Free Test Ukombidan
0 dari 50 pertanyaan telah diselesaikan
Pertanyaan:
PETUNJUK:
Selamat Belajar !
Sudah dikerjakan
Kuis sedang loading...
Anda harus masuk atau mendaftar untuk memulai kuis.
Anda harus menyelesaikan kuis dibawah ini, untuk memulai kuis ini:
0 dari 50 pertanyaan terjawab dengan benar
Waktu Anda:
Waktu yang telah berlalu
Anda mendapatkan 0 poin dari total 0 poin, (0)
| Nilai rata-rata |
|
| Nilai Anda |
|
| No. | Nama | Masuk ke | Poin | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| Tabel sedang loading | ||||
| Data tidak tersedia | ||||
Seorang perempuan berusia 25 tahun, G1P0A0, datang ke PMB untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil anamnesis: HPHT tanggal 15 Mei 2025. Hasil pemeriksaan TTV normal. Berapakah Taksiran Persalinan (TP) yang tepat berdasarkan rumus Naegele?
Pembahasan: Rumus Naegele untuk HPHT bulan Mei (bulan > 3): Tanggal + 7, Bulan – 3, Tahun + 1. Tanggal: 15 + 7 = 22. Bulan: 5 – 3 = 2 (Februari). Tahun: 2025 + 1 = 2026. Jadi TP adalah 22 Februari 2026.
Pembahasan: Rumus Naegele untuk HPHT bulan Mei (bulan > 3): Tanggal + 7, Bulan – 3, Tahun + 1. Tanggal: 15 + 7 = 22. Bulan: 5 – 3 = 2 (Februari). Tahun: 2025 + 1 = 2026. Jadi TP adalah 22 Februari 2026.
Seorang perempuan berusia 22 tahun, G1P0A0 hamil 16 minggu, datang ke Puskesmas dengan keluhan sering merasa pusing dan cepat lelah. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 82 x/menit, konjungtiva pucat, TFU 2 jari di atas simfisis, dan Hb 10,2 g/dL. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Kadar Hb ibu hamil trimester I dan III <11 g/dL atau trimester II <10,5 g/dL dikategorikan Anemia. Kadar Hb 10,2 g/dL pada trimester II/I termasuk Anemia Ringan (Hb 9,0 - 10,9 g/dL).
Pembahasan: Kadar Hb ibu hamil trimester I dan III <11 g/dL atau trimester II <10,5 g/dL dikategorikan Anemia. Kadar Hb 10,2 g/dL pada trimester II/I termasuk Anemia Ringan (Hb 9,0 - 10,9 g/dL).
Seorang perempuan hamil trimester I datang ke PMB untuk ANC. Bidan memberikan edukasi mengenai konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Minuman apakah yang paling tepat direkomendasikan untuk mendampingi minum tablet zat besi agar penyerapan optimal?
Pembahasan: Zat besi (Fe) paling baik diserap jika dikonsumsi bersama minuman kaya Vitamin C (seperti air jeruk atau air putih). Hindari teh, kopi, dan susu karena mengandung tanin/kalsium yang menghambat penyerapan Fe.
Pembahasan: Zat besi (Fe) paling baik diserap jika dikonsumsi bersama minuman kaya Vitamin C (seperti air jeruk atau air putih). Hindari teh, kopi, dan susu karena mengandung tanin/kalsium yang menghambat penyerapan Fe.
Seorang perempuan berusia 24 tahun, G1P0A0 hamil 8 minggu, mengeluh mual dan muntah 3-4 kali sehari terutama pada pagi hari. Pasien masih mampu makan porsi kecil tapi sering dan beraktivitas harian. Hasil TTV stabil, turgor kulit baik. Apakah asuhan yang tepat?
Pembahasan: Emesis Gravidarum (fisiologis) ditandai mual muntah tanpa gangguan dehidrasi/metabolik. Edukasi: makan porsi kecil tapi sering, hindari makanan berlemak/berbau tajam, dan konsumsi biskuit sebelum bangun tidur.
Pembahasan: Emesis Gravidarum (fisiologis) ditandai mual muntah tanpa gangguan dehidrasi/metabolik. Edukasi: makan porsi kecil tapi sering, hindari makanan berlemak/berbau tajam, dan konsumsi biskuit sebelum bangun tidur.
Bidan melakukan pemeriksaan Leopold I pada perempuan hamil 32 minggu. Pada fundus uteri teraba bagian bulat, lunak, dan tidak melenting. Apakah bagian janin yang berada di fundus uteri?
