TO-1 Ukombidan
0 dari 180 pertanyaan telah diselesaikan
Pertanyaan:
PETUNJUK:
Selamat Belajar !
Sudah dikerjakan
Kuis sedang loading...
Anda harus masuk atau mendaftar untuk memulai kuis.
Anda harus menyelesaikan kuis dibawah ini, untuk memulai kuis ini:
0 dari 180 pertanyaan terjawab dengan benar
Waktu Anda:
Waktu yang telah berlalu
Anda mendapatkan 0 poin dari total 0 poin, (0)
| Nilai rata-rata |
|
| Nilai Anda |
|
| No. | Nama | Masuk ke | Poin | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| Tabel sedang loading | ||||
| Data tidak tersedia | ||||
Seorang perempuan berusia 24 tahun, G1P0A0, datang ke PMB untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil anamnesis: HPHT 15 April 2026, mengeluh mual di pagi hari. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, S 36,5°C, TFU belum teraba. Kapan Hari Perkiraan Lahir (HPL) pada kasus tersebut?
Pembahasan: Menggunakan Rumus Naegele untuk HPHT bulan April-Desember (Hari +7, Bulan -3, Tahun +1):
Hari: 15 + 7 = 22
Bulan: 4 – 3 = 1 (Januari)
Tahun: 2026 + 1 = 2027
Maka HPL pasien adalah 22 Januari 2027.
Pembahasan: Menggunakan Rumus Naegele untuk HPHT bulan April-Desember (Hari +7, Bulan -3, Tahun +1):
Hari: 15 + 7 = 22
Bulan: 4 – 3 = 1 (Januari)
Tahun: 2026 + 1 = 2027
Maka HPL pasien adalah 22 Januari 2027.
Seorang perempuan berusia 28 tahun, G2P1A0, datang ke PMB untuk pemeriksaan kehamilan. Hasil pengkajian: HPHT lupa, TFU teraba pertengahan antara pusat dan prosesus xifoideus (PX). Berapakah estimasi usia kehamilan pasien berdasarkan pemeriksaan fisik tersebut?
Pembahasan: Tinggi Fundus Uteri (TFU) menurut Leopold/McDonald:
– 12 minggu: 3 jari di atas simfisis
– 16 minggu: pertengahan simfisis-pusat
– 20 minggu: 3 jari di bawah pusat
– 24 minggu: setinggi pusat
– 28 minggu: 3 jari di atas pusat
– 32 minggu: pertengahan pusat-PX
– 36 minggu: setinggi PX.
Pembahasan: Tinggi Fundus Uteri (TFU) menurut Leopold/McDonald:
– 12 minggu: 3 jari di atas simfisis
– 16 minggu: pertengahan simfisis-pusat
– 20 minggu: 3 jari di bawah pusat
– 24 minggu: setinggi pusat
– 28 minggu: 3 jari di atas pusat
– 32 minggu: pertengahan pusat-PX
– 36 minggu: setinggi PX.
Seorang perempuan berusia 25 tahun, G1P0A0, hamil 10 minggu, datang ke PMB dengan keluhan keluar darah bercak dari jalan lahir sejak 4 jam lalu disertai mules ringan. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 82 x/menit, VT inspekulo tampak darah keluar dari ostium uteri externum (OUE), OUE tertutup, uterus sesuai usia kehamilan. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pembahasan: Abortus Imminens (ancaman keguguran) ditandai dengan perdarahan bercak/sedikit dari vagina, mules ringan, uterus sesuai usia kehamilan, dan OUE masih tertutup rapat tanpa adanya ekspulsi jaringan.
Pembahasan: Abortus Imminens (ancaman keguguran) ditandai dengan perdarahan bercak/sedikit dari vagina, mules ringan, uterus sesuai usia kehamilan, dan OUE masih tertutup rapat tanpa adanya ekspulsi jaringan.
Seorang perempuan berusia 22 tahun, G1P0A0, hamil 20 minggu, datang ke Puskesmas untuk Kunjungan Ulang ANC. Ibu mengeluh sering pusing dan cepat lelah. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, konjungtiva pucat, kadar Hb 10,2 g/dL. Apakah penatalaksanaan suplemen zat besi yang paling tepat diberikan bidan?
Pembahasan: Kadar Hb 10,2 g/dL pada trimester II mengindikasikan Anemia Ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaannya adalah pemberian tablet Tambah Darah (Fe) dosis terapi, yaitu 2 tablet per hari (setara 120 mg besi elemental) diminum bersama air putih/jus buah ber-Vitamin C.
Pembahasan: Kadar Hb 10,2 g/dL pada trimester II mengindikasikan Anemia Ringan (Hb 10,0 – 10,9 g/dL). Penatalaksanaannya adalah pemberian tablet Tambah Darah (Fe) dosis terapi, yaitu 2 tablet per hari (setara 120 mg besi elemental) diminum bersama air putih/jus buah ber-Vitamin C.
Seorang perempuan berusia 21 tahun, G1P0A0, hamil 8 minggu, datang ke PMB mengeluh mual dan muntah terus-menerus setiap kali makan/minum. Hasil pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, N 96 x/menit, mata cekung, turgor kulit sedikit menurun, lidah kering, dan nafsu makan hilang total. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pembahasan: Hiperemesis Gravidarum Tingkat I ditandai dengan muntah terus-menerus, lemah, mata cekung, turgor kulit berkurang, lidah kering, nadi cepat (sekitar 100 x/menit), TD sistolik menurun, namun kesadaran masih compos mentis.
Pembahasan: Hiperemesis Gravidarum Tingkat I ditandai dengan muntah terus-menerus, lemah, mata cekung, turgor kulit berkurang, lidah kering, nadi cepat (sekitar 100 x/menit), TD sistolik menurun, namun kesadaran masih compos mentis.
Seorang perempuan berusia 34 tahun, G3P2A0, hamil 34 minggu, datang ke RS dengan keluhan pusing hebat dan pandangan kabur. Hasil pemeriksaan: TD 165/110 mmHg, N 88 x/menit, edema pada kaki dan wajah, protein urin kualitatif (+++). Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pembahasan: Preeklampsia Berat (PEB) ditegakkan jika TD sistolik $\ge 160$ mmHg atau diastolik $\ge 110$ mmHg pada usia kehamilan >20 minggu, disertai proteinuria $\ge ++$ atau adanya gejala gejalan peningkat seperti pusing hebat, gangguan penglihatan (scotoma), atau nyeri epigastrium.
Pembahasan: Preeklampsia Berat (PEB) ditegakkan jika TD sistolik $\ge 160$ mmHg atau diastolik $\ge 110$ mmHg pada usia kehamilan >20 minggu, disertai proteinuria $\ge ++$ atau adanya gejala gejalan peningkat seperti pusing hebat, gangguan penglihatan (scotoma), atau nyeri epigastrium.
Seorang ibu hamil 36 minggu dibawa ke IGD Puskesmas dalam kondisi mengalami kejang klonik pada seluruh tubuh. Bidan segera mengamankan jalan napas pasien. Apakah tindakan pemberian obat anti-kejang lini pertama yang wajib segera diberikan?
Pembahasan: Anti-kejang pilihan utama (gold standard) untuk penanganan kejang Eklampsia adalah Magnesium Sulfat ($MgSO_4$), diawali dengan dosis awal 4 gram $MgSO_4$ 40% IV pelan selama 5 menit dikombinasikan dengan dosis rumatan.
Pembahasan: Anti-kejang pilihan utama (gold standard) untuk penanganan kejang Eklampsia adalah Magnesium Sulfat ($MgSO_4$), diawali dengan dosis awal 4 gram $MgSO_4$ 40% IV pelan selama 5 menit dikombinasikan dengan dosis rumatan.
Bidan melakukan pemeriksaan palpasi Leopold III pada ibu hamil G1P0A0 usia kehamilan 36 minggu. Bidan meraba bagian terendah janin di atas simfisis pubis ibu. Bagian teraba bulat, keras, dan melenting, namun tidak dapat digoyangkan lagi. Apakah interpretasi dari hasil Leopold III tersebut?
Pembahasan: Leopold III bertujuan menentukan bagian terendah janin dan menilai apakah bagian tersebut sudah masuk Pintu Atas Panggul (PAP). Jika teraba bulat, keras, melenting (kepala) dan sudah tidak dapat digoyangkan, berarti kepala janin sudah masuk PAP (divergen).
Pembahasan: Leopold III bertujuan menentukan bagian terendah janin dan menilai apakah bagian tersebut sudah masuk Pintu Atas Panggul (PAP). Jika teraba bulat, keras, melenting (kepala) dan sudah tidak dapat digoyangkan, berarti kepala janin sudah masuk PAP (divergen).
Seorang perempuan berusia 30 tahun, G2P1A0, hamil 32 minggu, datang ke RS mengeluh keluar darah merah segar dari jalan lahir tanpa rasa nyeri sejak 2 jam lalu setelah bangun tidur. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 84 x/menit, TFU 28 cm, DJJ 142 x/menit, uterus teraba lunak dan tidak tegang. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Pembahasan: Ciri khas Plasenta Previa adalah perdarahan pervaginam berwarna merah segar, berulang, terjadi secara mendadak pada trimester III tanpa disertai rasa nyeri (painless), serta uterus teraba relaks/lunak.
Pembahasan: Ciri khas Plasenta Previa adalah perdarahan pervaginam berwarna merah segar, berulang, terjadi secara mendadak pada trimester III tanpa disertai rasa nyeri (painless), serta uterus teraba relaks/lunak.
Seorang perempuan berusia 32 tahun, G3P2A0, hamil 34 minggu, diantar keluarga ke RS karena mengeluh nyeri perut hebat secara terus-menerus dan keluar darah berwarna kehitaman dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 100 x/menit, uterus teraba kaku keras seperti papan (board-like abdomen), DJJ lambat 100 x/menit. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Solusio Plasenta (terlepasnya plasenta sebelum waktunya) ditandai dengan perdarahan berwarna merah tua/kehitaman, disertai rasa nyeri perut menetap yang hebat, uterus teraba sangat tegang/keras seperti papan, serta gawat janin.
Pembahasan: Solusio Plasenta (terlepasnya plasenta sebelum waktunya) ditandai dengan perdarahan berwarna merah tua/kehitaman, disertai rasa nyeri perut menetap yang hebat, uterus teraba sangat tegang/keras seperti papan, serta gawat janin.
Seorang perempuan berusia 22 tahun, G1P0A0, hamil 7 minggu, datang ke PMB mengeluh sering mual dan muntah di pagi hari (morning sickness). Hasil pemeriksaan: TTV normal, turgor kulit baik, BB stabil. Apakah anjuran pola makan yang paling tepat diberikan bidan?
Pembahasan: Penanganan mual muntah fisiologis trimester I (emesis gravidarum) difokuskan pada modifikasi diet: makan porsi kecil tapi sering (small frequent feeding), mengonsumsi makanan kering/karbohidrat sederhana saat bangun tidur, dan menghindari makanan berlemak/berbau tajam.
Pembahasan: Penanganan mual muntah fisiologis trimester I (emesis gravidarum) difokuskan pada modifikasi diet: makan porsi kecil tapi sering (small frequent feeding), mengonsumsi makanan kering/karbohidrat sederhana saat bangun tidur, dan menghindari makanan berlemak/berbau tajam.
Seorang perempuan berusia 27 tahun, G2P1A0, datang ke RS mengeluh nyeri hebat tiba-tiba pada perut bawah kanan disertai spotting darah dari vagina. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 104 x/menit, pucat, nyeri tekan dan nyeri lepas abdomen (+), VT: nyeri goyang porsio (+). Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) memiliki trias klasik: riwayat amenorea, perdarahan/spotting pervaginam, dan nyeri perut bawah hebat. Tanda patognomonis VT adalah nyeri goyang porsio (chandelier sign positif) akibat iritasi peritoneum.
Pembahasan: Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) memiliki trias klasik: riwayat amenorea, perdarahan/spotting pervaginam, dan nyeri perut bawah hebat. Tanda patognomonis VT adalah nyeri goyang porsio (chandelier sign positif) akibat iritasi peritoneum.
Seorang perempuan berusia 23 tahun, G1P0A0, mengeluh hamil 12 minggu namun perutnya terasa sangat besar seperti hamil 20 minggu, disertai mual muntah berat dan keluar gelembung-gelembung seperti buah anggur dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan: TFU pertengahan pusat-simfisis, DJJ (-), kadar beta-hCG sangat tinggi. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pembahasan: Mola Hidatidosa (kehamilan anggur) ditandai dengan TFU yang lebih besar dari usia kehamilan sebenarnya, mual muntah berat, tidak ditemukannya djj/bagian janin, serta tanda khas keluarnya gelembung-gelembung mola seperti anggur dari vagina.
Pembahasan: Mola Hidatidosa (kehamilan anggur) ditandai dengan TFU yang lebih besar dari usia kehamilan sebenarnya, mual muntah berat, tidak ditemukannya djj/bagian janin, serta tanda khas keluarnya gelembung-gelembung mola seperti anggur dari vagina.
Seorang bidan memberikan edukasi mengenai standar pelayanan ANC Terpadu terbaru menurut Kementerian Kesehatan kepada ibu hamil primigravida. Berapakah frekuensi minimal kunjungan ANC yang wajib dilakukan selama masa kehamilan?
Pembahasan: Sesuai pedoman ANC Terpadu Kemenkes terbaru, pemeriksaan kehamilan minimal dilakukan 6 kali selama masa kehamilan, yaitu: 1 kali di Trimester I (oleh Dokter), 2 kali di Trimester II, dan 3 kali di Trimester III (1 kali di antaranya oleh Dokter).
Pembahasan: Sesuai pedoman ANC Terpadu Kemenkes terbaru, pemeriksaan kehamilan minimal dilakukan 6 kali selama masa kehamilan, yaitu: 1 kali di Trimester I (oleh Dokter), 2 kali di Trimester II, dan 3 kali di Trimester III (1 kali di antaranya oleh Dokter).
Seorang perempuan, G1P0A0, hamil 38 minggu, datang ke PMB. Hasil pemeriksaan palpasi: TFU 33 cm, kepala janin sudah masuk PAP (divergen). Berapakah Taksiran Berat Janin (TBJ) menurut Rumus Johnson-Toshack?
Pembahasan: Rumus Johnson-Toshack:
TBJ = (TFU – n) x 155 gram.
Nilai n:
– Jika kepala belum masuk PAP (konvergen) = 13
– Jika kepala sudah masuk PAP (divergen) = 11
Perhitungan: TBJ = (33 – 11) x 155 = 22 x 155 = 3410 gram.
Pembahasan: Rumus Johnson-Toshack:
TBJ = (TFU – n) x 155 gram.
Nilai n:
– Jika kepala belum masuk PAP (konvergen) = 13
– Jika kepala sudah masuk PAP (divergen) = 11
Perhitungan: TBJ = (33 – 11) x 155 = 22 x 155 = 3410 gram.
Seorang perempuan berusia 20 tahun, G1P0A0, hamil 16 minggu, datang ke PMB untuk memeriksakan kehamilan. Hasil wawancara: ibu mengaku telah mendapatkan imunisasi TT sebanyak 2 kali saat calon pengantin (caten). Berapakah interval minimal dan status Imunisasi Tetanus (Td) ibu saat ini?
Pembahasan: Riwayat TT caten 2 kali menandakan status Td2. Pemberian Td3 diberikan pada kehamilan dengan interval minimal 6 bulan setelah Td2 untuk memberikan perlindungan Tetanus Maternal dan Neonatal selama 5 tahun.
Pembahasan: Riwayat TT caten 2 kali menandakan status Td2. Pemberian Td3 diberikan pada kehamilan dengan interval minimal 6 bulan setelah Td2 untuk memberikan perlindungan Tetanus Maternal dan Neonatal selama 5 tahun.
Seorang ibu hamil 32 minggu mengeluh sering pusing, mual, dan merasa ingin pingsan saat berbaring terlentang di tempat tidur. Bidan menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi akibat penekanan uterus yang membesar pada pembuluh darah balik utama. Apakah nama kondisi fisiologis tersebut?
