurang dari 5 menit. Apakah penanganan awal yang tepat dilakukan bidan?
Pembahasan: Penanganan kejang demam: bebaskan jalan napas, amankan posisi (miringkan), cegah aspirasi, berikan antikejang rektal (Diazepam stesolid rektal).
Pembahasan: Penanganan kejang demam: bebaskan jalan napas, amankan posisi (miringkan), cegah aspirasi, berikan antikejang rektal (Diazepam stesolid rektal).
[Kasus Bayi Balita #19] Seorang Anak usia 10 bulan batuk berat dan demam tinggi. Hasil pemeriksaan: frekuensi napas 60x/menit dan tampak tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam (TDDK) yang jelas.
Pembahasan: Napas cepat (>50x/m usia 2-11 bulan) ditambah tarikan dinding dada kedalam (TDDK) diklasifikasikan sebagai Pneumonia Berat/Sangat Berat.
Pembahasan: Napas cepat (>50x/m usia 2-11 bulan) ditambah tarikan dinding dada kedalam (TDDK) diklasifikasikan sebagai Pneumonia Berat/Sangat Berat.
[Kasus Bayi Balita #20] Seorang Bayi lahir dengan berat 2.100 gram, refleks hisap masih lemah dan suhu tubuh cenderung turun 36,1°C. Apakah metode penghangatan yang dianjurkan bidan?
Pembahasan: Perawatan Metode Kanguru (PMK) sangat efektif untuk menjaga kehangatan (skin-to-skin contact) dan menstabilkan TTV bayi BBLR.
Pembahasan: Perawatan Metode Kanguru (PMK) sangat efektif untuk menjaga kehangatan (skin-to-skin contact) dan menstabilkan TTV bayi BBLR.
[Kasus Pranikah dan Perimenopause #1] Seorang Calon pengantin datang konseling. Hasil lab Caten perempuan: Hb 10,5 g/dL, MCV < 80 fL, MCH < 27 pg. Bidan mencurigai sifat pembawa (carrier).
Pembahasan: Skrining Thalasemia pada WUS/Caten dengan anemia mikrositik hipokrom dilakukan melalui Hb Elektroforesis.
Pembahasan: Skrining Thalasemia pada WUS/Caten dengan anemia mikrositik hipokrom dilakukan melalui Hb Elektroforesis.
[Kasus Pranikah dan Perimenopause #2] Seorang Wanita usia 53 tahun telah menopause 2 tahun mengeluh sering nyeri tulang dan punggung. Bidan memberikan konseling pencegahan osteoporosis.
Pembahasan: Penurunan estrogen pascamenopause meningkatkan absorpsi tulang (osteoporosis). Pencegahannya adalah suplemen Kalsium + Vit D serta olahraga teratur.
Pembahasan: Penurunan estrogen pascamenopause meningkatkan absorpsi tulang (osteoporosis). Pencegahannya adalah suplemen Kalsium + Vit D serta olahraga teratur.
[Kasus Pranikah dan Perimenopause #3] Seorang Calon pengantin laki-laki datang konseling prakonsepsi. Hasil lab Caten: Hb 11,0 g/dL, MCV < 80 fL, MCH < 27 pg. Bidan mencurigai sifat pembawa (carrier) thalasemia.
Pembahasan: Skrining Thalasemia pada WUS/Caten dengan anemia mikrositik hipokrom dilakukan melalui Hb Elektroforesis.
Pembahasan: Skrining Thalasemia pada WUS/Caten dengan anemia mikrositik hipokrom dilakukan melalui Hb Elektroforesis.
[Kasus Pranikah dan Perimenopause #4] Seorang Wanita usia 55 tahun telah menopause 4 tahun mengeluh nyeri punggung dan tulang belakang terasa mudah lelah. Bidan memberikan konseling pencegahan osteoporosis.
Pembahasan: Penurunan estrogen pascamenopause meningkatkan absorpsi tulang (osteoporosis). Pencegahannya adalah suplemen Kalsium + Vit D serta olahraga teratur.