Pembahasan: Ciri Leopold I: Bulat, lunak, tidak melenting adalah **Bokong**. Jika bulat, keras, dan melenting adalah **Kepala**.
Pembahasan: Ciri Leopold I: Bulat, lunak, tidak melenting adalah **Bokong**. Jika bulat, keras, dan melenting adalah **Kepala**.
Seorang perempuan hamil 10 minggu dibawa keluarga ke Puskesmas karena muntah terus-menerus >10 kali sehari, tidak dapat masuk makanan/minuman, nyeri ulu hati, BB turun 2 kg, turgor kulit agak berkurang, dan lidah kotor. TD 100/60 mmHg, N 100 x/menit. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Hiperemesis Gravidarum Tingkat I: muntah terus menerus, tidak bisa makan/minum, nyeri epigastrium, turgor kulit berkurang, mata cekung, nadi cepat, BB menurun, namun kesadaran masih compos mentis.
Pembahasan: Hiperemesis Gravidarum Tingkat I: muntah terus menerus, tidak bisa makan/minum, nyeri epigastrium, turgor kulit berkurang, mata cekung, nadi cepat, BB menurun, namun kesadaran masih compos mentis.
Seorang perempuan berusia 32 tahun, G2P1A0 hamil 34 minggu, datang ke RS dengan keluhan pusing hebat dan pandangan kabur. Hasil pemeriksaan: TD 165/110 mmHg, protein urine (+3), edema pada kedua kaki dan wajah. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Preeklampsia Berat (PEB) ditegakkan bila TD ≥160/110 mmHg pada usia kehamilan >20 minggu disertai proteinuria ≥+2 atau gangguan organ target (pusing, pandangan kabur, nyeri epigastrium).
Pembahasan: Preeklampsia Berat (PEB) ditegakkan bila TD ≥160/110 mmHg pada usia kehamilan >20 minggu disertai proteinuria ≥+2 atau gangguan organ target (pusing, pandangan kabur, nyeri epigastrium).
Bidan memberikan pertolongan pertama pada kasus Preeklampsia Berat sebelum merujuk pasien ke RS. Berapakah dosis inisiasi pemberian Magnesium Sulfat (MgSO4 40%) IV bolus lambat?
Pembahasan: Dosis awal/inisiasi MgSO4 untuk PEB/Eklampsia: **4 gram MgSO4 40%** (10 mL) dilarutkan dalam 10 mL Aquades/RL, diberikan secara IV bolus pelan selama 5-10 menit.
Pembahasan: Dosis awal/inisiasi MgSO4 untuk PEB/Eklampsia: **4 gram MgSO4 40%** (10 mL) dilarutkan dalam 10 mL Aquades/RL, diberikan secara IV bolus pelan selama 5-10 menit.
Saat memberikan infus MgSO4 pada ibu hamil PEB, bidan memantau tanda-tanda toksisitas. Ditemukan frekuensi napas 10 x/menit dan refleks patella negatif. Apakah obat antidotum yang wajib disiapkan dan diberikan segera?
Pembahasan: Antidotum keracunan MgSO4 adalah **Kalsium Glukonas 10%** sebanyak 1 gram (10 mL) IV diberikan secara perlahan selama 3-5 menit.
Pembahasan: Antidotum keracunan MgSO4 adalah **Kalsium Glukonas 10%** sebanyak 1 gram (10 mL) IV diberikan secara perlahan selama 3-5 menit.
Seorang perempuan hamil 10 minggu datang ke PMB mengeluh keluar flek darah kecokelatan dari vagina disertai mules ringan. Hasil pemeriksaan inspekulo: tampak darah sedikit di ostium uteri eksternum, **ostium uteri tertutup**, ukuran uterus sesuai usia kehamilan. Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Abortus Imminens (ancaman keguguran): bercak darah pervaginam, mules ringan, uterus sesuai umur kehamilan, dan ciri utama **ostium uteri masih TERTUTUP**.
Pembahasan: Abortus Imminens (ancaman keguguran): bercak darah pervaginam, mules ringan, uterus sesuai umur kehamilan, dan ciri utama **ostium uteri masih TERTUTUP**.