Pembahasan: Kondisi pusing, hipotensi, dan mual saat berbaring terlentang pada kehamilan lanjut dinamakan Supine Hypotensive Syndrome (Aortocaval Compression). Terjadi akibat pembesaran uterus menekan Vena Cava Inferior, sehingga dianjurkan berbaring miring ke kiri.
Pembahasan: Kondisi pusing, hipotensi, dan mual saat berbaring terlentang pada kehamilan lanjut dinamakan Supine Hypotensive Syndrome (Aortocaval Compression). Terjadi akibat pembesaran uterus menekan Vena Cava Inferior, sehingga dianjurkan berbaring miring ke kiri.
Seorang perempuan berusia 28 tahun, G2P1A0, hamil 35 minggu, datang ke RS mengeluh keluar cairan jernih berbau khas dari jalan lahir secara tiba-tiba sejak 3 jam lalu tanpa mules. Hasil VT: tidak ada pembukaan serviks. Hasil inspekulo: tampak genangan cairan di forniks posterior, dan tes lakmus merah berubah menjadi biru. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Ketuban Pecah Dini (KPD / PROM) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum adanya tanda-tanda persalinan/inpartu. Diagnosis dikonfirmasi dengan inspekulo (melihat cairan keluar dari OUE) dan tes lakmus biru (alkalis).
Pembahasan: Ketuban Pecah Dini (KPD / PROM) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum adanya tanda-tanda persalinan/inpartu. Diagnosis dikonfirmasi dengan inspekulo (melihat cairan keluar dari OUE) dan tes lakmus biru (alkalis).
Seorang perempuan berusia 32 tahun, G2P1A0, hamil 26 minggu, melakukan pemeriksaan ANC terpadu. Hasil skrining Glukosa Darah Puasa (GDP) didapatkan 130 mg/dL dan TTGO jam ke-2 sebesar 190 mg/dL. Bidan menegakkan diagnosis Diabetes Melitus Gestasional. Apakah langkah penatalaksanaan awal yang paling tepat?
Pembahasan: Penatalaksanaan awal Diabetes Melitus Gestasional (DMG) adalah konseling terapi nutrisi medis (diet diabetes) dan aktivitas fisik teratur selama 2 minggu, disertai pemantauan kadar glukosa darah berkala sebelum memutuskan terapi insulin.
Pembahasan: Penatalaksanaan awal Diabetes Melitus Gestasional (DMG) adalah konseling terapi nutrisi medis (diet diabetes) dan aktivitas fisik teratur selama 2 minggu, disertai pemantauan kadar glukosa darah berkala sebelum memutuskan terapi insulin.
Bidan melakukan pemeriksaan inspekulo pada seorang ibu yang dicurigai hamil muda. Bidan mengamati adanya perubahan warna pada vulva, vagina, dan porsio serviks menjadi kebiruan atau keunguan akibat hipervaskularisasi. Apakah nama tanda kehamilan tersebut?
Pembahasan: Perubahan warna serviks, vagina, dan vulva menjadi kebiruan/keunguan akibat kongesti pembuluh darah dinamakan Tanda Chadwick (Chadwick’s Sign).
Pembahasan: Perubahan warna serviks, vagina, dan vulva menjadi kebiruan/keunguan akibat kongesti pembuluh darah dinamakan Tanda Chadwick (Chadwick’s Sign).
Seorang perempuan berusia 29 tahun, G2P1A0, hamil 36 minggu, datang ke PMB dengan keluhan sering merasa bengkak pada kedua kelopak mata di pagi hari, pusing, dan nyeri di ulu hati. Hasil pemeriksaan: TD 150/100 mmHg, N 88 x/menit, protein urin (++). Apakah masalah potensial utama yang harus diwaspadai bidan?
Pembahasan: Nyeri ulu hati (epigastric pain) pada pasien preeklampsia merupakan tanda bahaya keterlibatan organ hepar (peregangan kapsula Glisson) dan merupakan gejala prodromal terjadinya Kejang Eklampsia.
Pembahasan: Nyeri ulu hati (epigastric pain) pada pasien preeklampsia merupakan tanda bahaya keterlibatan organ hepar (peregangan kapsula Glisson) dan merupakan gejala prodromal terjadinya Kejang Eklampsia.
Seorang perempuan berusia 23 tahun, G1P0A0, hamil 9 minggu, datang ke PMB mengeluh mual dan sesekali muntah di pagi hari. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, turgor kulit baik, mata tidak cekung. Selain edukasi nutrisi porsi kecil sering, apakah lini pertama terapi suplementasi yang dapat diberikan bidan?
Pembahasan: Suplementasi lini pertama (first-line) yang aman dan direkomendasikan untuk mengurangi gejala emesis gravidarum fisiologis adalah Pyridoxine (Vitamin B6) dosis 10-25 mg 3-4 kali sehari.
Pembahasan: Suplementasi lini pertama (first-line) yang aman dan direkomendasikan untuk mengurangi gejala emesis gravidarum fisiologis adalah Pyridoxine (Vitamin B6) dosis 10-25 mg 3-4 kali sehari.
Seorang perempuan berusia 26 tahun, G1P0A0, hamil 12 minggu. Hasil pengkajian pra-hamil: BB 45 kg, TB 155 cm (IMT 18,7 kg/m² / Normal). Berapakah rekomendasi total kenaikan berat badan ibu yang ideal selama seluruh masa kehamilan?
Pembahasan: Rekomendasi Kenaikan BB selama Hamil berdasarkan IMT Pra-Hamil (IOM):
– Underweight (<18,5): 12,5 - 18 kg
– Normal (18,5 – 24,9): 11,5 – 16 kg
– Overweight (25 – 29,9): 7 – 11,5 kg
– Obese (≥30): 5 – 9 kg.
Pembahasan: Rekomendasi Kenaikan BB selama Hamil berdasarkan IMT Pra-Hamil (IOM):
– Underweight (<18,5): 12,5 - 18 kg
– Normal (18,5 – 24,9): 11,5 – 16 kg
– Overweight (25 – 29,9): 7 – 11,5 kg
– Obese (≥30): 5 – 9 kg.
Seorang perempuan berusia 27 tahun, G2P1A0, hamil 28 minggu, datang ke PMB mengeluh gatal hebat pada area kemaluan. Hasil pemeriksaan inspekulo: vagina tampak kemerahan dan sekret vagina menggumpal putih seperti susu basi/keju (cottage cheese-like). Apakah mikroorganisme penyebab dan penatalaksanaannya?
Pembahasan: Keputihan dengan keluhan gatal hebat dan sekret khas menggumpal seperti keju/susu basi merupakan tanda infeksi Kandidiasis Vaginalis yang disebabkan oleh jamur *Candida albicans*. Penatalaksanaan pilihan adalah Nistatin suppositoria/vaginal tab.
Pembahasan: Keputihan dengan keluhan gatal hebat dan sekret khas menggumpal seperti keju/susu basi merupakan tanda infeksi Kandidiasis Vaginalis yang disebabkan oleh jamur *Candida albicans*. Penatalaksanaan pilihan adalah Nistatin suppositoria/vaginal tab.
Seorang bidan melakukan pemeriksaan bimanual pada ibu hamil trimester I. Bidan merasakan adanya pelunakan pada serviks uteri dan pelunakan pada daerah isthmus uteri. Apakah istilah medis untuk kedua tanda objektif kehamilan tersebut?
Pembahasan: Pelunakan porsio/serviks uteri disebut Tanda Goodell (Goodell’s Sign), sedangkan pelunakan daerah isthmus uteri sehingga korpus dan serviks seolah terpisah dinamakan Tanda Hegar (Hegar’s Sign).
Pembahasan: Pelunakan porsio/serviks uteri disebut Tanda Goodell (Goodell’s Sign), sedangkan pelunakan daerah isthmus uteri sehingga korpus dan serviks seolah terpisah dinamakan Tanda Hegar (Hegar’s Sign).
Seorang perempuan berusia 31 tahun, G1P0A0, datang ke RS untuk kontrol kehamilan. Hasil anamnesis: HPHT dapat dipercaya, usia kehamilan saat ini mencapai 42 minggu 3 hari, belum ada mules. Hasil USG: oligohidramnion (ICA 3 cm), plasenta kalsifikasi grade III. Apakah tindakan medis utama yang disiapkan bidan?
Pembahasan: Kehamilan Postterm/Serotinus (usia kehamilan ≥42 minggu) dengan penyulit oligohidramnion dan penurunan fungsi plasenta memerlukan tindakan terminasi kehamilan (induksi persalinan atau Seksio Sesarea jika syarat induksi tidak terpenuhi).
Pembahasan: Kehamilan Postterm/Serotinus (usia kehamilan ≥42 minggu) dengan penyulit oligohidramnion dan penurunan fungsi plasenta memerlukan tindakan terminasi kehamilan (induksi persalinan atau Seksio Sesarea jika syarat induksi tidak terpenuhi).
Bidan mendengarkan Denyut Jantung Janin (DJJ) pada ibu hamil usia 32 minggu menggunakan doppler. Hasil penghitungan DJJ teratur dengan frekuensi 138 kali per menit. Apakah interpretasi dari hasil pemeriksaan DJJ tersebut?
Pembahasan: Batas frekuensi normal Denyut Jantung Janin (DJJ) teratur adalah 120 – 160 kali per menit. Jika DJJ <120 x/menit disebut Bradikardia (Gawat Janin) dan >160 x/menit disebut Takikardia.
Pembahasan: Batas frekuensi normal Denyut Jantung Janin (DJJ) teratur adalah 120 – 160 kali per menit. Jika DJJ <120 x/menit disebut Bradikardia (Gawat Janin) dan >160 x/menit disebut Takikardia.
Seorang bidan memberikan konseling gizi pada ibu hamil trimester I. Bidan menjelaskan pentingnya suplemen Asam Folat untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin. Apakah kelainan kongenital yang dicegah oleh kecukupan asupan Asam Folat tersebut?
Pembahasan: Defisiensi Asam Folat pada masa pra-konsepsi dan trimester I kehamilan berhubungan erat dengan peningkatan risiko Neural Tube Defects (NTD) seperti Anensefali, Spina Bifida, dan Ensefalokel.
Pembahasan: Defisiensi Asam Folat pada masa pra-konsepsi dan trimester I kehamilan berhubungan erat dengan peningkatan risiko Neural Tube Defects (NTD) seperti Anensefali, Spina Bifida, dan Ensefalokel.
Bidan hendak memberikan dosis rumatan $MgSO_4$ pada ibu hamil dengan Preeklampsia Berat (PEB). Sebelum menyuntikkan obat, bidan melakukan pemeriksaan fisik keselamatan. Manakah dari hasil pemeriksaan berikut yang menyebabkan pemberian $MgSO_4$ WAJIB ditunda?
Pembahasan: Syarat pemberian $MgSO_4$ aman:
1. Refleks patella (+) kuat
2. Frekuensi pernapasan ≥16 x/menit
3. Produksi urine minimal 30 mL/jam (0,5 mL/kgBB/jam) dalam 4 jam terakhir
4. Tersedia Antidotum Kalsium Glukonas 10%.
Jika pernapasan <16 x/menit atau oliguria, pemberian $MgSO_4$ ditunda.
Pembahasan: Syarat pemberian $MgSO_4$ aman:
1. Refleks patella (+) kuat
2. Frekuensi pernapasan ≥16 x/menit
3. Produksi urine minimal 30 mL/jam (0,5 mL/kgBB/jam) dalam 4 jam terakhir
4. Tersedia Antidotum Kalsium Glukonas 10%.
Jika pernapasan <16 x/menit atau oliguria, pemberian $MgSO_4$ ditunda.
Seorang ibu hamil PEB sedang mendapat infus $MgSO_4$. Saat pemantauan, pasien mendadak mengalami sesak napas berat, depresi pernapasan (RR 10 x/menit), dan refleks patella negatif. Bidan menghentikan infus $MgSO_4$. Apakah obat antidotum spesifik yang harus segera disuntikkan?
Pembahasan: Antidotum spesifik intoksikasi/keracunan Magnesium Sulfat adalah Kalsium Glukonas 10% dosis 1 gram (10 mL dalam larutan 10%) IV secara perlahan selama 3-5 menit.
Pembahasan: Antidotum spesifik intoksikasi/keracunan Magnesium Sulfat adalah Kalsium Glukonas 10% dosis 1 gram (10 mL dalam larutan 10%) IV secara perlahan selama 3-5 menit.
Seorang perempuan berusia 28 tahun, G2P1A0, hamil 11 minggu, datang ke PMB mengeluh perdarahan banyak dari vagina disertai gumpalan daging/jaringan sejak 2 jam lalu. Hasil VT: OUE terbuka teraba sisa jaringan plasenta, uterus lebih kecil dari usia kehamilan. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Abortus Inkomplit ditandai dengan pengeluaran sebagian hasil konsepsi, perdarahan pervaginam banyak, mules hebat, OUE masih terbuka teraba jaringan, dan ukuran uterus lebih kecil dari usia kehamilan.
Pembahasan: Abortus Inkomplit ditandai dengan pengeluaran sebagian hasil konsepsi, perdarahan pervaginam banyak, mules hebat, OUE masih terbuka teraba jaringan, dan ukuran uterus lebih kecil dari usia kehamilan.
Seorang pasien dikonfirmasi mengalami Abortus Inkomplit pada usia kehamilan 9 minggu di Puskesmas PONED. Perdarahan aktif sedang berlangsung. Manakah prosedur evakuasi sisa jaringan konsepsi pilihan utama yang paling aman?
Pembahasan: Untuk evakuasi sisa jaringan pada abortus inkomplit usia kehamilan <12 minggu, metode pilihan utama (gold standard) yang direkomendasikan adalah Aspirasi Vakum Manual (AVM) karena lebih aman, rendah komplikasi perforasi, dan tidak memerlukan pembiusan umum.
Pembahasan: Untuk evakuasi sisa jaringan pada abortus inkomplit usia kehamilan <12 minggu, metode pilihan utama (gold standard) yang direkomendasikan adalah Aspirasi Vakum Manual (AVM) karena lebih aman, rendah komplikasi perforasi, dan tidak memerlukan pembiusan umum.
Bidan melakukan palpasi Leopold pada ibu hamil 34 minggu. Leopold I teraba bulat, keras, dan melenting di fundus. Leopold II teraba bagian memanjang seperti papan di sebelah kanan ibu. Leopold III teraba lunak dan kurang melenting di atas simfisis. Apakah letak dan presentasi janin tersebut?
Pembahasan: Leopold I teraba kepala (bulat, keras, melenting) di fundus dan Leopold III teraba bokong (lunak, tidak melenting) di PAP menandakan janin berada dalam Presentasi Bokong / Letak Sungsang dengan punggung kanan (Puka).
Pembahasan: Leopold I teraba kepala (bulat, keras, melenting) di fundus dan Leopold III teraba bokong (lunak, tidak melenting) di PAP menandakan janin berada dalam Presentasi Bokong / Letak Sungsang dengan punggung kanan (Puka).
Seorang ibu hamil 34 minggu berkonsultasi kepada bidan karena merasa cemas untuk melakukan hubungan seksual dengan suaminya, khawatir menyebabkan keguguran atau melahirkan prematur. Kehamilan ibu berlangsung normal tanpa riwayat perdarahan. Apakah penjelasan yang tepat disampaikan bidan?
Pembahasan: Hubungan seksual pada kehamilan normal tanpa komplikasi aman dilakukan. Edukasi meliputi pemilihan posisi yang nyaman (posisi miring/ibu di atas) agar tidak menekan perut ibu, serta penggunaan kondom jika sperma dikhawatirkan memicu kontraksi (karena kandungan prostaglandin).
Pembahasan: Hubungan seksual pada kehamilan normal tanpa komplikasi aman dilakukan. Edukasi meliputi pemilihan posisi yang nyaman (posisi miring/ibu di atas) agar tidak menekan perut ibu, serta penggunaan kondom jika sperma dikhawatirkan memicu kontraksi (karena kandungan prostaglandin).