Pembahasan: Penurunan estrogen pascamenopause meningkatkan absorpsi tulang (osteoporosis). Pencegahannya adalah suplemen Kalsium + Vit D serta olahraga teratur.
[Kasus Pranikah dan Perimenopause #5] Seorang Calon pengantin perempuan dengan riwayat keluarga thalasemia datang konseling. Hasil lab: Hb 10,8 g/dL, MCV < 80 fL, MCH < 27 pg, dicurigai sifat pembawa (carrier).
Pembahasan: Skrining Thalasemia pada WUS/Caten dengan anemia mikrositik hipokrom dan riwayat keluarga dilakukan melalui Hb Elektroforesis.
Pembahasan: Skrining Thalasemia pada WUS/Caten dengan anemia mikrositik hipokrom dan riwayat keluarga dilakukan melalui Hb Elektroforesis.
[Kasus Pranikah dan Perimenopause #6] Seorang Wanita usia 50 tahun telah menopause 1 tahun mengeluh nyeri sendi dan tulang panggul. Bidan memberikan konseling pencegahan osteoporosis.
Pembahasan: Penurunan estrogen pascamenopause meningkatkan absorpsi tulang (osteoporosis). Pencegahannya adalah suplemen Kalsium + Vit D serta olahraga teratur.
Pembahasan: Penurunan estrogen pascamenopause meningkatkan absorpsi tulang (osteoporosis). Pencegahannya adalah suplemen Kalsium + Vit D serta olahraga teratur.
[Kasus Pranikah dan Perimenopause #7] Seorang pasangan calon pengantin melakukan skrining prakonsepsi. Hasil lab Caten perempuan: Hb 10,3 g/dL, MCV < 80 fL, MCH < 27 pg, dicurigai sifat pembawa (carrier).
Pembahasan: Skrining Thalasemia pada WUS/Caten dengan anemia mikrositik hipokrom dilakukan melalui Hb Elektroforesis.
Pembahasan: Skrining Thalasemia pada WUS/Caten dengan anemia mikrositik hipokrom dilakukan melalui Hb Elektroforesis.
[Kasus Pranikah dan Perimenopause #8] Seorang Wanita usia 57 tahun telah menopause 5 tahun mengeluh sering nyeri tulang punggung bawah dan postur tubuh mulai membungkuk. Bidan memberikan konseling pencegahan osteoporosis.
Pembahasan: Penurunan estrogen pascamenopause meningkatkan absorpsi tulang (osteoporosis). Pencegahannya adalah suplemen Kalsium + Vit D serta olahraga teratur.
Pembahasan: Penurunan estrogen pascamenopause meningkatkan absorpsi tulang (osteoporosis). Pencegahannya adalah suplemen Kalsium + Vit D serta olahraga teratur.
[Kasus Pranikah dan Perimenopause #9] Seorang Calon pengantin datang konseling kesehatan pranikah. Hasil lab Caten: Hb 10,6 g/dL, MCV < 80 fL, MCH < 27 pg. Bidan mencurigai sifat pembawa (carrier) thalasemia.
Pembahasan: Skrining Thalasemia pada WUS/Caten dengan anemia mikrositik hipokrom dilakukan melalui Hb Elektroforesis.
Pembahasan: Skrining Thalasemia pada WUS/Caten dengan anemia mikrositik hipokrom dilakukan melalui Hb Elektroforesis.
[Kasus Pranikah dan Perimenopause #10] Seorang Wanita usia 52 tahun telah menopause 1,5 tahun mengeluh nyeri tulang belakang dan mudah lelah saat beraktivitas. Bidan memberikan konseling pencegahan osteoporosis.
Pembahasan: Penurunan estrogen pascamenopause meningkatkan absorpsi tulang (osteoporosis). Pencegahannya adalah suplemen Kalsium + Vit D serta olahraga teratur.
Pembahasan: Penurunan estrogen pascamenopause meningkatkan absorpsi tulang (osteoporosis). Pencegahannya adalah suplemen Kalsium + Vit D serta olahraga teratur.