Seorang perempuan berusia 30 tahun, G3P2A0 hamil 32 minggu, diantar ke RS karena mengalami perdarahan darah segar pervaginam tanpa disertai rasa nyeri (*painless*) saat bangun tidur. Palpasi: uterus tidak tegang/lembek, DJJ 142 x/menit. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Ciri khas **Plasenta Previa**: perdarahan pervaginam berwarna merah segar, berulang, **TANPA RASA NYERI** (*painless*), dan uterus teraba lembek/tidak tegang.
Pembahasan: Ciri khas **Plasenta Previa**: perdarahan pervaginam berwarna merah segar, berulang, **TANPA RASA NYERI** (*painless*), dan uterus teraba lembek/tidak tegang.
Sesuai pedoman pelayanan antenatal terpadu Kemenkes terbaru, berapakah frekuensi minimal kunjungan ANC yang wajib dilakukan ibu hamil selama masa kehamilan?
Pembahasan: Standar ANC Kemenkes terbaru adalah minimal **6 kali** selama kehamilan (1 kali di Trimester I, 2 kali di Trimester II, dan 3 kali di Trimester III), termasuk minimal 2 kali pemeriksaan oleh Dokter.
Pembahasan: Standar ANC Kemenkes terbaru adalah minimal **6 kali** selama kehamilan (1 kali di Trimester I, 2 kali di Trimester II, dan 3 kali di Trimester III), termasuk minimal 2 kali pemeriksaan oleh Dokter.
Seorang perempuan G1P0A0 hamil aterm datang ke PMB mengeluh kencang-kencang teratur. Hasil VT: pembukaan serviks 5 cm, ketuban utuh, penurunan kepala H II, his 3x dalam 10 menit lamanya 40 detik. Berada pada kala dan fase manakah persalinan pasien?
Pembahasan: Kala I Persalinan terbagi menjadi: Fase Laten (pembukaan 1 – 3 cm) dan **Fase Aktif** (pembukaan 4 – 10 cm). Pembukaan 5 cm termasuk **Kala I Fase Aktif**.
Pembahasan: Kala I Persalinan terbagi menjadi: Fase Laten (pembukaan 1 – 3 cm) dan **Fase Aktif** (pembukaan 4 – 10 cm). Pembukaan 5 cm termasuk **Kala I Fase Aktif**.
Bidan mendampingi ibu bersalin Kala I Fase Aktif. Manakah kombinasi dorongan dan tanda pasti yang menandakan bahwa ibu telah memasuki Kala II Persalinan?
Pembahasan: Tanda pasti Kala II Persalinan (DORAN TEKNUS PERVOL): Ibu merasa ingin meneran bersamaan his, tekanan pada rektum/vagina, perineum menonjol, vulva dan sfingter ani membuka, serta **pembukaan lengkap (10 cm)** pada pemeriksaan dalam.
Pembahasan: Tanda pasti Kala II Persalinan (DORAN TEKNUS PERVOL): Ibu merasa ingin meneran bersamaan his, tekanan pada rektum/vagina, perineum menonjol, vulva dan sfingter ani membuka, serta **pembukaan lengkap (10 cm)** pada pemeriksaan dalam.
Segera setelah bayi lahir dan dipastikan tidak ada bayi kedua, bidan melakukan Manajemen Aktif Kala III. Apakah langkah pertama yang wajib dilakukan dalam kurun waktu 1 menit pasca salin?
Pembahasan: Tiga langkah utama MAK III:
1. **Suntik Oksitosin 10 IU IM** (dalam 1 menit pasca salin).
2. Penegangan Tali Pusat Terkendali (PTT).
3. Masase Fundus Uteri.
Pembahasan: Tiga langkah utama MAK III:
1. **Suntik Oksitosin 10 IU IM** (dalam 1 menit pasca salin).
2. Penegangan Tali Pusat Terkendali (PTT).
3. Masase Fundus Uteri.
Seorang ibu P2A0 baru saja melahirkan plasenta lengkap 15 menit lalu. Bidan mengamati adanya perdarahan deras dari vagina. Hasil palpasi: **uterus teraba lembek**, TFU setinggi pusat, TD 90/60 mmHg, N 100 x/menit. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Atonia Uteri adalah kegagalan miometrium untuk berkontraksi pasca lahirnya plasenta. Ciri khas utama: **uterus teraba lembek/membesar** disertai perdarahan postpartum primer deras.
Pembahasan: Atonia Uteri adalah kegagalan miometrium untuk berkontraksi pasca lahirnya plasenta. Ciri khas utama: **uterus teraba lembek/membesar** disertai perdarahan postpartum primer deras.