Seorang ibu hamil G1P0A0 melakukan pemeriksaan darah ANC Terpadu pada trimester I di Puskesmas. Hasil tes cepat menunjukkan RDT HBsAg (+), HIV (-), dan Sifilis (-). Apakah tindakan rujukan dan penatalaksanaan bayi saat lahir nantinya?
Pembahasan: Ibu hamil dengan HBsAg (+) harus dirujuk untuk evaluasi fungsi hati. Bayi yang lahir dari ibu HBsAg (+) wajib mendapatkan Vaksin Hepatitis B dan Immunoglobulin Hepatitis B (HBIG) secara bersamaan pada dua paha berbeda dalam waktu <12 jam setelah lahir.
Pembahasan: Ibu hamil dengan HBsAg (+) harus dirujuk untuk evaluasi fungsi hati. Bayi yang lahir dari ibu HBsAg (+) wajib mendapatkan Vaksin Hepatitis B dan Immunoglobulin Hepatitis B (HBIG) secara bersamaan pada dua paha berbeda dalam waktu <12 jam setelah lahir.
Bidan melakukan pemeriksaan urin spesimen protein kuantitatif/kualitatif asam asetat dipstick pada ibu hamil 34 minggu dengan tensi 150/90 mmHg. Tampak kekeruhan jelas dengan kepingan-kepingan berawan tebal (terbentuk endapan kepingan). Berapakah tingkatan kadar proteinuria kualitatif tersebut?
Pembahasan: Penilaian Proteinuria Asam Asetat/Dipstick:
– Negatif: Jernih
– Positif 1 (+): Kekeruhan ringan tanpa endapan (0,3 – 1 g/L)
– Positif 2 (++): Kekeruhan mudah dilihat dengan kepingan (1 – 3 g/L)
– Positif 3 (+++): Kekeruhan jelas dengan keping-keping berawan tebal (3 – 5 g/L)
– Positif 4 (++++): Sangat keruh memadat (>5 g/L).
Pembahasan: Penilaian Proteinuria Asam Asetat/Dipstick:
– Negatif: Jernih
– Positif 1 (+): Kekeruhan ringan tanpa endapan (0,3 – 1 g/L)
– Positif 2 (++): Kekeruhan mudah dilihat dengan kepingan (1 – 3 g/L)
– Positif 3 (+++): Kekeruhan jelas dengan keping-keping berawan tebal (3 – 5 g/L)
– Positif 4 (++++): Sangat keruh memadat (>5 g/L).
Seorang ibu hamil aterm saat proses pemeriksaan di RS mendadak mengalami sesak napas berat, menggigil, gelisah, hipotensi drastis (TD 70/40 mmHg), sianosis, dan penurunan kesadaran. Dicurigai terjadi Emboli Air Ketuban. Apakah tindakan pertolongan pertama paling krusial?
Pembahasan: Penatalaksanaan awal emboli air ketuban berfokus pada resusitasi kardiopulmoner: oksigenasi masif 100% (intubasi/masker), stabilisasi hemodinamik dengan pemasangan 2 jalur IV cairan kristaloid, dan persiapan resusitasi jantung paru.
Pembahasan: Penatalaksanaan awal emboli air ketuban berfokus pada resusitasi kardiopulmoner: oksigenasi masif 100% (intubasi/masker), stabilisasi hemodinamik dengan pemasangan 2 jalur IV cairan kristaloid, dan persiapan resusitasi jantung paru.
Seorang ibu hamil 32 minggu mengeluh buang air besar terasa keras dan hanya BAB 3 hari sekali. Hasil pemeriksaan: TTV normal, abdomen teraba membesar sesuai usia kehamilan. Apakah penyebab fisiologis dan edukasi penanganannya?
Pembahasan: Konstipasi kehamilan disebabkan oleh peningkatan hormon Progesteron yang menurunkan peristaltik usus, serta penekanan uterus pada usus. Penanganannya adalah meningkatkan asupan serat (sayur/buah), minum air putih cukup (2-3 L/hari), dan olahraga ringan (jalan kaki).
Pembahasan: Konstipasi kehamilan disebabkan oleh peningkatan hormon Progesteron yang menurunkan peristaltik usus, serta penekanan uterus pada usus. Penanganannya adalah meningkatkan asupan serat (sayur/buah), minum air putih cukup (2-3 L/hari), dan olahraga ringan (jalan kaki).
Seorang perempuan berusia 25 tahun, G1P0A0, hamil 28 minggu, datang ke Puskesmas dengan keluhan sangat lemas, pusing berputar, dan sesak saat berjalan pelan. Hasil pemeriksaan: konjungtiva dan telapak tangan sangat pucat, N 108 x/menit, Hb 6,2 g/dL. Apakah diagnosis dan penatalaksanaan yang paling tepat?
Pembahasan: Kadar Hb < 7,0 g/dL pada ibu hamil diklasifikasikan sebagai Anemia Berat. Penatalaksanaannya adalah rujukan segera ke Rumah Sakit untuk transfusi darah (PRC).
Pembahasan: Kadar Hb < 7,0 g/dL pada ibu hamil diklasifikasikan sebagai Anemia Berat. Penatalaksanaannya adalah rujukan segera ke Rumah Sakit untuk transfusi darah (PRC).
Bidan melakukan pemeriksaan palpasi Leopold IV pada ibu primigravida hamil 38 minggu. Kedua telapak tangan bidan saat meraba bagian bawah janin membentuk posisi sejajar/paralel satu sama lain. Apakah makna dari posisi tangan bidan tersebut?
Pembahasan: Leopold IV menilai sejauh mana kepala masuk PAP:
– Konvergen (ujung jari bertemu): Sebagian kecil kepala masuk PAP (3/5 – 4/5)
– Paralel/Sejajar: Sebagian besar kepala sudah masuk PAP (2/5)
– Divergen (ujung jari menjauh): Kepala sudah masuk PAP sepenuhnya (1/5 – 0/5).
Pembahasan: Leopold IV menilai sejauh mana kepala masuk PAP:
– Konvergen (ujung jari bertemu): Sebagian kecil kepala masuk PAP (3/5 – 4/5)
– Paralel/Sejajar: Sebagian besar kepala sudah masuk PAP (2/5)
– Divergen (ujung jari menjauh): Kepala sudah masuk PAP sepenuhnya (1/5 – 0/5).
Seorang perempuan berusia 25 tahun, G1P0A0, hamil 39 minggu, datang ke PMB mengeluh mulas-mulas makin sering dan kencang sejak 6 jam lalu. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 84 x/menit, his 3x/10 menit durasi 40 detik, DJJ 140 x/menit teratur. Hasil VT: pembukaan 5 cm, ketuban utuh (+), penurunan kepala H-II. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pembahasan: Inpartu Kala I Fase Aktif ditandai dengan ditemukannya his yang adekuat (≥3x/10 menit), penipisan serviks, dan pembukaan serviks antara 4 cm sampai 10 cm (lengkap).
Pembahasan: Inpartu Kala I Fase Aktif ditandai dengan ditemukannya his yang adekuat (≥3x/10 menit), penipisan serviks, dan pembukaan serviks antara 4 cm sampai 10 cm (lengkap).
Seorang bayi telah lahir spontan 1 menit yang lalu di PMB. Bidan telah memastikan tidak ada janin kedua pada uterus. Apakah langkah manajemen aktif kala III (MAK III) pertama yang wajib segera dikerjakan bidan?
Pembahasan: Tiga langkah utama Manajemen Aktif Kala III (MAK III):
1. Pemberian suntikan Oksitosin 10 IU IM dalam waktu 1 menit pertama setelah bayi lahir (setelah memastikan tidak ada janin kedua).
2. Penegangan Tali Pusat Terkendali (PTT) saat ada kontraksi.
3. Masase fundus uteri segera setelah plasenta lahir.
Pembahasan: Tiga langkah utama Manajemen Aktif Kala III (MAK III):
1. Pemberian suntikan Oksitosin 10 IU IM dalam waktu 1 menit pertama setelah bayi lahir (setelah memastikan tidak ada janin kedua).
2. Penegangan Tali Pusat Terkendali (PTT) saat ada kontraksi.
3. Masase fundus uteri segera setelah plasenta lahir.
Seorang bayi lahir spontan aterm di PMB. Hasil penilaian segera saat lahir: tubuh kemerahan dengan ekstremitas biru, denyut jantung 110 x/menit, gerakan fleksi sedikit pada ekstremitas, menangis lemah saat diisap lendir, dan napas lambat tidak teratur. Berapakah nilai Apgar Score bayi tersebut?
Pembahasan: Penilaian APGAR:
– Appearance (Warna kulit): Tubuh merah, ekstremitas biru = 1
– Pulse (Denyut jantung): >100 x/menit = 2
– Grimace (Refleks): Menangis lemah/meringis = 1
– Activity (Tonus otot): Fleksi sedikit = 1
– Respiration (Pernapasan): Lambat tidak teratur = 1
Total APGAR Score = 1 + 2 + 1 + 1 + 1 = 6.
Pembahasan: Penilaian APGAR:
– Appearance (Warna kulit): Tubuh merah, ekstremitas biru = 1
– Pulse (Denyut jantung): >100 x/menit = 2
– Grimace (Refleks): Menangis lemah/meringis = 1
– Activity (Tonus otot): Fleksi sedikit = 1
– Respiration (Pernapasan): Lambat tidak teratur = 1
Total APGAR Score = 1 + 2 + 1 + 1 + 1 = 6.
Seorang ibu primigravida sedang dirawat di kamar bersalin. Bidan mengamati adanya tanda-tanda dorongan kuat untuk meneran, perineum tampak menonjol, vulva dan anus membuka, serta makin meningkatnya pengeluaran lendir darah dari vagina. Apakah tindakan awal yang paling tepat dilakukan bidan?
Pembahasan: Tanda pasti Kala II (Dor-Tek-Per-Jol-Vuk-Ka): Dorongan meneran, Tekanan pada anus, Perineum menonjol, Vulva-anus membuka. Jika tanda-tanda tersebut muncul, tindakan awal bidan adalah melakukan Pemeriksaan Dalam (VT) untuk memastikan pembukaan sudah lengkap (10 cm).
Pembahasan: Tanda pasti Kala II (Dor-Tek-Per-Jol-Vuk-Ka): Dorongan meneran, Tekanan pada anus, Perineum menonjol, Vulva-anus membuka. Jika tanda-tanda tersebut muncul, tindakan awal bidan adalah melakukan Pemeriksaan Dalam (VT) untuk memastikan pembukaan sudah lengkap (10 cm).
Saat proses melahirkan janin presentasi kepala, setelah kepala bayi lahir dan dilakukan putaran paksi luar, bahu depan terperangkap di belakang simfisis pubis (turtle sign). Kepala bayi tertarik kembali ke arah perineum. Apakah manuver pertolongan awal yang harus segera dikerjakan bidan?
Pembahasan: Penatalaksanaan awal (lini pertama) kasus Distosia Bahu adalah Manuver McRoberts: posisikan ibu terlentang, minta ibu memfleksikan kedua paha ke arah dada sejauh mungkin, disertai penekanan suprapubik ke arah bawah-belakang oleh asisten.
Pembahasan: Penatalaksanaan awal (lini pertama) kasus Distosia Bahu adalah Manuver McRoberts: posisikan ibu terlentang, minta ibu memfleksikan kedua paha ke arah dada sejauh mungkin, disertai penekanan suprapubik ke arah bawah-belakang oleh asisten.
Seorang ibu P2A0 baru saja melahirkan plasenta lengkap 10 menit lalu. Bidan melakukan masase fundus uteri selama 15 detik, namun uterus tetap teraba lunak, tidak berkontraksi, dan terjadi perdarahan pervaginam aktif merembes cepat >500 mL. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pembahasan: Atonia Uteri ditandai dengan tidak adanya kontraksi uterus (konsistensi uterus lunak/flaksid) setelah lahirnya plasenta, yang menjadi penyebab utama perdarahan postpartum primer.
Pembahasan: Atonia Uteri ditandai dengan tidak adanya kontraksi uterus (konsistensi uterus lunak/flaksid) setelah lahirnya plasenta, yang menjadi penyebab utama perdarahan postpartum primer.
Bidan sedang menatalaksana kasus Atonia Uteri di PMB. Setelah masase fundus uteri 15 detik gagal dan kandung kemih dikosongkan, bidan melakukan Kompresi Bimanual Interna (KBI). Berapakah durasi minimal pertahanan KBI jika uterus sudah mulai berkontraksi kuat?
Pembahasan: Jika uterus berkontraksi setelah KBI, pertahankan KBI selama 2 menit lagi. Kemudian keluarkan tangan secara perlahan dan lakukan pemantauan ketat kontraksi.
Pembahasan: Jika uterus berkontraksi setelah KBI, pertahankan KBI selama 2 menit lagi. Kemudian keluarkan tangan secara perlahan dan lakukan pemantauan ketat kontraksi.
Seorang bayi lahir di PMB tidak menangis, bernapas megap-megap, dan tonus otot lunglai. Bidan segera memotong tali pusat dan membawa bayi ke meja resusitasi. Apakah urutan langkah awal resusitasi (HAIKAL) yang benar?
Pembahasan: Urutan Langkah Awal Resusitasi BBL (HAIKAL):
1. **H**angatkan (bawah pemancar panas)
2. **A**tur posisi kepala (sedikit ekstensi/sniffing)
3. **I**sap lendir (mulut dulu, lalu hidung jika perlu)
4. **K**eringkan dan rangsang taktil
5. **A**tur kembali posisi
6. **L**akukan penilaian pernapasan, frekuensi jantung, dan warna kulit.
Pembahasan: Urutan Langkah Awal Resusitasi BBL (HAIKAL):
1. **H**angatkan (bawah pemancar panas)
2. **A**tur posisi kepala (sedikit ekstensi/sniffing)
3. **I**sap lendir (mulut dulu, lalu hidung jika perlu)
4. **K**eringkan dan rangsang taktil
5. **A**tur kembali posisi
6. **L**akukan penilaian pernapasan, frekuensi jantung, dan warna kulit.
Bidan melakukan pencatatan kemajuan persalinan pada lembar Partograf. Pada pemeriksaan jam 12.00 pembukaan 5 cm, dan pada pemeriksaan jam 16.00 pembukaan masih 5 cm. Garis grafik pembukaan serviks telah memotong Garis Waspada dan menyentuh Garis Bertindak. Apakah tindakan kebidanan yang paling tepat?
Pembahasan: Jika grafik pembukaan serviks pada Partograf telah memotong atau berada di sebelah kanan Garis Bertindak, hal ini mengindikasikan adanya penyulit/kasep, sehingga harus segera dilakukan Rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (RS).
Pembahasan: Jika grafik pembukaan serviks pada Partograf telah memotong atau berada di sebelah kanan Garis Bertindak, hal ini mengindikasikan adanya penyulit/kasep, sehingga harus segera dilakukan Rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (RS).
Seorang primipara baru saja melahirkan bayi secara spontan. Bidan melakukan inspeksi jalan lahir dan menemukan adanya robekan pada selaput lendir vagina, kulit perineum, serta otot-otot perineum (m. sfingter ani eksternus masih utuh intact). Berapakah derajat laserasi perineum tersebut?
Pembahasan: Derajat Laserasi Perineum:
– Derajat I: Mukosa vagina dan kulit perineum.
– Derajat II: Mukosa vagina, kulit, dan otot perineum.
– Derajat III: Mengenai otot sfingter ani.
– Derajat IV: Mengenai otot sfingter ani hingga mukosa rektum.
Pembahasan: Derajat Laserasi Perineum:
– Derajat I: Mukosa vagina dan kulit perineum.
– Derajat II: Mukosa vagina, kulit, dan otot perineum.
– Derajat III: Mengenai otot sfingter ani.
– Derajat IV: Mengenai otot sfingter ani hingga mukosa rektum.
Seorang bayi lahir bugar, menangis kuat, dan tonus otot aktif. Bidan mengeringkan tubuh bayi kecuali kedua telapak tangan, lalu meletakkan bayi tengkurap di atas dada ibu secara kulit ke kulit (skin-to-skin contact). Berapakah durasi minimal pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)?
Pembahasan: Kontak kulit ke kulit (Skin-to-skin) dan proses IMD minimal dilakukan selama 1 jam sampai bayi berhasil menemukan puting susu ibu dan menyusu pertama kali.
Pembahasan: Kontak kulit ke kulit (Skin-to-skin) dan proses IMD minimal dilakukan selama 1 jam sampai bayi berhasil menemukan puting susu ibu dan menyusu pertama kali.
Bidan mengamati proses persalinan kala II. Setelah kepala janin mengalami rotasi interna (putaran paksi dalam) sehingga ubun-ubun kecil berada di bawah simfisis, gerakan dasar mekanis apakah yang selanjutnya terjadi saat kepala melintasi vulva?
Pembahasan: Urutan Mekanisme Persalinan Normal:
Engagment $\rightarrow$ Penurunan (Descent) $\rightarrow$ Fleksi $\rightarrow$ Rotasi Interna (Putaran Paksi Dalam) $\rightarrow$ **Ekstensi** (lahirnya dahi, mata, hidung, mulut, dagu) $\rightarrow$ Rotasi Eksterna (Putaran Paksi Luar) $\rightarrow$ Ekspulsi.
Pembahasan: Urutan Mekanisme Persalinan Normal:
Engagment $\rightarrow$ Penurunan (Descent) $\rightarrow$ Fleksi $\rightarrow$ Rotasi Interna (Putaran Paksi Dalam) $\rightarrow$ **Ekstensi** (lahirnya dahi, mata, hidung, mulut, dagu) $\rightarrow$ Rotasi Eksterna (Putaran Paksi Luar) $\rightarrow$ Ekspulsi.
Seorang perempuan baru saja melahirkan bayi secara spontan 30 menit lalu di PMB. Bidan telah menyuntikkan Oksitosin 10 IU IM dosis pertama dan kedua, serta melakukan Penegangan Tali Pusat Terkendali (PTT). Namun, plasenta belum juga lahir dan tidak ada tanda-tanda pelepasan plasenta. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Retensio Plasenta ditegakkan apabila plasenta belum lahir dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, meskipun telah dilakukan Manajemen Aktif Kala III secara adekuat.
Pembahasan: Retensio Plasenta ditegakkan apabila plasenta belum lahir dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, meskipun telah dilakukan Manajemen Aktif Kala III secara adekuat.
Bidan akan melakukan prosedur Manual Plasenta pada kasus Retensio Plasenta di Puskesmas PONED. Bidan telah memasukkan satu tangan secara obstetri menyusuri tali pusat hingga mencapai kavum uteri. Bagaimanakah teknik pelepasan plasenta yang benar?
Pembahasan: Pelepasan plasenta secara manual dilakukan dengan menyisipkan tepi tangan (sisi ulnar) di antara tempat implantasi plasenta dan dinding uterus, kemudian melepaskan plasenta dengan gerakan mengikis/mengikis perlahan ke satu arah.
Pembahasan: Pelepasan plasenta secara manual dilakukan dengan menyisipkan tepi tangan (sisi ulnar) di antara tempat implantasi plasenta dan dinding uterus, kemudian melepaskan plasenta dengan gerakan mengikis/mengikis perlahan ke satu arah.
Seorang bayi baru lahir 1 jam yang lalu di PMB telah selesai menjalani IMD. Bidan hendak memberikan asuhan pencegahan infeksi mata dan penyakit perdarahan pada BBL. Apakah dua tindakan profilaksis rutin yang wajib diberikan?
Pembahasan: Asuhan rutin BBL pasca-IMD meliputi:
1. Pemberian Salep/Tetes Mata Antibiotik Profilaksis (Eritromisin 0,5% / Tetrasiklin 1%) pada kedua mata untuk mencegah Ophtalmia Neonatorum.
2. Injeksi Vitamin K1 1 mg IM pada paha kiri anterolateral untuk mencegah APD (Angka Perdarahan Dini / HDN).
Pembahasan: Asuhan rutin BBL pasca-IMD meliputi:
1. Pemberian Salep/Tetes Mata Antibiotik Profilaksis (Eritromisin 0,5% / Tetrasiklin 1%) pada kedua mata untuk mencegah Ophtalmia Neonatorum.
2. Injeksi Vitamin K1 1 mg IM pada paha kiri anterolateral untuk mencegah APD (Angka Perdarahan Dini / HDN).
Seorang primigravida di PMB mengeluh mulas-mulas sejak 18 jam lalu. Hasil pemeriksaan: his 2x/10 menit durasi 20 detik. VT: pembukaan 2 cm, effacement 30%. Pembukaan tidak bertambah sejak 8 jam terakhir. Apakah diagnosis gangguan kemajuan persalinan tersebut?
Pembahasan: Kala I Fase Laten memanjang (Prolonged Latent Phase) ditegakkan jika fase laten berlangsung >20 jam pada primigravida atau >14 jam pada multipara.
Pembahasan: Kala I Fase Laten memanjang (Prolonged Latent Phase) ditegakkan jika fase laten berlangsung >20 jam pada primigravida atau >14 jam pada multipara.
Bidan melakukan PTT pada kala III persalinan. Tiba-tiba ibu menjerit sakit hebat, terjadi perdarahan profus, dan teraba massa kemerahan lunak menjulur keluar dari vagina. Fundus uteri tidak teraba di abdomen. Apakah komplikasi obstetri emergency yang terjadi?
Pembahasan: Inversio Uteri adalah kondisi terbaliknya uterus sehingga bagian dalam korpus uteri keluar melalui serviks dan vagina. Ditandai dengan nyeri neurogenik hebat, syok, perdarahan banyak, fundus teraba cekung/kosong di abdomen, dan tampak massa merah di vagina.
Pembahasan: Inversio Uteri adalah kondisi terbaliknya uterus sehingga bagian dalam korpus uteri keluar melalui serviks dan vagina. Ditandai dengan nyeri neurogenik hebat, syok, perdarahan banyak, fundus teraba cekung/kosong di abdomen, dan tampak massa merah di vagina.
Seorang bidan memimpin persalinan Kala II di PMB. Bidan memutuskan untuk melakukan tindakan episiotomi. Manakah dari kondisi klinis berikut yang menjadi indikasi medis utama tindakan episiotomi?
Pembahasan: Episiotomi tidak lagi dilakukan secara rutin. Indikasi medis episiotomi meliputi: Gawat Janin (Fetal Distress) yang membutuhkan percepatan persalinan, persalinan penyulit (distosia bahu, letak sungsang), persalinan ekstraksi (vakum/forsep), dan perineum kaku yang berisiko robek tidak teratur.
Pembahasan: Episiotomi tidak lagi dilakukan secara rutin. Indikasi medis episiotomi meliputi: Gawat Janin (Fetal Distress) yang membutuhkan percepatan persalinan, persalinan penyulit (distosia bahu, letak sungsang), persalinan ekstraksi (vakum/forsep), dan perineum kaku yang berisiko robek tidak teratur.
Bidan melakukan pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir usia 2 jam di ruang perawatan. Berapakah rentang frekuensi pernapasan dan denyut jantung normal pada bayi baru lahir?
Pembahasan: Nilai Tanda Vital Normal Bayi Baru Lahir:
– Frekuensi Pernapasan: 40 – 60 x/menit (tanpa retraksi/dada meleok).
– Denyut Jantung: 120 – 160 x/menit.
– Suhu Tubuh Axilla: 36,5°C – 37,5°C.
Pembahasan: Nilai Tanda Vital Normal Bayi Baru Lahir:
– Frekuensi Pernapasan: 40 – 60 x/menit (tanpa retraksi/dada meleok).
– Denyut Jantung: 120 – 160 x/menit.
– Suhu Tubuh Axilla: 36,5°C – 37,5°C.
Seorang ibu baru saja melahirkan dan plasenta lahir lengkap. Bidan melakukan pemantauan Kala IV persalinan. Bagaimanakah frekuensi standar pemantauan tekanan darah, nadi, TFU, kontraksi, dan kandung kemih selama Kala IV?
Pembahasan: Pemantauan Kala IV dilakukan selama 2 jam pasca salin:
– Jam Pertama: Setiap 15 menit sekali.
– Jam Kedua: Setiap 30 menit sekali.
Pembahasan: Pemantauan Kala IV dilakukan selama 2 jam pasca salin:
– Jam Pertama: Setiap 15 menit sekali.
– Jam Kedua: Setiap 30 menit sekali.
Seorang ibu inpartu Kala I Fase Aktif di RS mendadak mengalami pecah ketuban spontan. Bidan melakukan VT dan meraba adanya struktur berdenyut sesuai DJJ di samping bagian terendah janin pada jalan lahir. DJJ mendadak drop menjadi 90 x/menit (bradikardia). Apakah diagnosis dan tindakan awal yang harus segera dilakukan?
Pembahasan: Tali Pusat Menumbung (Prolaps Tali Pusat) adalah terabanya tali pusat di depan/di samping bagian terendah janin setelah selaput ketuban pecah. Tindakan darurat awal adalah memposisikan ibu Trendelenburg/Knee-Chest dan tangan bidan di vagina mendorong kepala janin ke atas untuk membebaskan jepitan tali pusat hingga operasi SC siap.
Pembahasan: Tali Pusat Menumbung (Prolaps Tali Pusat) adalah terabanya tali pusat di depan/di samping bagian terendah janin setelah selaput ketuban pecah. Tindakan darurat awal adalah memposisikan ibu Trendelenburg/Knee-Chest dan tangan bidan di vagina mendorong kepala janin ke atas untuk membebaskan jepitan tali pusat hingga operasi SC siap.
Seorang bayi lahir prematur pada usia kehamilan 34 minggu dengan BB 1.900 gram di Puskesmas. Bayi bernapas spontan, refleks hisap masih lemah, dan suhu tubuh 35,8°C. Manakah metode penghangatan efektif dan sederhana yang harus diajarkan bidan kepada ibu?
Pembahasan: Perawatan Metode Kangguru (PMK / Kangaroo Mother Care) merupakan metode terbaik dan aman untuk mencegah/mengatasi hipotermia serta menstabilkan suhu tubuh Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) melalui kontak kulit ke kulit (skin-to-skin) secara berkelanjutan.
Pembahasan: Perawatan Metode Kangguru (PMK / Kangaroo Mother Care) merupakan metode terbaik dan aman untuk mencegah/mengatasi hipotermia serta menstabilkan suhu tubuh Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) melalui kontak kulit ke kulit (skin-to-skin) secara berkelanjutan.
Bidan melakukan VT pada ibu inpartu Kala I Fase Aktif. Bidan meraba adanya orbita, hidung, mulut, dan dagu janin. Dagu teraba di posisi posterior (sacrum). Apakah jenis presentasi dan penatalaksanaan jalan lahirnya?
Pembahasan: Jika meraba muka (orbita, hidung, mulut, dagu), maka dinamakan Presentasi Muka. Jika posisi dagu di posterior (Mentoposterior), kepala tidak dapat melakukan ekstensi lebih lanjut saat melewati panggul, sehingga persalinan pervaginam TIDAK MUNGKIN dilakukan (Indikasi Seksio Sesarea).
Pembahasan: Jika meraba muka (orbita, hidung, mulut, dagu), maka dinamakan Presentasi Muka. Jika posisi dagu di posterior (Mentoposterior), kepala tidak dapat melakukan ekstensi lebih lanjut saat melewati panggul, sehingga persalinan pervaginam TIDAK MUNGKIN dilakukan (Indikasi Seksio Sesarea).
Seorang bayi lahir spontan di PMB. Bayi telah diberikan injeksi Vitamin K1 pada paha kiri anterolateral 1 jam yang lalu. Berapakah interval waktu minimal dan lokasi penyuntikkan untuk imunisasi Hepatitis B0 (HB0)?
Pembahasan: Imunisasi Hepatitis B0 diberikan 1-2 jam setelah pemberian Vitamin K1 (untuk mencegah interaksi/hematoma) dan disuntikkan secara IM pada paha kanan anterolateral.
Pembahasan: Imunisasi Hepatitis B0 diberikan 1-2 jam setelah pemberian Vitamin K1 (untuk mencegah interaksi/hematoma) dan disuntikkan secara IM pada paha kanan anterolateral.
Seorang multigravida inpartu Kala II dengan riwayat Seksio Sesarea 2 tahun lalu mendadak menjerit nyeri hebat pada abdomen bawah, lalu kontraksi uterus menghilang seketika. Perdarahan pervaginam berwarna merah tua, DJJ janin hilang, dan bagian-bagian janin teraba sangat mudah di bawah kulit abdomen. Apakah komplikasi yang terjadi?
Pembahasan: Ruptur Uteri (robekan dinding uterus) ditandai dengan nyeri abdomen mendadak seperti disayat, his mendadak berhenti/hilang, syok, DJJ hilang, dan bagian janin teraba jelas di luar uterus di bawah dinding perut.
Pembahasan: Ruptur Uteri (robekan dinding uterus) ditandai dengan nyeri abdomen mendadak seperti disayat, his mendadak berhenti/hilang, syok, DJJ hilang, dan bagian janin teraba jelas di luar uterus di bawah dinding perut.
Seorang ibu bersalin di PMB mendadak mengalami gatal-gatal, bengkak pada bibir dan mata, sesak napas berat (stridor), serta tekanan darah drop menjadi 70/40 mmHg beberapa menit setelah disuntik antibiotik IV. Apakah tindakan kegawatdaruratan utama yang harus diberikan bidan?
Pembahasan: Penatalaksanaan utama (gold standard) Syok Anafilaktik adalah injeksi Epinefrin/Adrenalin 1:1.000 dosis 0,3 – 0,5 mL secara Intramuskular (IM) segera pada paha anterolateral.
Pembahasan: Penatalaksanaan utama (gold standard) Syok Anafilaktik adalah injeksi Epinefrin/Adrenalin 1:1.000 dosis 0,3 – 0,5 mL secara Intramuskular (IM) segera pada paha anterolateral.
Bidan menyentuhkan jarinya ke sudut bibir/pipi bayi baru lahir. Bayi merespons dengan memutar kepalanya ke arah sentuhan dan membuka mulutnya seolah mencari puting. Apakah nama refleks perkembangan saraf bayi tersebut?
Pembahasan: Refleks Rooting (mencari puting) adalah refleks di mana bayi menoleh dan membuka mulut saat pipi/sudut mulutnya disentuh. Refleks Sucking adalah refleks mengisap saat ada benda menyentuh langit-langit mulut.
Pembahasan: Refleks Rooting (mencari puting) adalah refleks di mana bayi menoleh dan membuka mulut saat pipi/sudut mulutnya disentuh. Refleks Sucking adalah refleks mengisap saat ada benda menyentuh langit-langit mulut.
Setelah plasenta lahir, bidan memeriksa robekan jalan lahir dan menemukan adanya robekan perineum yang meluas memotong seluruh otot sfingter ani eksternus dan interna, serta merobek mukosa rektum sehingga lumen rektum terbuka. Berapakah derajat laserasi perineum tersebut?
Pembahasan: Laserasi Perineum Derajat IV adalah robekan paling berat yang mengenai kulit perineum, otot perineum, otot sfingter ani (eksternus & interna), hingga merobek mukosa rektum.
Pembahasan: Laserasi Perineum Derajat IV adalah robekan paling berat yang mengenai kulit perineum, otot perineum, otot sfingter ani (eksternus & interna), hingga merobek mukosa rektum.
Seorang bayi lahir dari ibu terkonfirmasi HIV (+). Bayi tampak lahir bugar dan menangis kuat. Apakah tindakan pencegahan transmisi vertikal HIV (PPIA) yang paling tepat untuk bayi tersebut?
Pembahasan: Bayi yang lahir dari ibu terinfeksi HIV wajib diberikan Profilaksis ARV (Zidovudine/AZT) yang dimulai segera dalam waktu 6-12 jam setelah lahir selama 6 minggu, serta disarankan pemberian Susu Formula Komersial (PASI) jika memenuhi syarat AFASS.
Pembahasan: Bayi yang lahir dari ibu terinfeksi HIV wajib diberikan Profilaksis ARV (Zidovudine/AZT) yang dimulai segera dalam waktu 6-12 jam setelah lahir selama 6 minggu, serta disarankan pemberian Susu Formula Komersial (PASI) jika memenuhi syarat AFASS.