Bidan menangani kasus Atonia Uteri pasca masase fundus 15 detik uterus tetap lembek. Bidan melakukan Kompresi Bimanual Interna (KBI). Berapa lamakah KBI dilakukan jika uterus berhasil berkontraksi?
Pembahasan: Jika KBI berhasil dan uterus berkontraksi: pertahankan posisi KBI selama **2 menit lagi**, lalu keluarkan tangan perlahan dan lakukan pengawasan kala IV.
Pembahasan: Jika KBI berhasil dan uterus berkontraksi: pertahankan posisi KBI selama **2 menit lagi**, lalu keluarkan tangan perlahan dan lakukan pengawasan kala IV.
Saat memimpin persalinan kepala bayi telah lahir, namun mengalami penyangkutan bahu di belakang simfisis (*Turtle Sign* (+)). Apakah langkah manuver posisi pertama yang paling efektif dikerjakan bidan?
Pembahasan: Penanganan awal Distosia Bahu adalah **Manuver McRoberts**: posisikan ibu terlentang, fleksikan kedua paha ekstremitas bawah sejauh mungkin ke arah dada ibu, disertai penekanan suprasimfisis.
Pembahasan: Penanganan awal Distosia Bahu adalah **Manuver McRoberts**: posisikan ibu terlentang, fleksikan kedua paha ekstremitas bawah sejauh mungkin ke arah dada ibu, disertai penekanan suprasimfisis.
Bidan menilai bayi baru lahir pada menit ke-1: tubuh merah ekstremitas biru (1), denyut jantung 110 x/menit (2), gerakan sedikit/fleksi (1), menangis lemah/meringis (1), pernapasan lambat/tidak teratur (1). Berapakah jumlah skor APGAR bayi tersebut?
Pembahasan: Perhitungan APGAR:
– Appearance: 1
– Pulse: 2
– Grimace: 1
– Activity: 1
– Respiration: 1
Total Skor APGAR = $1 + 2 + 1 + 1 + 1 = 6$ (Asfiksia Ringan-Sedang).
Pembahasan: Perhitungan APGAR:
– Appearance: 1
– Pulse: 2
– Grimace: 1
– Activity: 1
– Respiration: 1
Total Skor APGAR = $1 + 2 + 1 + 1 + 1 = 6$ (Asfiksia Ringan-Sedang).
Bayi baru lahir tidak menangis, megap-megap, dan tonus otot terkulai. Bidan segera memotong tali pusat dan membawa bayi ke meja resusitasi. Apakah urutan Langkah Awal Resusitasi (HAIKAL) yang tepat?
Pembahasan: Urutan Langkah Awal Resusitasi (HAIKAL):
1. **H**angatkan bayi.
2. **A**tur posisi kepala sedikit ekstensi.
3. **I**sap lendir (mulut lalu hidung).
4. **K**eringkan dan rangsang taktil.
5. **A**tur kembali posisi kepala.
6. **L**akukan penilaian napas.
Pembahasan: Urutan Langkah Awal Resusitasi (HAIKAL):
1. **H**angatkan bayi.
2. **A**tur posisi kepala sedikit ekstensi.
3. **I**sap lendir (mulut lalu hidung).
4. **K**eringkan dan rangsang taktil.
5. **A**tur kembali posisi kepala.
6. **L**akukan penilaian napas.
Bidan memberikan asuhan rutin pada Bayi Baru Lahir sehat 1 jam pertama. Obat apakah yang disuntikkan secara IM pada paha kiri anterolateral untuk mencegah Perdarahan Peningkatan Akibat Defisiensi Vitamin K (APDK)?
Pembahasan: Pemberian **Vitamin K1 (Phytomenadione) 1 mg IM** pada paha kiri anterolateral diberikan pada 1 jam pertama bayi lahir untuk mencegah perdarahan BBL.
Pembahasan: Pemberian **Vitamin K1 (Phytomenadione) 1 mg IM** pada paha kiri anterolateral diberikan pada 1 jam pertama bayi lahir untuk mencegah perdarahan BBL.
Kapan dan di manakah lokasi penyuntikan Vaksin Hepatitis B0 (HB0) yang tepat diberikan pada Bayi Baru Lahir?
Pembahasan: Vaksin HB0 diberikan **1 jam setelah pemberian Vitamin K1** (usia 1-2 jam lahir) disuntikkan secara IM pada **paha kanan anterolateral**.