Seorang ibu inpartu di RS dengan riwayat ketuban pecah 24 jam lalu. Hasil pemeriksaan: suhu tubuh ibu 38,8°C, N 112 x/menit, cairan ketuban keruh dan berbau busuk, DJJ janin takikardia (172 x/menit). Apakah komplikasi infeksi intrauterin yang terjadi?
Pembahasan: Korioamnionitis (infeksi intrauterin) ditandai dengan demam maternal (suhu >38°C), cairan ketuban berbau busuk/purulen, leukositosis, takikardia ibu (>100 x/menit), dan takikardia janin (>160 x/menit).
Pembahasan: Korioamnionitis (infeksi intrauterin) ditandai dengan demam maternal (suhu >38°C), cairan ketuban berbau busuk/purulen, leukositosis, takikardia ibu (>100 x/menit), dan takikardia janin (>160 x/menit).
Bidan memberikan edukasi perawatan tali pusat pada ibu sebelum pulang dari klinik. Bagaimanakah standar rekomendasi perawatan tali pusat bayi baru lahir menurut pedoman terbaru?
Pembahasan: Rekomendasi terbaru perawatan tali pusat BBL adalah perawatan kering dan bersih: biarkan terbuka (atau dibungkus kassa steril kering), tidak dibubuhi alkohol, iodin povidon, maupun ramuan/herbal tradisional.
Pembahasan: Rekomendasi terbaru perawatan tali pusat BBL adalah perawatan kering dan bersih: biarkan terbuka (atau dibungkus kassa steril kering), tidak dibubuhi alkohol, iodin povidon, maupun ramuan/herbal tradisional.
Seorang ibu inpartu Kala I Fase Aktif pembukaan 6 cm mengalami penurunan kualitas his dari 4x/10 menit durasi 45 detik menjadi 2x/10 menit durasi 20 detik dan lemah. Ketuban masih utuh (+), janin tunggal presentasi kepala H-II, tidak ada disproporsi sefalopelvik (CPD). Apakah tindakan stimulasi persalinan yang tepat?
Pembahasan: Inersia Uteri Hipotonik (penurunan his) tanpa adanya penyulit CPD ditatalaksana dengan pemberian Augmentasi Persalinan berupa Oksitosin Drip (dimulai dari 8 tetes/menit dinaikkan bertahap) dan/atau amniotomi.
Pembahasan: Inersia Uteri Hipotonik (penurunan his) tanpa adanya penyulit CPD ditatalaksana dengan pemberian Augmentasi Persalinan berupa Oksitosin Drip (dimulai dari 8 tetes/menit dinaikkan bertahap) dan/atau amniotomi.
Bidan melakukan pemeriksaan kepala pada bayi baru lahir pasca persalinan ekstraksi vakum. Ditemukan adanya benjolan lunak, berisi cairan edema, dan benjolan tersebut melintasi garis sutura tulang tengkorak. Apakah nama kelainan trauma lahir kepala tersebut?
Pembahasan: Caput Succedaneum adalah benjolan edema pada kepala BBL yang batasnya tidak tegas dan **melintasi garis sutura**. Sedangkan Cephalhematoma adalah penumpukan darah di bawah periosteum yang batasnya tegas dan **TIDAK melintasi garis sutura**.
Pembahasan: Caput Succedaneum adalah benjolan edema pada kepala BBL yang batasnya tidak tegas dan **melintasi garis sutura**. Sedangkan Cephalhematoma adalah penumpukan darah di bawah periosteum yang batasnya tegas dan **TIDAK melintasi garis sutura**.
Seorang ibu bersalin Kala II di RS mengalami kemacetan persalinan. Hasil pemeriksaan abdomen: teraba lekukan melintang pada uterus di antara pusat dan simfisis pubis yang makin lama makin tinggi (Lingkaran Retraksi Patologis / Bandl Ring), uterus teraba sangat kaku tegang, dan ibu sangat gelisah. Apakah komplikasi gawat yang sedang mengancam?
Pembahasan: Lingkaran Bandl (Ring of Bandl) yang makin meninggi di abdomen merupakan tanda patognomonis terjadinya Ruptura Uteri Imminens (ancaman robekan uterus), yang membutuhkan penanganan Seksio Sesarea Cito segera.
Pembahasan: Lingkaran Bandl (Ring of Bandl) yang makin meninggi di abdomen merupakan tanda patognomonis terjadinya Ruptura Uteri Imminens (ancaman robekan uterus), yang membutuhkan penanganan Seksio Sesarea Cito segera.
Bidan melakukan langkah awal resusitasi pada BBL selama 30 detik. Hasil penilaian ulang: bayi masih tidak bernapas/megap-megap dan denyut jantung <100 x/menit. Apakah tindakan resusitasi selanjutnya yang harus segera dikerjakan bidan?
Pembahasan: Jika setelah langkah awal resusitasi 30 detik bayi belum bernapas atau frekuensi jantung <100 x/menit, tindakan selanjutnya adalah melakukan Ventilasi Tekanan Positif (VTP) menggunakan balon dan sungkup selama 30 detik dengan kecepatan 40-60 kali/menit.
Pembahasan: Jika setelah langkah awal resusitasi 30 detik bayi belum bernapas atau frekuensi jantung <100 x/menit, tindakan selanjutnya adalah melakukan Ventilasi Tekanan Positif (VTP) menggunakan balon dan sungkup selama 30 detik dengan kecepatan 40-60 kali/menit.
Seorang ibu multigravida diantar suami ke PMB dalam kondisi bayi sudah lahir di atas kendaraan. Hasil wawancara: ibu merasa mulas pertama kali baru 1,5 jam yang lalu dan persalinan berlangsung sangat cepat tanpa penyulit. Apakah istilah medis untuk persalinan kilat tersebut?
Pembahasan: Partus Presipitatus adalah persalinan yang berlangsung sangat cepat, selesaikan dalam waktu kurang dari 3 jam sejak timbulnya his/mulas persalinan yang adekuat.
Pembahasan: Partus Presipitatus adalah persalinan yang berlangsung sangat cepat, selesaikan dalam waktu kurang dari 3 jam sejak timbulnya his/mulas persalinan yang adekuat.
Seorang bayi lahir di RS pada usia kehamilan 32 minggu. Bidan melakukan penimbangan berat badan lahir dan penimbangan didapatkan angka 1.250 gram. Masuk dalam kategori manakah berat badan lahir bayi tersebut?
Pembahasan: Klasifikasi Berat Badan Lahir:
– BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah): 1.500 – 2.499 gram
– BBLSR (Bayi Berat Lahir Sangat Rendah): 1.000 – 1.499 gram
– BBLAM (Bayi Berat Lahir Amat Sangat Rendah): <1.000 gram.
Pembahasan: Klasifikasi Berat Badan Lahir:
– BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah): 1.500 – 2.499 gram
– BBLSR (Bayi Berat Lahir Sangat Rendah): 1.000 – 1.499 gram
– BBLAM (Bayi Berat Lahir Amat Sangat Rendah): <1.000 gram.
Seorang ibu P3A0 mengalami perdarahan terus-menerus pasca melahirkan di PMB. Plasenta telah lahir 20 menit lalu, namun saat bidan melakukan eksplorasi dan inspeksi plasenta, ditemukan adanya kelainan satu kotiledon plasenta yang tidak utuh/robek. Kontraksi uterus teraba lembek. Apakah tindakan penanganan utama?
Pembahasan: Perdarahan akibat sisa/rest plasenta ditatalaksana dengan melakukan eksplorasi kavum uteri (ekstraksi manual sisa plasenta atau kuretase) untuk mengeluarkan seluruh sisa kotiledon/selaput yang tertinggal.
Pembahasan: Perdarahan akibat sisa/rest plasenta ditatalaksana dengan melakukan eksplorasi kavum uteri (ekstraksi manual sisa plasenta atau kuretase) untuk mengeluarkan seluruh sisa kotiledon/selaput yang tertinggal.
Bidan melakukan VT pada ibu bersalin Kala I. Bidan meraba bagian terendah kepala janin sudah berada sejajar dengan garis melintang setinggi Spina Iskiadika kiri dan kanan. Berada pada Bidang Hodge manakah penurunan kepala janin tersebut?
Pembahasan: Penurunan Kepala Bidang Hodge:
– Hodge I: Setinggi Pintu Atas Panggul (Promontorium ke simfisis superior)
– Hodge II: Sejajar Hodge I setinggi pinggir bawah simfisis
– **Hodge III**: Sejajar Hodge I setinggi Spina Iskiadika
– Hodge IV: Sejajar Hodge I setinggi ujung Os Kosigis.
Pembahasan: Penurunan Kepala Bidang Hodge:
– Hodge I: Setinggi Pintu Atas Panggul (Promontorium ke simfisis superior)
– Hodge II: Sejajar Hodge I setinggi pinggir bawah simfisis
– **Hodge III**: Sejajar Hodge I setinggi Spina Iskiadika
– Hodge IV: Sejajar Hodge I setinggi ujung Os Kosigis.
Seorang bayi baru lahir ditolak bernapas spontan, seluruh tubuh pucat kebiruan, tidak ada gerakan, dan denyut jantung teraba lambat 50 x/menit. Berapakah rentang skor Apgar pada menit pertama untuk kondisi Asfiksia Berat tersebut?
Pembahasan: Klasifikasi Asfiksia BBL berdasarkan Skor Apgar Menit I:
– Skor 7 – 10: Normal / Bugar
– Skor 4 – 6: Asfiksia Sedang
– **Skor 0 – 3**: Asfiksia Berat.
Pembahasan: Klasifikasi Asfiksia BBL berdasarkan Skor Apgar Menit I:
– Skor 7 – 10: Normal / Bugar
– Skor 4 – 6: Asfiksia Sedang
– **Skor 0 – 3**: Asfiksia Berat.
Seorang perempuan berusia 26 tahun, P1A0, masa nifas hari ke-7 (6 hari pasca salin), datang ke PMB untuk kunjungan ulang (KF2). Hasil pemeriksaan: TTV normal. Di manakah tinggi fundus uteri (TFU) yang normal teraba pada masa nifas tersebut?
Pembahasan: Involusi Uteri pasca persalinan:
– Bayi lahir: Setinggi pusat
– Plasenta lahir: 2 jari di bawah pusat
– 7 hari (1 minggu): Pertengahan simfisis-pusat
– 14 hari (2 minggu): Tidak teraba di atas simfisis
– 6 minggu: Kembali ke ukuran normal pra-hamil.
Pembahasan: Involusi Uteri pasca persalinan:
– Bayi lahir: Setinggi pusat
– Plasenta lahir: 2 jari di bawah pusat
– 7 hari (1 minggu): Pertengahan simfisis-pusat
– 14 hari (2 minggu): Tidak teraba di atas simfisis
– 6 minggu: Kembali ke ukuran normal pra-hamil.
Seorang perempuan P2A0 melahirkan 5 hari yang lalu. Saat kunjungan rumah, bidan memeriksa pengeluaran pervaginam. Tampak cairan sekret berwarna merah kekuningan/kecokelatan dan berisi sisa darah bercampur lendir. Apakah jenis lokia pada kasus tersebut?
Pembahasan: Tahapan Lokie Masa Nifas:
– **Lochia Rubra** (Hari 1-3): Merah segar/tua berisi darah segar.
– **Lochia Sanguinolenta** (Hari 3-7): Merah kekuningan/kecokelatan berisi darah dan lendir.
– **Lochia Serosa** (Hari 7-14): Kuning kecokelatan bercampur serosa.
– **Lochia Alba** (>14 hari): Cairan putih jernih.
Pembahasan: Tahapan Lokie Masa Nifas:
– **Lochia Rubra** (Hari 1-3): Merah segar/tua berisi darah segar.
– **Lochia Sanguinolenta** (Hari 3-7): Merah kekuningan/kecokelatan berisi darah dan lendir.
– **Lochia Serosa** (Hari 7-14): Kuning kecokelatan bercampur serosa.
– **Lochia Alba** (>14 hari): Cairan putih jernih.
Seorang ibu P1A0 nifas hari ke-4 datang ke PMB mengeluh kedua payudaranya terasa sangat tegang, keras, bengkak, dan nyeri. Hasil pemeriksaan: suhu tubuh 37,5°C, kedua payudara teraba kencang, mengkilap, dan ASI menetes sedikit saat diperas karena saluran tersumbat. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Bendungan ASI (Engorgement) terjadi pada hari ke-3 sampai ke-5 pasca salin akibat penumpukan ASI, pembendungan vena, dan saluran tersumbat. Ciri khas: **kedua payudara** bengkak, keras, nyeri, dan mengkilap.
Pembahasan: Bendungan ASI (Engorgement) terjadi pada hari ke-3 sampai ke-5 pasca salin akibat penumpukan ASI, pembendungan vena, dan saluran tersumbat. Ciri khas: **kedua payudara** bengkak, keras, nyeri, dan mengkilap.
Seorang ibu nifas hari ke-4 mengalami Bendungan ASI pada kedua payudaranya. Apakah tatalaksana dan edukasi kompres yang paling tepat disarankan bidan sebelum dan sesudah menyusui?
Pembahasan: Penatalaksanaan Bendungan ASI: lakukan **kompres hangat** sebelum menyusui/memerah untuk melancarkan aliran ASI, pengosongan payudara secara teratur, serta **kompres dingin** setelah menyusui untuk mengurangi edema dan rasa nyeri.
Pembahasan: Penatalaksanaan Bendungan ASI: lakukan **kompres hangat** sebelum menyusui/memerah untuk melancarkan aliran ASI, pengosongan payudara secara teratur, serta **kompres dingin** setelah menyusui untuk mengurangi edema dan rasa nyeri.
Seorang ibu P1A0 nifas minggu ke-2 datang ke Puskesmas mengeluh demam tinggi hingga menggigil dan payudara kanan terasa sangat sakit. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, S 38,9°C, N 96 x/menit, payudara kanan tampak memerah lokal, bengkak, dan teraba hangat serta keras. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Mastitis adalah peradangan/infeksi jaringan payudara (sering disebabkan *Staphylococcus aureus*). Ditandai demam tinggi (>38,5°C), menggigil, dan tanda radang lokal **unilateral** (satu sisi payudara) berupa kemerahan, bengkak, dan nyeri tekan.
Pembahasan: Mastitis adalah peradangan/infeksi jaringan payudara (sering disebabkan *Staphylococcus aureus*). Ditandai demam tinggi (>38,5°C), menggigil, dan tanda radang lokal **unilateral** (satu sisi payudara) berupa kemerahan, bengkak, dan nyeri tekan.
Bidan memberikan asuhan pada ibu nifas yang terdiagnosis Mastitis pada payudara kanan. Ibu ragu dan takut untuk memberikan ASI dari payudara yang sakit. Apakah edukasi menyusui yang tepat diberikan?
Pembahasan: Pada kasus Mastitis, ibu **tetap dianjurkan untuk menyusui** dari kedua payudara (dimulai dari payudara yang sehat lalu ke yang sakit) guna membantu pengosongan ASI dan mempercepat penyembuhan. ASI tidak berbahaya bagi bayi.
Pembahasan: Pada kasus Mastitis, ibu **tetap dianjurkan untuk menyusui** dari kedua payudara (dimulai dari payudara yang sehat lalu ke yang sakit) guna membantu pengosongan ASI dan mempercepat penyembuhan. ASI tidak berbahaya bagi bayi.
Seorang ibu primipara nifas hari ke-5 menangis tiba-tiba tanpa sebab yang jelas saat merawat bayinya. Ibu merasa cemas berlebihan, lelah, dan sedih, namun masih mampu merawat bayinya bila dibantu keluarga. Apakah fase gangguan psikologis nifas tersebut?
Pembahasan: Postpartum Blues (Baby Blues) terjadi pada hari ke-3 hingga hari ke-10 (puncaknya hari ke-5) pasca salin. Gejala: sedih, menangis mudah, cemas, sensitif, namun **masih terhubung dengan realitas** dan tetap mau merawat bayi.
Pembahasan: Postpartum Blues (Baby Blues) terjadi pada hari ke-3 hingga hari ke-10 (puncaknya hari ke-5) pasca salin. Gejala: sedih, menangis mudah, cemas, sensitif, namun **masih terhubung dengan realitas** dan tetap mau merawat bayi.
Seorang ibu P1A0 nifas hari ke-2 masih berfokus pada kebutuhan dirinya sendiri seperti makan dan tidur. Ibu sangat antusias menceritakan kembali pengalaman proses persalinannya kepada setiap pengunjung. Berada pada fase adaptasi psikologis Reva Rubin manakah ibu tersebut?
Pembahasan: Tahapan Adaptasi Psikologis Reva Rubin:
– **Taking In** (Hari 1-2): Fokus pada diri sendiri, pasif, butuh perlindungan/istirahat, suka menceritakan pengalaman melahirkan.
– **Taking Hold** (Hari 3-10): Mulai belajar merawat bayi, mandiri, peka terhadap kemampuan diri.
– **Letting Go**: Menerima peran baru secara penuh.
Pembahasan: Tahapan Adaptasi Psikologis Reva Rubin:
– **Taking In** (Hari 1-2): Fokus pada diri sendiri, pasif, butuh perlindungan/istirahat, suka menceritakan pengalaman melahirkan.
– **Taking Hold** (Hari 3-10): Mulai belajar merawat bayi, mandiri, peka terhadap kemampuan diri.
– **Letting Go**: Menerima peran baru secara penuh.
Bidan mengamati seorang ibu yang sedang menyusui bayinya. Manakah dari tanda-tanda berikut yang menunjukkan bahwa teknik pelekatan mulut bayi pada payudara ibu sudah BENAR?
Pembahasan: Tanda Pelekatan Menyusui yang Benar (REACH):
1. Dagu bayi menempel pada payudara ibu.
2. Mulut bayi terbuka lebar.
3. Bibir bawah terlipat ke luar (dower).
4. Areola bagian atas tampak lebih banyak daripada bagian bawah.
Pembahasan: Tanda Pelekatan Menyusui yang Benar (REACH):
1. Dagu bayi menempel pada payudara ibu.
2. Mulut bayi terbuka lebar.
3. Bibir bawah terlipat ke luar (dower).
4. Areola bagian atas tampak lebih banyak daripada bagian bawah.
Seorang ibu P2A0 nifas hari ke-10 datang ke PMB mengeluh darah nifas masih keluar berwarna merah segar disertai mules ringan. Hasil pemeriksaan: TFU teraba 2 jari di bawah pusat (seharusnya tidak teraba), konsistensi agak lembek, lokia berbau amis. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Subinvolusi Uteri adalah kegagalan uterus untuk kembali ke ukuran dan kondisi normal pra-hamil sesuai tahapan waktu nifas. Ditandai TFU yang lebih tinggi/besar dari yang seharusnya dan pengeluaran lokia yang memanjang.
Pembahasan: Subinvolusi Uteri adalah kegagalan uterus untuk kembali ke ukuran dan kondisi normal pra-hamil sesuai tahapan waktu nifas. Ditandai TFU yang lebih tinggi/besar dari yang seharusnya dan pengeluaran lokia yang memanjang.
Seorang ibu nifas terdiagnosis Subinvolusi Uteri di Klinik Bidan. Tidak ditemukan tanda-tanda infeksi berat/perdarahan masif. Apakah terapi farmakologis utama yang diberikan untuk merangsang kontraksi dan involusi uterus?
Pembahasan: Penatalaksanaan Subinvolusi Uteri tanpa komplikasi infeksi adalah pemberian obat Uterotonika (seperti Metilergometrin / Ergometrin tablet 3×0,2 mg) untuk memicu kontraksi miometrium sehingga mempercepat involusi.
Pembahasan: Penatalaksanaan Subinvolusi Uteri tanpa komplikasi infeksi adalah pemberian obat Uterotonika (seperti Metilergometrin / Ergometrin tablet 3×0,2 mg) untuk memicu kontraksi miometrium sehingga mempercepat involusi.
Bidan memberikan edukasi kesehatan tentang proses pembentukan dan pengeluaran ASI. Hormon apakah yang berperan utama merangsang kontraksi sel-sel mioepitel payudara untuk memancarkan ASI (Let Down Reflex)?
Pembahasan: Hormon Prolaktin diproduksi oleh hipofisis anterior untuk **memproduksi/membentuk ASI**. Hormon Oksitosin diproduksi oleh hipofisis posterior untuk **memicu refleksi pemancaran/pengeluaran ASI (Let Down Reflex)**.
Pembahasan: Hormon Prolaktin diproduksi oleh hipofisis anterior untuk **memproduksi/membentuk ASI**. Hormon Oksitosin diproduksi oleh hipofisis posterior untuk **memicu refleksi pemancaran/pengeluaran ASI (Let Down Reflex)**.
Seorang ibu P2A0 nifas hari ke-12 datang ke RS mengeluh kaki kirinya sangat nyeri, bengkak, dan sulit digerakkan. Hasil pemeriksaan: S 38,5°C, tungkai kiri tampak membesar, tegang, berwarna kemerahan, dan Homans Sign (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Pembahasan: Tromboflebitis Femoralis (Deep Vein Thrombosis/DVT tungkai) ditandai dengan nyeri hebat pada tungkai, pembengkakan asimetris, kulit tegang memerah/pucat, serta **Homans Sign positif** (nyeri saat dorsofleksi kaki).
Pembahasan: Tromboflebitis Femoralis (Deep Vein Thrombosis/DVT tungkai) ditandai dengan nyeri hebat pada tungkai, pembengkakan asimetris, kulit tegang memerah/pucat, serta **Homans Sign positif** (nyeri saat dorsofleksi kaki).
Seorang ibu nifas minggu ke-3 dengan riwayat mastitis datang dengan keluhan benjolan pada payudara kanan yang makin membesar dan terasa sangat berdenyut. Hasil pemeriksaan: teraba massa berfluktuasi pada payudara kanan, kemerahan luas, amat nyeri, dan pustula (+). Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Abses Payudara merupakan komplikasi lanjut dari Mastitis yang tidak ditangani dengan baik. Ditandai dengan pembentukan kantung nanah (fluktuasi positif saat diketuk/dipalpasi), nyeri berdenyut hebat, dan kemerahan luas.
Pembahasan: Abses Payudara merupakan komplikasi lanjut dari Mastitis yang tidak ditangani dengan baik. Ditandai dengan pembentukan kantung nanah (fluktuasi positif saat diketuk/dipalpasi), nyeri berdenyut hebat, dan kemerahan luas.
Seorang ibu nifas terdiagnosis Abses Payudara pada payudara kiri di Rumah Sakit. Apakah penatalaksanaan operatif dan aturan pemberian ASI dari payudara yang terkena abses?
Pembahasan: Penatalaksanaan Abses Payudara adalah tindakan Insisi dan Drainase pus oleh Dokter. ASI dari payudara yang terkena abses **TIDAK boleh diberikan langsung** (karena pus), melainkan dikosongkan dengan cara diperas lalu dibuang hingga sembuh. Bayi tetap disusui dari payudara yang sehat.
Pembahasan: Penatalaksanaan Abses Payudara adalah tindakan Insisi dan Drainase pus oleh Dokter. ASI dari payudara yang terkena abses **TIDAK boleh diberikan langsung** (karena pus), melainkan dikosongkan dengan cara diperas lalu dibuang hingga sembuh. Bayi tetap disusui dari payudara yang sehat.
Sesuai standar Kementerian Kesehatan terbaru, berapakah frekuensi minimal dan distribusi waktu Kunjungan Nifas (KF) yang wajib diperoleh ibu pasca melahirkan?
Pembahasan: Standar Kunjungan Nifas (KF) Kemenkes terbaru adalah minimal **4 kali**:
– KF1: 6 jam – 2 hari pasca salin
– KF2: 3 – 7 hari pasca salin
– KF3: 8 – 28 hari pasca salin
– KF4: 29 – 42 hari pasca salin.
Pembahasan: Standar Kunjungan Nifas (KF) Kemenkes terbaru adalah minimal **4 kali**:
– KF1: 6 jam – 2 hari pasca salin
– KF2: 3 – 7 hari pasca salin
– KF3: 8 – 28 hari pasca salin
– KF4: 29 – 42 hari pasca salin.
Seorang ibu primipara nifas hari ke-6 mengeluh rasa nyeri luar biasa pada kedua putingnya setiap kali bayi mulai mengisap. Hasil pemeriksaan: tampak garis retakan/lecet kemerahan pada basis puting susu. Apakah penatalaksanaan awal yang tepat diajarkan bidan?
Pembahasan: Penatalaksanaan Puting Lecet: perbaiki teknik dan posisi pelekatan menyusui (paling utama), oleskan beberapa tetes ASI akhir (hindmilk) pada puting dan areola setelah menyusui lalu biarkan kering angin, serta tidak menghentikan menyusui.
Pembahasan: Penatalaksanaan Puting Lecet: perbaiki teknik dan posisi pelekatan menyusui (paling utama), oleskan beberapa tetes ASI akhir (hindmilk) pada puting dan areola setelah menyusui lalu biarkan kering angin, serta tidak menghentikan menyusui.
Bidan memberikan asuhan masa nifas pada ibu pasca melahirkan di PMB. Bidan memberikan kapsul Vitamin A dosis tinggi. Bagaimanakah dosis dan aturan pemberian Kapsul Vitamin A untuk ibu nifas?
Pembahasan: Ibu nifas diberikan **2 kapsul Vitamin A merah (200.000 IU)**:
– Kapsul ke-1: Diminum segera setelah melahirkan.
– Kapsul ke-2: Diminum dengan selang waktu minimal 24 jam setelah kapsul pertama (sebelum 42 hari pasca salin).
Pembahasan: Ibu nifas diberikan **2 kapsul Vitamin A merah (200.000 IU)**:
– Kapsul ke-1: Diminum segera setelah melahirkan.
– Kapsul ke-2: Diminum dengan selang waktu minimal 24 jam setelah kapsul pertama (sebelum 42 hari pasca salin).
Seorang ibu yang baru melahirkan 2 hari bingung melihat cairan ASI pertama yang keluar berwarna kekuningan dan agak kental. Bidan menjelaskan bahwa cairan tersebut sangat kaya akan zat kekebalan tubuh (Immunoglobulin A). Apakah nama tahap ASI tersebut?
Pembahasan: Tahapan ASI berdasarkan waktu keluar:
– **Kolostrum** (Hari 1-3): Berwarna kekuningan, kental, kaya protein, Vitamin A, dan antibodi (IgA).
– **ASI Transisi** (Hari 4-10): Peralihan kolostrum ke ASI matur.
– **ASI Matur** (>10 hari): Terdiri dari Foremilk (kaya air/laktosa) dan Hindmilk (kaya lemak).
Pembahasan: Tahapan ASI berdasarkan waktu keluar:
– **Kolostrum** (Hari 1-3): Berwarna kekuningan, kental, kaya protein, Vitamin A, dan antibodi (IgA).
– **ASI Transisi** (Hari 4-10): Peralihan kolostrum ke ASI matur.
– **ASI Matur** (>10 hari): Terdiri dari Foremilk (kaya air/laktosa) dan Hindmilk (kaya lemak).
Seorang ibu P2A0 nifas hari ke-5 dibawa keluarga ke RS karena demam tinggi, menggigil, dan nyeri perut bawah hebat. Hasil pemeriksaan: T 39,2°C, N 110 x/menit, TFU 1 jari di atas pusat, nyeri tekan uterus (+), lokia purulenta berwarna keruh kecokelatan dan berbau sangat busuk. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pembahasan: Endometritis (infeksi lapisan endometrium uterus masa nifas) ditandai demam tinggi, nyeri perut bawah, subinvolusi uteri (TFU tetap tinggi), serta lokia purulenta/keruh dan **berbau busuk**.
Pembahasan: Endometritis (infeksi lapisan endometrium uterus masa nifas) ditandai demam tinggi, nyeri perut bawah, subinvolusi uteri (TFU tetap tinggi), serta lokia purulenta/keruh dan **berbau busuk**.
Seorang ibu P1A0 nifas hari ke-3 dengan luka jahitan episiotomi merasa takut untuk membersihkan area kemaluannya karena khawatir jahitan terlepas. Apakah edukasi perawatan luka perineum (vulva hygiene) yang paling tepat diajarkan bidan?
Pembahasan: Perawatan perineum yang benar: cuci dengan air bersih/sabun dari arah depan ke belakang (vagina ke anus) setiap selesai BAK/BAB, keringkan dengan handuk/tisu bersih, dan tidak perlu dioleskan alkohol/ramuan.
Pembahasan: Perawatan perineum yang benar: cuci dengan air bersih/sabun dari arah depan ke belakang (vagina ke anus) setiap selesai BAK/BAB, keringkan dengan handuk/tisu bersih, dan tidak perlu dioleskan alkohol/ramuan.
Seorang ibu nifas mengeluh ASI-nya terasa sulit keluar saat ia merasa cemas dan stres. Bidan menjelaskan pentingnya suasana hati tenang dan dukungan suami untuk membantu merangsang pelepasan hormon pemancar ASI. Apakah faktor psikologis yang memicu refleks tersebut?
Pembahasan: Let-Down Reflex (Refleks Oksitosin) sangat dipengaruhi oleh emosi dan psikologis ibu. Rasa percaya diri, tenang, pikiran membayangkan bayi, dan pijatan oksitosin memicu sekresi oksitosin. Sebaliknya, rasa cemas, nyeri, dan stres menghambat refleks ini.
Pembahasan: Let-Down Reflex (Refleks Oksitosin) sangat dipengaruhi oleh emosi dan psikologis ibu. Rasa percaya diri, tenang, pikiran membayangkan bayi, dan pijatan oksitosin memicu sekresi oksitosin. Sebaliknya, rasa cemas, nyeri, dan stres menghambat refleks ini.
Bidan memberikan edukasi dan memandu gerakan Senam Nifas pada ibu P1A0 nifas hari ke-2 tanpa komplikasi. Apakah tujuan utama dilakukannya senam nifas secara bertahap pasca melahirkan?
Pembahasan: Tujuan Senam Nifas: mempercepat involusi uteri, mengencangkan kembali otot-otot dinding perut, panggul, dan perineum, melancarkan sirkulasi darah, serta mencegah komplikasi trombosis.
Pembahasan: Tujuan Senam Nifas: mempercepat involusi uteri, mengencangkan kembali otot-otot dinding perut, panggul, dan perineum, melancarkan sirkulasi darah, serta mencegah komplikasi trombosis.
Seorang ibu pekerja hendak memerah ASI (ASIP) untuk disimpan. Berapakah daya tahan penyimpanan ASI Peras segar jika disimpan di dalam freezer kulkas 2 pintu (suhu $-18^\circ\text{C}$)?
Pembahasan: Daya Tahan Penyimpanan ASIP:
– Suhu Ruangan (19-26°C): 4 – 6 jam
– Refrigerator/Kulkas Bawah (4°C): 3 – 8 hari
– **Freezer Kulkas 2 Pintu (-18°C)**: 3 – 6 bulan.
Pembahasan: Daya Tahan Penyimpanan ASIP:
– Suhu Ruangan (19-26°C): 4 – 6 jam
– Refrigerator/Kulkas Bawah (4°C): 3 – 8 hari
– **Freezer Kulkas 2 Pintu (-18°C)**: 3 – 6 bulan.
Seorang ibu P1A0 nifas 6 jam pasca salin mengeluh nyeri hebat dan rasa tertekan/mengedan yang sangat mengganggu di area rektum/vagina. Hasil pemeriksaan: TTV stabil, kontraksi keras, TFU 2 jari di bawah pusat, pada vulva/vagina tampak pembengkakan berwarna kebiruan yang tegang dan sangat nyeri tekan. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Hematoma Vagina/Vulva ditandai dengan rasa nyeri hebat tak tertahankan yang tidak sesuai dengan luka episiotomi, rasa tekan/meneran pada rektum, serta ditemukannya massa tumefaksi kebiruan berfluktuasi/tegang di vulva atau vagina.