Pembahasan: Vaksin HB0 diberikan **1 jam setelah pemberian Vitamin K1** (usia 1-2 jam lahir) disuntikkan secara IM pada **paha kanan anterolateral**.
Bayi baru lahir yang tidak segera dikeringkan dari cairan ketuban akan mengalami penurunan suhu tubuh mendadak. Apakah nama mekanisme kehilangan panas tubuh tersebut?
Pembahasan: Empat Mekanisme Kehilangan Panas:
– **Evaporasi**: penguapan air ketuban dari kulit basah.
– **Konduksi**: kontak langsung dengan benda dingin.
– **Konveksi**: terpapar aliran udara dingin.
– **Radiasi**: terpapar benda dingin tanpa kontak langsung.
Pembahasan: Empat Mekanisme Kehilangan Panas:
– **Evaporasi**: penguapan air ketuban dari kulit basah.
– **Konduksi**: kontak langsung dengan benda dingin.
– **Konveksi**: terpapar aliran udara dingin.
– **Radiasi**: terpapar benda dingin tanpa kontak langsung.
Pasca persalinan spontan, bidan melakukan inspeksi jalan lahir. Ditemukan adanya robekan perineum yang mengenai kulit perineum, mukosa vagina, hingga **otot-otot perineum** (m. sphincter ani eksterna utuh). Apakah derajat laserasi perineum tersebut?
Pembahasan: Klasifikasi Laserasi Perineum:
– Derajat I: Mukosa vagina & kulit perineum.
– **Derajat II**: Mukosa, kulit, & **otot perineum**.
– Derajat III: Mengenai sfingter ani.
– Derajat IV: Mengenai mukosa rektum.
Pembahasan: Klasifikasi Laserasi Perineum:
– Derajat I: Mukosa vagina & kulit perineum.
– **Derajat II**: Mukosa, kulit, & **otot perineum**.
– Derajat III: Mengenai sfingter ani.
– Derajat IV: Mengenai mukosa rektum.
Seorang perempuan P1A0 nifas hari ke-7 (1 minggu) datang ke PMB untuk kunjungan nifas. Di manakah posisi normal Tinggi Fundus Uteri (TFU) yang teraba?
Pembahasan: Involusi Uteri:
– Bayi lahir: Setinggi pusat.
– Plasenta lahir: 2 jari bawah pusat.
– **1 minggu (Hari 7)**: **Pertengahan simfisis – pusat**.
– 2 minggu: Tidak teraba di atas simfisis.
Pembahasan: Involusi Uteri:
– Bayi lahir: Setinggi pusat.
– Plasenta lahir: 2 jari bawah pusat.
– **1 minggu (Hari 7)**: **Pertengahan simfisis – pusat**.
– 2 minggu: Tidak teraba di atas simfisis.
Seorang ibu nifas hari ke-5 diperiksa bidan. Pengeluaran sekret vagina berwarna merah kekuningan/kecokelatan bercampur lendir dan sisa darah. Apakah jenis lokia tersebut?
Pembahasan: Tahapan Lokia:
– Lochia Rubra (Hari 1-3): Merah segar.
– **Lochia Sanguinolenta** (Hari 3-7): Merah kekuningan/kecokelatan.
– Lochia Serosa (Hari 7-14): Kuning kecokelatan.
– Lochia Alba (>14 hari): Putih jernih.
Pembahasan: Tahapan Lokia:
– Lochia Rubra (Hari 1-3): Merah segar.
– **Lochia Sanguinolenta** (Hari 3-7): Merah kekuningan/kecokelatan.
– Lochia Serosa (Hari 7-14): Kuning kecokelatan.
– Lochia Alba (>14 hari): Putih jernih.
Ibu nifas hari ke-4 mengeluh **kedua payudaranya** terasa sangat tegang, keras, bengkak, dan nyeri. Suhu 37,4°C, payudara tampak mengkilap, dan ASI keluar menetes sedikit saat diperas. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Bendungan ASI (Engorgement) terjadi hari ke 3-5 pasca salin. Ciri khas: **kedua payudara** bengkak, tegang, keras, dan nyeri akibat penumpukan ASI dan pembendungan pembuluh darah.
Pembahasan: Bendungan ASI (Engorgement) terjadi hari ke 3-5 pasca salin. Ciri khas: **kedua payudara** bengkak, tegang, keras, dan nyeri akibat penumpukan ASI dan pembendungan pembuluh darah.