Pembahasan: Hematoma Vagina/Vulva ditandai dengan rasa nyeri hebat tak tertahankan yang tidak sesuai dengan luka episiotomi, rasa tekan/meneran pada rektum, serta ditemukannya massa tumefaksi kebiruan berfluktuasi/tegang di vulva atau vagina.
Seorang bayi berusia 2 minggu menolak menyusu langsung dari payudara ibu dan selalu menangis menepis puting setelah sebelumnya sering diberikan ASI melalui botol dot. Apakah kelainan perilaku menyusui yang terjadi dan solusinya?
Pembahasan: Bingung Puting (Nipple Confusion) terjadi akibat pemberian empeng/dot secara dini. Penanganannya: dihentikan penggunaan dot/empeng, gunakan media cangkir sloki (cup feeder), sendok, atau pipet untuk memberikan ASIP.
Pembahasan: Bingung Puting (Nipple Confusion) terjadi akibat pemberian empeng/dot secara dini. Penanganannya: dihentikan penggunaan dot/empeng, gunakan media cangkir sloki (cup feeder), sendok, atau pipet untuk memberikan ASIP.
Bidan memberikan konseling nutrisi untuk ibu menyusui eksklusif. Berapakah tambahan kalori harian yang dibutuhkan ibu selama 6 bulan pertama menyusui dibandingkan saat tidak hamil?
Pembahasan: Kebutuhan gizi ibu menyusui (AKG): membutuhkan tambahan energi sebesar kurang lebih **+500 kkal per hari** selama 6 bulan pertama menyusui eksklusif.
Pembahasan: Kebutuhan gizi ibu menyusui (AKG): membutuhkan tambahan energi sebesar kurang lebih **+500 kkal per hari** selama 6 bulan pertama menyusui eksklusif.
Bidan mengajarkan kepada suami ibu nifas teknik pemijatan pada sepanjang kedua sisi tulang belakang (vertebrae) mulai dari leher hingga tulang belikat menggunakan ibu jari. Apakah nama pijatan tersebut dan tujuannya?
Pembahasan: Pijat Oksitosin dilakukan pada sepanjang tulang belakang (prosesus spinosus) untuk merangsang hipofisis posterior melepaskan hormon oksitosin sehingga melancarkan pengeluaran ASI dan memberikan rasa rileks pada ibu.
Pembahasan: Pijat Oksitosin dilakukan pada sepanjang tulang belakang (prosesus spinosus) untuk merangsang hipofisis posterior melepaskan hormon oksitosin sehingga melancarkan pengeluaran ASI dan memberikan rasa rileks pada ibu.
Seorang ibu nifas hari ke-10 diantar keluarga ke RS karena bertingkah laku aneh, mengaku mendengar bisikan halus yang menyuruhnya melempar bayinya ke sungai, dan tidak mengenali keluarganya. Apakah diagnosis kegawatdaruratan psikiatri nifas tersebut?
Pembahasan: Psikosis Postpartum adalah gangguan jiwa berat masa nifas yang ditandai dengan waham/delusi, halusinasi (bisikan), kebingungan, dan risiko tinggi membahayakan diri sendiri atau bayinya (infantisida). Perlu rujukan psikiatri segera.
Pembahasan: Psikosis Postpartum adalah gangguan jiwa berat masa nifas yang ditandai dengan waham/delusi, halusinasi (bisikan), kebingungan, dan risiko tinggi membahayakan diri sendiri atau bayinya (infantisida). Perlu rujukan psikiatri segera.
Seorang ibu primipara nifas 12 jam pasca salin mengeluh perut bawah terasa tegang dan penuh, namun belum bisa buang air kecil (BAK) sama sekali sejak melahirkan. Hasil pemeriksaan: TFU teraba 2 jari di atas pusat, teraba massa kistik kencang di atas simfisis. Apakah tindakan kebidanan yang tepat?
Pembahasan: Pasien mengalami Retensio Urine Postpartum. Tindakan kebidanan: dorong/bantu ibu BAK mandiri ke kamar mandi (terapi suportif air mengalir), dan bila tidak berhasil, lakukan Kateterisasi Urine bersih untuk mengosongkan kandung kemih.
Pembahasan: Pasien mengalami Retensio Urine Postpartum. Tindakan kebidanan: dorong/bantu ibu BAK mandiri ke kamar mandi (terapi suportif air mengalir), dan bila tidak berhasil, lakukan Kateterisasi Urine bersih untuk mengosongkan kandung kemih.
Seorang ibu P1A0 nifas 1 bulan berkonsultasi ke PMB ingin menggunakan kontrasepsi Metode Amenore Laktasi (MAL). Manakah dari 3 syarat mutlak berikut yang harus dipenuhi agar efektivitas MAL optimal?
Pembahasan: Tiga Syarat Mutlak Kontrasepsi MAL:
1. Ibu **belum haid** sejak melahirkan.
2. Bayi disusui secara **eksklusif** (tanpa makanan/minuman lain, on demand day & night).
3. Usia bayi kurang dari **6 bulan**.
Pembahasan: Tiga Syarat Mutlak Kontrasepsi MAL:
1. Ibu **belum haid** sejak melahirkan.
2. Bayi disusui secara **eksklusif** (tanpa makanan/minuman lain, on demand day & night).
3. Usia bayi kurang dari **6 bulan**.
Seorang ibu menyusui eksklusif usia bayi 2 bulan datang ke PMB ingin ber-KB. Pasien menginginkan metode hormonal yang tidak mengganggu produksi ASI dan praktis. Apakah jenis kontrasepsi yang paling tepat direkomendasikan bidan?
Pembahasan: Kontrasepsi Suntik Progestin (DMPA / Depo Provera 3 bulan) mengandung progestin tunggal, sangat aman dan **tidak mengganggu produksi ASI**, sehingga menjadi pilihan utama bagi ibu menyusui.
Pembahasan: Kontrasepsi Suntik Progestin (DMPA / Depo Provera 3 bulan) mengandung progestin tunggal, sangat aman dan **tidak mengganggu produksi ASI**, sehingga menjadi pilihan utama bagi ibu menyusui.
Seorang akseptor KB suntik 3 bulan (DMPA) datang ke PMB mengeluh tidak mengalami haid (amenore) sejak 6 bulan terakhir. Hasil tes kehamilan (packtest) negatif. Apakah penjelasan dan edukasi yang tepat disampaikan bidan?
Pembahasan: Efek samping utama kontrasepsi progestin (suntik 3 bulan / implan) adalah perubahan pola haid berupa amenore (tidak haid), spotting (perdarahan bercak), atau oligomenore. Hal ini **fisiologis** akibat penebalan/atrofi endometrium dan tidak berbahaya.
Pembahasan: Efek samping utama kontrasepsi progestin (suntik 3 bulan / implan) adalah perubahan pola haid berupa amenore (tidak haid), spotting (perdarahan bercak), atau oligomenore. Hal ini **fisiologis** akibat penebalan/atrofi endometrium dan tidak berbahaya.
Seorang perempuan berusia 30 tahun P2A0 ingin memasang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR / IUD Copper T). Pada saat pemeriksaan inspekulo, bidan menemukan adanya keputihan purulenta berbau dan servisitis erosi aktif. Apakah keputusan klinis bidan?
Pembahasan: Kontraindikasi mutlak pemasangan AKDR/IUD adalah adanya **Infeksi Menular Seksual (IMS) / Servisitis / Radang Panggul aktif** serta kehamilan. Pemasangan ditunda sampai infeksi diobati tuntas.
Pembahasan: Kontraindikasi mutlak pemasangan AKDR/IUD adalah adanya **Infeksi Menular Seksual (IMS) / Servisitis / Radang Panggul aktif** serta kehamilan. Pemasangan ditunda sampai infeksi diobati tuntas.
Seorang ibu bersalin di RS berencana memasang IUD Pasca Salin (PPIUD). Berapakah rentang waktu ideal pemasangan AKDR pasca persalinan plasenta lahir?
Pembahasan: Waktu pemasangan AKDR Pasca Salin (PPIUD):
– **Secara langsung (Postplasenta)**: Dalam waktu 10 menit setelah plasenta lahir.
– **Dini Pasca Salin**: Antara 10 menit hingga 48 jam pasca salin.
– Jika >48 jam, pemasangan ditunda hingga 4 – 6 minggu pasca salin.
Pembahasan: Waktu pemasangan AKDR Pasca Salin (PPIUD):
– **Secara langsung (Postplasenta)**: Dalam waktu 10 menit setelah plasenta lahir.
– **Dini Pasca Salin**: Antara 10 menit hingga 48 jam pasca salin.
– Jika >48 jam, pemasangan ditunda hingga 4 – 6 minggu pasca salin.
Seorang perempuan akseptor Pil Kontrasepsi Kombinasi datang ke PMB mengaku **lupa minum 1 tablet** pil aktif yang seharusnya diminum kemarin malam. Apakah anjuran tepat yang harus diberikan bidan?
Pembahasan: Jika **lupa minum 1 tablet pil aktif**: segera minum tablet yang terlupa begitu ingat, dan minum tablet hari tersebut sesuai jadwal biasa (artinya minum 2 tablet pada hari yang sama). Tidak perlu kontrasepsi tambahan.
Pembahasan: Jika **lupa minum 1 tablet pil aktif**: segera minum tablet yang terlupa begitu ingat, dan minum tablet hari tersebut sesuai jadwal biasa (artinya minum 2 tablet pada hari yang sama). Tidak perlu kontrasepsi tambahan.
Seorang perempuan dipasang alat kontrasepsi Implan 2 batang (Levonorgestrel) di lengan kiri atasnya. Berapakah masa efektivitas perlindungan kontrasepsi implan 2 batang tersebut?
Pembahasan: Masa Kerja/Efektivitas Implan:
– Implan 2 Batang (Indoplan/Jadena/Norplant-2): **3 tahun**.
– Implan 1 Batang (Implanon/Monoplant): **3 tahun**.
– Implan 6 Batang (Norplant klasik): **5 tahun**.
Pembahasan: Masa Kerja/Efektivitas Implan:
– Implan 2 Batang (Indoplan/Jadena/Norplant-2): **3 tahun**.
– Implan 1 Batang (Implanon/Monoplant): **3 tahun**.
– Implan 6 Batang (Norplant klasik): **5 tahun**.
Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas mengeluh keputihan berbau busuk, gatal, dan nyeri saat berhubungan seksual. Hasil pemeriksaan inspekulo: sekret vagina berbusa berwarna hijau kekuningan, dan tampak gambaran *strawberry cervix*. Apakah organisme penyebab keluhan tersebut?
Pembahasan: Trikomoniasis disebabkan oleh protozoa *Trichomonas vaginalis*. Ciri khas: keputihan berbusa (*frothy discharge*) berwarna hijau kekuningan, berbau amis/busuk, serta ditemukannya bintik kemerahan pada serviks (*strawberry cervix*).
Pembahasan: Trikomoniasis disebabkan oleh protozoa *Trichomonas vaginalis*. Ciri khas: keputihan berbusa (*frothy discharge*) berwarna hijau kekuningan, berbau amis/busuk, serta ditemukannya bintik kemerahan pada serviks (*strawberry cervix*).
Bidan melakukan pemeriksaan Skrining IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) pada WUS berusia 35 tahun. Setelah dioleskan asam asetat 3-5% pada porsio serviks, bidan mengamati timbulnya plak putih tebal pada zona transformasi (acetowhite lesion (+)). Apakah interpretasi dan tindak lanjut hasil IVA tersebut?
Pembahasan: Hasil IVA Positif ditandai dengan ditemukannya area bercak putih (*Acetowhite Lesion*) pada zona transformasi serviks. Maknanya terdapat lesi pra-kanker serviks, dan penatalaksanaannya adalah terapi Krio (Krioterapy) atau rujukan.
Pembahasan: Hasil IVA Positif ditandai dengan ditemukannya area bercak putih (*Acetowhite Lesion*) pada zona transformasi serviks. Maknanya terdapat lesi pra-kanker serviks, dan penatalaksanaannya adalah terapi Krio (Krioterapy) atau rujukan.
Seorang perempuan berusia 24 tahun datang ke PMB mengaku menjadi korban pemerkosaan 36 jam yang lalu. Pasien sangat cemas takut hamil. Apakah pilihan Kontrasepsi Darurat (Kondar) oral paling efektif yang dapat diberikan bidan?
Pembahasan: Kontrasepsi Darurat (Kondar) oral seperti **Pil Levonorgestrel 1,5 mg (dosis tunggal)** sangat efektif mencegah kehamilan bila diminum dalam kurun waktu $0 – 72$ jam (maksimal 120 jam) pasca senggama tanpa perlindungan.
Pembahasan: Kontrasepsi Darurat (Kondar) oral seperti **Pil Levonorgestrel 1,5 mg (dosis tunggal)** sangat efektif mencegah kehamilan bila diminum dalam kurun waktu $0 – 72$ jam (maksimal 120 jam) pasca senggama tanpa perlindungan.
Seorang akseptor IUD Copper T 380A datang ke PMB mengeluh darah haidnya terasa lebih banyak dari biasanya dan disertai kram perut ringan pada 2 bulan pertama pemakaian. Hasil pemeriksaan: TTV normal, posisi benang IUD teraba di porsio. Apakah penatalaksanaan awal yang tepat?
Pembahasan: Efek samping awal penggunaan IUD Copper T pada 1-3 bulan pertama adalah kram perut (dismenore) dan perdarahan haid yang lebih banyak. Bidan dapat memberikan konseling reasuransi bahwa kondisi ini umum terjadi, serta memberikan analgetik/NSAIDS (seperti Asam Mafenamat 3×500 mg) saat haid.
Pembahasan: Efek samping awal penggunaan IUD Copper T pada 1-3 bulan pertama adalah kram perut (dismenore) dan perdarahan haid yang lebih banyak. Bidan dapat memberikan konseling reasuransi bahwa kondisi ini umum terjadi, serta memberikan analgetik/NSAIDS (seperti Asam Mafenamat 3×500 mg) saat haid.
Seorang perempuan akseptor IUD datang ke PMB untuk kontrol rutin. Saat dilakukan pemeriksaan inspekulo, bidan tidak menemukan benang IUD di ostium uteri eksternum (OUE). Pasien mengaku tidak merasa IUD-nya lepas. Apakah langkah pemeriksaan rujukan awal yang wajib dilakukan?
Pembahasan: Jika benang IUD tidak teraba saat pemeriksaan inspekulo (hilang), tindakan awal adalah merujuk pasien untuk pemeriksaan Ultrasonografi (USG) atau Foto Rontgen Abdomen untuk memastikan posisi IUD (apakah ekspulsi tanpa disadari, translokasi/perforasi uterus, atau benang terlipat masuk ke dalam serviks).
Pembahasan: Jika benang IUD tidak teraba saat pemeriksaan inspekulo (hilang), tindakan awal adalah merujuk pasien untuk pemeriksaan Ultrasonografi (USG) atau Foto Rontgen Abdomen untuk memastikan posisi IUD (apakah ekspulsi tanpa disadari, translokasi/perforasi uterus, atau benang terlipat masuk ke dalam serviks).
Seorang perempuan berusia 38 tahun, P4A0, anak terkecil usia 2 tahun, datang ke PMB bersama suaminya. Pasien menyatakan tidak ingin menambah anak lagi (menghentikan kesuburan) karena faktor usia dan jumlah anak. Apakah metode kontrasepsi yang paling tepat direkomendasikan bidan?
Pembahasan: Untuk pasangan yang sudah tidak ingin anak lagi (fase menghentikan/mengakhiri kesuburan) dengan usia ibu >35 tahun dan paritas ≥3, metode pilihan utama adalah Kontrasepsi Mantap (KONTAP) yaitu MOW (Medis Operatif Wanita / Tubektomi) atau MOP (Medis Operatif Pria / Vasektomi).
Pembahasan: Untuk pasangan yang sudah tidak ingin anak lagi (fase menghentikan/mengakhiri kesuburan) dengan usia ibu >35 tahun dan paritas ≥3, metode pilihan utama adalah Kontrasepsi Mantap (KONTAP) yaitu MOW (Medis Operatif Wanita / Tubektomi) atau MOP (Medis Operatif Pria / Vasektomi).