Seorang ibu nifas minggu ke-2 datang dengan demam tinggi S 38,8°C dan menggigil. Pemeriksaan: **payudara kanan** lokal memerah, bengkak, keras, dan terasa amat nyeri. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Mastitis adalah infeksi/peradangan jaringan payudara, ditandai demam tinggi (>38,5°C) dan tanda radang lokal **unilateral** (satu sisi payudara) kemerahan, keras, dan nyeri.
Pembahasan: Mastitis adalah infeksi/peradangan jaringan payudara, ditandai demam tinggi (>38,5°C) dan tanda radang lokal **unilateral** (satu sisi payudara) kemerahan, keras, dan nyeri.
Hormon apakah yang berfungsi merangsang sel-sel mioepitel payudara berkontraksi memancarkan ASI (Let Down Reflex) saat ibu membayangkan bayinya dengan bahagia?
Pembahasan: Hormon **Oksitosin** merangsang pemancaran/pengeluaran ASI (Let Down Reflex). Sedangkan hormon **Prolaktin** berfungsi memproduksi/membentuk ASI.
Pembahasan: Hormon **Oksitosin** merangsang pemancaran/pengeluaran ASI (Let Down Reflex). Sedangkan hormon **Prolaktin** berfungsi memproduksi/membentuk ASI.
Berapakah dosis dan aturan pemberian Kapsul Vitamin A dosis tinggi yang wajib diberikan pada ibu masa nifas?
Pembahasan: Ibu nifas mendapatkan **2 kapsul Vitamin A warna merah (200.000 IU)**: kapsul ke-1 diminum segera pasca salin, dan kapsul ke-2 diminum minimal 24 jam kemudian.
Pembahasan: Ibu nifas mendapatkan **2 kapsul Vitamin A warna merah (200.000 IU)**: kapsul ke-1 diminum segera pasca salin, dan kapsul ke-2 diminum minimal 24 jam kemudian.
Seorang primipara nifas hari ke-2 masih berfokus pada kebutuhan dirinya (makan/tidur), pasif, dan sangat antusias menceritakan pengalaman melahirkannya. Berada pada fase adaptasi psikologis apakah ibu tersebut?
Pembahasan: Fase Reva Rubin:
– **Taking In** (Hari 1-2): Fokus diri sendiri, pasif, suka cerita melahirkan.
– **Taking Hold** (Hari 3-10): Fokus belajar merawat bayi.
– **Letting Go**: Menerima peran ibu sepenuhnya.
Pembahasan: Fase Reva Rubin:
– **Taking In** (Hari 1-2): Fokus diri sendiri, pasif, suka cerita melahirkan.
– **Taking Hold** (Hari 3-10): Fokus belajar merawat bayi.
– **Letting Go**: Menerima peran ibu sepenuhnya.
Ibu nifas hari ke-5 sering menangis tiba-tiba tanpa sebab jelas, cemas, dan lelah, namun masih mau menyusui dan merawat bayinya saat dibantu suami. Apakah kondisi psikologis tersebut?
Pembahasan: Postpartum Blues (Baby Blues) puncaknya hari ke-5 pasca salin, ditandai sedih, menangis, sensitif, namun **masih terhubung dengan realitas** dan merawat bayi.
Pembahasan: Postpartum Blues (Baby Blues) puncaknya hari ke-5 pasca salin, ditandai sedih, menangis, sensitif, namun **masih terhubung dengan realitas** dan merawat bayi.
Cairan ASI pertama berwarna kekuningan, agak kental, kaya protein, Vitamin A, dan antibodi Immunoglobulin A (IgA) yang keluar pada hari ke 1-3 pasca salin dinamakan?
Pembahasan: ASI hari ke 1-3 adalah **Kolostrum**, sangat kaya zat kekebalan tubuh (IgA) dan nutrisi konsentrat tinggi untuk bayi baru lahir.
Pembahasan: ASI hari ke 1-3 adalah **Kolostrum**, sangat kaya zat kekebalan tubuh (IgA) dan nutrisi konsentrat tinggi untuk bayi baru lahir.
Sesuai standar Kemenkes, berapakah jumlah frekuensi minimal Kunjungan Nifas (KF) yang wajib diperoleh ibu pasca melahirkan?
Pembahasan: Kunjungan Nifas (KF) minimal **4 kali**: KF1 (6j-2 hari), KF2 (3-7 hari), KF3 (8-28 hari), dan KF4 (29-42 hari).
Pembahasan: Kunjungan Nifas (KF) minimal **4 kali**: KF1 (6j-2 hari), KF2 (3-7 hari), KF3 (8-28 hari), dan KF4 (29-42 hari).
Manakah 3 syarat utama yang wajib dipenuhi agar Metode Amenore Laktasi (MAL) efektif sebagai kontrasepsi alami?
Pembahasan: Tiga syarat mutlak MAL: 1. Ibu **belum haid**, 2. Menyusui **eksklusif full** (on demand), 3. Bayi berusia **<6 bulan**.
Pembahasan: Tiga syarat mutlak MAL: 1. Ibu **belum haid**, 2. Menyusui **eksklusif full** (on demand), 3. Bayi berusia **<6 bulan**.
Ibu nifas 2 bulan menyusui eksklusif ingin ber-KB yang praktis dan tidak mengganggu produksi ASI. Apakah kontrasepsi hormonal yang paling tepat?
Pembahasan: Kontrasepsi Progestin tunggal (seperti **Suntik 3 Bulan / DMPA**) tidak mengandung estrogen sehingga **sangat aman dan tidak mengganggu produksi ASI**.
Pembahasan: Kontrasepsi Progestin tunggal (seperti **Suntik 3 Bulan / DMPA**) tidak mengandung estrogen sehingga **sangat aman dan tidak mengganggu produksi ASI**.
Berapakah masa efektivitas perlindungan kontrasepsi AKDR / IUD jenis Copper T 380A?
Pembahasan: Masa kerja / efektivitas IUD Tembaga (Copper T 380A) adalah hingga **10 tahun**.
Pembahasan: Masa kerja / efektivitas IUD Tembaga (Copper T 380A) adalah hingga **10 tahun**.
Akseptor Pil KB Kombinasi lupa minum 1 tablet pil aktif kemarin malam. Apakah anjuran tepat dari bidan?
Pembahasan: Jika lupa 1 tablet pil aktif: **segera minum tablet yang terlupa begitu ingat**, dan minum tablet hari tersebut sesuai jadwal biasa (boleh 2 tablet di hari yang sama).
Pembahasan: Jika lupa 1 tablet pil aktif: **segera minum tablet yang terlupa begitu ingat**, dan minum tablet hari tersebut sesuai jadwal biasa (boleh 2 tablet di hari yang sama).
Bidan melakukan pemeriksaan IVA pada WUS. Setelah dioleskan asam asetat 3-5% tampak plak putih (*acetowhite lesion (+)*) pada porsio. Apakah arti hasil tes tersebut?
Pembahasan: Hasil IVA Positif ditandai dengan bercak putih (*Acetowhite Lesion*), mengindikasikan adanya **lesi pra-kanker serviks**.
Pembahasan: Hasil IVA Positif ditandai dengan bercak putih (*Acetowhite Lesion*), mengindikasikan adanya **lesi pra-kanker serviks**.
Seorang perempuan korban perkosaan 36 jam yang lalu takut hamil. Apakah pilihan Kontrasepsi Darurat oral dosis tunggal yang paling efektif diberikan?
Pembahasan: Kontrasepsi Darurat oral **Pil Levonorgestrel 1,5 mg (dosis tunggal)** sangat efektif mencegah kehamilan jika diminum dalam $0 – 72$ jam pasca senggama.
Pembahasan: Kontrasepsi Darurat oral **Pil Levonorgestrel 1,5 mg (dosis tunggal)** sangat efektif mencegah kehamilan jika diminum dalam $0 – 72$ jam pasca senggama.
Pasien mengeluh keputihan berbusa berwarna hijau kekuningan, berbau amis, dan gatal. Hasil inspekulo tampak *strawberry cervix*. Apakah penyebab infeksi tersebut?
Pembahasan: Trikomoniasis disebabkan oleh protozoa *Trichomonas vaginalis*. Ciri khas: keputihan berbusa hijau kekuningan dan *strawberry cervix*.
Pembahasan: Trikomoniasis disebabkan oleh protozoa *Trichomonas vaginalis*. Ciri khas: keputihan berbusa hijau kekuningan dan *strawberry cervix*.
Bilanakah waktu paling tepat setiap bulannya bagi WUS untuk melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)?
Pembahasan: SADARI dilakukan pada **hari ke 7 – 10 setelah hari pertama haid (HPHT)** saat payudara dalam kondisi paling lunak.
Pembahasan: SADARI dilakukan pada **hari ke 7 – 10 setelah hari pertama haid (HPHT)** saat payudara dalam kondisi paling lunak.
Bidan melakukan pengujian perkembangan anak usia 12 bulan dengan KPSP. Dari 10 pertanyaan, anak dapat melakukan **9 tindakan** dengan benar. Apakah interpretasinya?
Pembahasan: Interpretasi KPSP:
– Skor 9-10: **Sesuai (S)**.
– Skor 7-8: Meragukan (M).
– Skor ≤6: Penyimpangan (P).
Pembahasan: Interpretasi KPSP:
– Skor 9-10: **Sesuai (S)**.
– Skor 7-8: Meragukan (M).
– Skor ≤6: Penyimpangan (P).
Bayi berusia 1 bulan dibawa ke Puskesmas. Manakah vaksin imunisasi dasar dan cara pemberian yang tepat pada usia tersebut?
Pembahasan: Usia 1 bulan diberikan **Vaksin BCG** (0,05 mL secara Intrakutan/IC di lengan kanan) dan **Polio 1** (2 tetes oral).
Pembahasan: Usia 1 bulan diberikan **Vaksin BCG** (0,05 mL secara Intrakutan/IC di lengan kanan) dan **Polio 1** (2 tetes oral).
Balita 18 bulan diare 5x/hari, rewel/gelisah, mata cekung, **minum lahap/haus**, turgor perut kembali lambat. Apakah klasifikasi MTBS yang tepat?
Pembahasan: Tanda gelisah, mata cekung, **minum lahap/haus**, dan turgor lambat mengarahkan pada klasifikasi **Diare Dehidrasi Ringan/Sedang**.
Pembahasan: Tanda gelisah, mata cekung, **minum lahap/haus**, dan turgor lambat mengarahkan pada klasifikasi **Diare Dehidrasi Ringan/Sedang**.
Berapakah dosis harian dan durasi pemberian Tablet Zinc untuk balita berusia >6 bulan yang mengalami diare?
Pembahasan: Dosis Zinc balita ≥6 bulan: **20 mg (1 tablet) per hari** diberikan selama **10 hari berturut-turut**.
Pembahasan: Dosis Zinc balita ≥6 bulan: **20 mg (1 tablet) per hari** diberikan selama **10 hari berturut-turut**.
Berapakah dosis dan warna Kapsul Vitamin A yang diberikan pada bayi berusia 6 – 11 bulan pada bulan Februari/Agustus?
Pembahasan: Bayi umur **6 – 11 bulan** menerima **Kapsul Biru (Dosis 100.000 IU)**. Sedangkan balita 12-59 bulan menerima Kapsul Merah (200.000 IU).
Pembahasan: Bayi umur **6 – 11 bulan** menerima **Kapsul Biru (Dosis 100.000 IU)**. Sedangkan balita 12-59 bulan menerima Kapsul Merah (200.000 IU).
Hasil pengukuran panjang badan balita 24 bulan berada pada Z-Score **$-2,5$ SD** kurva WHO. Apakah klasifikasi status gizi anak tersebut?
Pembahasan: Z-score PB/U atau TB/U antara **-3 SD s.d < -2 SD** dikategorikan **Pendek (Stunted)**.
Pembahasan: Z-score PB/U atau TB/U antara **-3 SD s.d < -2 SD** dikategorikan **Pendek (Stunted)**.
Obat antikejang lini pertama via rektal apakah yang dapat diberikan bidan pada balita yang sedang mengalami kejang demam?
Pembahasan: Pertolongan pertama kejang balita adalah pemberian **Diazepam Rektal / Suppositoria** (5 mg untuk BB <12 kg, 10 mg untuk BB ≥12 kg).
Pembahasan: Pertolongan pertama kejang balita adalah pemberian **Diazepam Rektal / Suppositoria** (5 mg untuk BB <12 kg, 10 mg untuk BB ≥12 kg).
Balita 3 tahun mengalami gizi buruk dengan ciri khas **edema pada kedua punggung kaki**, *moon face*, dan rambut pirang mudah dicabut. Apakah tipe gizi buruk tersebut?
Pembahasan: **Kwashiorkor** (defisiensi protein) ditandai dengan edema bilateral (terutama kaki), *moon face*, dan rambut pirang kusam mudah dicabut.
Pembahasan: **Kwashiorkor** (defisiensi protein) ditandai dengan edema bilateral (terutama kaki), *moon face*, dan rambut pirang kusam mudah dicabut.