Seorang perempuan berusia 32 tahun, P2A0, datang ke PMB ingin ber-KB Pil Kombinasi. Hasil pemeriksaan fisik: TD 160/100 mmHg, N 84 x/menit, IMT 27 kg/m². Mengapa Pil Kombinasi KONTRAINDIKASI diberikan pada pasien tersebut?
Pembahasan: Kontrasepsi hormonal yang mengandung **Estrogen** (Pil Kombinasi, Suntik Kombinasi) kontraindikasi mutlak pada wanita dengan **Hipertensi (TD ≥140/90 mmHg)** karena estrogen memicu retensi cairan/natrium dan merangsang sistem renin-angiotensin yang dapat memperburuk tekanan darah dan meningkatkan risiko stroke/tromboemboli.
Pembahasan: Kontrasepsi hormonal yang mengandung **Estrogen** (Pil Kombinasi, Suntik Kombinasi) kontraindikasi mutlak pada wanita dengan **Hipertensi (TD ≥140/90 mmHg)** karena estrogen memicu retensi cairan/natrium dan merangsang sistem renin-angiotensin yang dapat memperburuk tekanan darah dan meningkatkan risiko stroke/tromboemboli.
Bidan memberikan konseling KB pada calon akseptor IUD. Bidan menjelaskan mekanisme kerja utama AKDR Copper T 380A dalam mencegah kehamilan. Bagaimanakah cara kerja utama alat kontrasepsi tersebut?
Pembahasan: Mekanisme kerja utama AKDR Tembaga (Copper T 380A) adalah pelepasan ion tembaga ($Cu^{2+}$) yang menimbulkan reaksi radang lokal steril di dalam endometrium yang bersifat spermisida (menghancurkan/menurunkan motilitas sperma) serta mencegah fertilisasi.
Pembahasan: Mekanisme kerja utama AKDR Tembaga (Copper T 380A) adalah pelepasan ion tembaga ($Cu^{2+}$) yang menimbulkan reaksi radang lokal steril di dalam endometrium yang bersifat spermisida (menghancurkan/menurunkan motilitas sperma) serta mencegah fertilisasi.
Seorang perempuan berusia 46 tahun, P5A0, datang ke RS mengeluh sering mengalami perdarahan pasca berhubungan seksual (post-coital bleeding), keputihan bercampur darah berbau busuk, dan nyeri panggul hebat. Hasil pemeriksaan inspekulo: tampak massa berbenjol-benjol seperti bunga kol (*cauliflower-like*) pada serviks yang mudah berdarah. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Pembahasan: Gejala khas Kanker Serviks (Ca Cervix) stadium lanjut adalah *post-coital bleeding* (perdarahan kontak), keputihan berbau busuk bercampur darah, nyeri panggul, dan lesi serviks eksofitik berbentuk massa eksofitik/bunga kol yang rapuh.
Pembahasan: Gejala khas Kanker Serviks (Ca Cervix) stadium lanjut adalah *post-coital bleeding* (perdarahan kontak), keputihan berbau busuk bercampur darah, nyeri panggul, dan lesi serviks eksofitik berbentuk massa eksofitik/bunga kol yang rapuh.
Seorang perempuan berusia 23 tahun datang ke Puskesmas mengeluh nyeri hebat saat buang air kecil (disuria) dan keluar nanah kental berwarna kekuningan dari kemaluannya. Pasien memiliki riwayat suami bekerja sebagai supir luar kota. Hasil pemeriksaan mikroskopis pewarnaan Gram ditemukan kuman *Gram negatif diplococcus*. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Gonore (GO) adalah IMS yang disebabkan oleh *Neisseria gonorrhoeae*. Ciri khas: sekret serviks/uretra purulen kental kemerahan/kuning, disuria, dan pada pemeriksaan Gram ditemukan kuman basil/coccus **Gram negatif diplococcus intra/ekstraseluler**.
Pembahasan: Gonore (GO) adalah IMS yang disebabkan oleh *Neisseria gonorrhoeae*. Ciri khas: sekret serviks/uretra purulen kental kemerahan/kuning, disuria, dan pada pemeriksaan Gram ditemukan kuman basil/coccus **Gram negatif diplococcus intra/ekstraseluler**.
Seorang laki-laki bersama istrinya berobat ke klinik. Pada pemeriksaan organ genital suami ditemukan adanya luka koreng tunggal pada batang penis yang bersih, tepi rata, dasar bersih, teraba keras (indurasi), dan **tidak terasa nyeri sama sekali** (*ulcus durum*). Apakah organisme penyebab penyakit tersebut?
Pembahasan: Ulkus Durum (luka bersih, bertepi keras, tidak nyeri) adalah tanda khas **Sifilis Stadium I (Primary Syphilis)** yang disebabkan oleh spirochaeta *Treponema pallidum*.
Pembahasan: Ulkus Durum (luka bersih, bertepi keras, tidak nyeri) adalah tanda khas **Sifilis Stadium I (Primary Syphilis)** yang disebabkan oleh spirochaeta *Treponema pallidum*.
Bidan memberikan edukasi kesehatan reproduksi mengenai teknik SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) untuk deteksi dini kanker payudara pada kelompok WUS. Bilanakah waktu terbaik melakukan SADARI setiap bulannya?
Pembahasan: Waktu terbaik melakukan SADARI adalah **hari ke-7 sampai hari ke-10 setelah hari pertama haid (HPHT)**, saat kondisi payudara dalam keadaan paling lunak dan tidak membengkak akibat pengaruh hormon progesteron.
Pembahasan: Waktu terbaik melakukan SADARI adalah **hari ke-7 sampai hari ke-10 setelah hari pertama haid (HPHT)**, saat kondisi payudara dalam keadaan paling lunak dan tidak membengkak akibat pengaruh hormon progesteron.
Seorang perempuan berusia 25 tahun akseptor KB Implan 2 batang sejak 3 bulan lalu datang ke PMB mengeluh sering keluar bercak-bercak darah (spotting) dari vaginanya. Hasil tes kehamilan negatif, TTV normal. Apakah penatalaksanaan farmakologis sementara yang dapat berikan bidan?
Pembahasan: Penatalaksanaan spotting pada penggunaan Implan jika sangat mengganggu pasien: berikan penjelasan reasuransi, dan dapat diberikan terapi **Pil Kombinasi 1 siklus** atau Estrogen dosis rendah (Ethinyl estradiol 50 mcg selama 7-21 hari) atau Ibuprofen 3×800 mg selama 5 hari untuk menghentikan perdarahan bercak.
Pembahasan: Penatalaksanaan spotting pada penggunaan Implan jika sangat mengganggu pasien: berikan penjelasan reasuransi, dan dapat diberikan terapi **Pil Kombinasi 1 siklus** atau Estrogen dosis rendah (Ethinyl estradiol 50 mcg selama 7-21 hari) atau Ibuprofen 3×800 mg selama 5 hari untuk menghentikan perdarahan bercak.
Seorang perempuan berusia 26 tahun datang ke PMB mengeluh timbul benjolan-benjolan kecil berjonjot di area vulva dan perineum yang makin lama makin banyak dan terasa agak gatal. Hasil pemeriksaan fisik: tampak vegetasi papul bertangkai berkerut menyerupai jengger ayam (*cauliflower-like*) pada labia mayora. Apakah diagnosis penyakit tersebut?
Pembahasan: Kondiloma Akuminata (kutil kelamin) disebabkan oleh virus **Human Papillomavirus (HPV) tipe 6 dan 11**. Ciri khasnya adalah benjolan kutil papul bertangkai yang berjonjot menyerupai jengger ayam atau kembang kol.
Pembahasan: Kondiloma Akuminata (kutil kelamin) disebabkan oleh virus **Human Papillomavirus (HPV) tipe 6 dan 11**. Ciri khasnya adalah benjolan kutil papul bertangkai yang berjonjot menyerupai jengger ayam atau kembang kol.
Seorang perempuan berusia 29 tahun datang ke Puskesmas mengeluh keputihan encer berwarna abu-abu homogen yang berbau amis menyengat terutama setelah berhubungan seksual. Pada tes laboratorium sederhana ditambahkan larutan KOH 10% dan tercium bau amis tajam (Whiff Test (+)). Apakah organisme penyebabnya?
Pembahasan: Bakterial Vaginosis (BV) disebabkan oleh pergeseran flora normal vagina akibat pertumbuhan berlebih bakteri anaerob *Gardnerella vaginalis*. Diagnostik khas: sekret encer abu-abu, Clue Cells (+), dan **Whiff Test / Whiff Fishy Odor (+)** saat ditetesi KOH 10%.
Pembahasan: Bakterial Vaginosis (BV) disebabkan oleh pergeseran flora normal vagina akibat pertumbuhan berlebih bakteri anaerob *Gardnerella vaginalis*. Diagnostik khas: sekret encer abu-abu, Clue Cells (+), dan **Whiff Test / Whiff Fishy Odor (+)** saat ditetesi KOH 10%.
Bidan sedang melakukan langkah-langkah prosedur pemasangan IUD Copper T 380A di PMB. Bidan memasukkan alat sonde uterus ke dalam kavum uteri untuk mengukur kedalaman dan arah sumbu uterus. Berapakah kedalaman uterus minimum yang aman untuk pemasangan IUD?
Pembahasan: Ukuran kedalaman uterus yang diukur dengan sonde uteri untuk pemasangan IUD harus berkisar antara **6 – 9 cm**. Jika kedalaman kavum uteri <5 cm, IUD tidak boleh dipasang karena risiko ekspulsi tinggi.
Pembahasan: Ukuran kedalaman uterus yang diukur dengan sonde uteri untuk pemasangan IUD harus berkisar antara **6 – 9 cm**. Jika kedalaman kavum uteri <5 cm, IUD tidak boleh dipasang karena risiko ekspulsi tinggi.
Seorang perempuan berusia 28 tahun P1A1 baru saja selesai menjalani evakuasi AVM akibat Abortus Inkomplit tanpa komplikasi infeksi. Pasien dan suami ingin langsung menggunakan kontrasepsi jangka panjang. Kapan waktu pemasangan IUD atau Implan yang paling tepat?
Pembahasan: Kontrasepsi pasca keguguran (Post-Abortion Contraception) seperti IUD atau Implan dapat dipasang **segera (seketika)** setelah tindakan evakuasi sisa konsepsi selesai, asalkan tidak ada tanda-tanda infeksi/sepsis pelvic.
Pembahasan: Kontrasepsi pasca keguguran (Post-Abortion Contraception) seperti IUD atau Implan dapat dipasang **segera (seketika)** setelah tindakan evakuasi sisa konsepsi selesai, asalkan tidak ada tanda-tanda infeksi/sepsis pelvic.
Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke PMB mengeluh timbul benjolan sangat nyeri di area kemaluan sebelah kiri sejak 3 hari lalu, sehingga pasien sakit saat berjalan dan duduk. Hasil pemeriksaan fisik: teraba massa kistik kencang, kemerahan, fluktuasi (+), ukuran $3\times4\text{ cm}$ pada introitus vagina posterior jam 4-5. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Abses Kelenjar Bartholin ditandai dengan pembengkakan unilateral pada labia mayora bagian bawah (posisi jam 4-5 atau 7-8 introitus vagina), terasa sangat nyeri, kemerahan, hangat, dan berfluktuasi.
Pembahasan: Abses Kelenjar Bartholin ditandai dengan pembengkakan unilateral pada labia mayora bagian bawah (posisi jam 4-5 atau 7-8 introitus vagina), terasa sangat nyeri, kemerahan, hangat, dan berfluktuasi.
Seorang akseptor KB Suntik 3 Bulan (DMPA) berkonsultasi ke PMB karena berat badannya mengalami kenaikan sebesar 4 kg dalam 6 bulan terakhir. Pasien merasa cemas dan berniat menghentikan KB. Apakah penjelasan konseling yang tepat disimpulkan bidan?
Pembahasan: Kenaikan berat badan pada KB progestin disebabkan oleh efek merangsang nafsu makan pada pusat nafsu makan di otak. Penatalaksanaan yang tepat adalah konseling edukasi gizi seimbang, pengaturan porsi makan, dan olahraga teratur, serta tidak harus langsung menghentikan KB jika pasien masih nyaman.
Pembahasan: Kenaikan berat badan pada KB progestin disebabkan oleh efek merangsang nafsu makan pada pusat nafsu makan di otak. Penatalaksanaan yang tepat adalah konseling edukasi gizi seimbang, pengaturan porsi makan, dan olahraga teratur, serta tidak harus langsung menghentikan KB jika pasien masih nyaman.
Seorang perempuan pengguna Implan 2 batang baru berjalan 1 tahun datang ke PMB meminta bidan mencabut implannya dengan alasan ingin hamil kembali karena suami mendukung. Apakah tindakan bidan yang paling tepat?
Pembahasan: Hak pasien (Otonomi Client) mencakup keputusan memilih, melanjutkan, atau menghentikan alat kontrasepsi kapan saja. Jika pasien meminta pelepasan implan dengan alasan ingin hamil, bidan **wajib menghormati dan melakukan pencabutan implan** sesuai prosedur.
Pembahasan: Hak pasien (Otonomi Client) mencakup keputusan memilih, melanjutkan, atau menghentikan alat kontrasepsi kapan saja. Jika pasien meminta pelepasan implan dengan alasan ingin hamil, bidan **wajib menghormati dan melakukan pencabutan implan** sesuai prosedur.
Seorang perempuan berusia 25 tahun dengan siklus haid teratur 28 hari ingin menggunakan Metode Alami Kalender (Ogino-Knaus). Berapakah estimasi rentang hari masa subur (pantang berhubungan) pasien pada siklus tersebut?
Pembahasan: Rumus Masa Subur Siklus Teratur (28 hari): Ovulasi terjadi pada hari ke-14 sebelum haid berikutnya ($28 – 14 = 14$). Masa subur diperhitungkan 3 hari sebelum dan 2 hari sesudah ovulasi, yaitu rentang **Hari ke-11 sampai Hari ke-17** dari siklus haid.
Pembahasan: Rumus Masa Subur Siklus Teratur (28 hari): Ovulasi terjadi pada hari ke-14 sebelum haid berikutnya ($28 – 14 = 14$). Masa subur diperhitungkan 3 hari sebelum dan 2 hari sesudah ovulasi, yaitu rentang **Hari ke-11 sampai Hari ke-17** dari siklus haid.
Seorang perempuan berusia 26 tahun datang ke RS mengeluh nyeri perut bawah hebat sejak 4 hari lalu, disertai demam, keputihan berbau purulen, dan nyeri saat berhubungan (*dyspareunia*). Hasil VT: nyeri goyang porsio (+), nyeri tekan parametrium bilateral (+). Apakah diagnosis penyakit tersebut?
Pembahasan: Penyakit Radang Panggul (Pelvic Inflammatory Disease / PID) adalah infeksi organ reproduksi atas (uterus, tuba, ovarium). Kriteria klinis khas: nyeri perut bawah, keputihan abnormal, demam, **nyeri goyang porsio**, dan **nyeri tekan adneksa/parametrium**.
Pembahasan: Penyakit Radang Panggul (Pelvic Inflammatory Disease / PID) adalah infeksi organ reproduksi atas (uterus, tuba, ovarium). Kriteria klinis khas: nyeri perut bawah, keputihan abnormal, demam, **nyeri goyang porsio**, dan **nyeri tekan adneksa/parametrium**.
Pasangan suami istri datang ke PMB berkonsultasi karena kondom yang digunakan pecah/bocor saat berhubungan suami istri 12 jam yang lalu. Pasien sedang berada pada masa subur dan belum ingin hamil. Apakah tindakan perlindungan medis yang tepat diberikan?
Pembahasan: Kasus kegagalan kontrasepsi mekanis (kondom bocor/lepas) pada masa subur ditatalaksana dengan pemberian **Kontrasepsi Darurat (Kondar) oral** dalam kurun waktu <72 jam untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
Pembahasan: Kasus kegagalan kontrasepsi mekanis (kondom bocor/lepas) pada masa subur ditatalaksana dengan pemberian **Kontrasepsi Darurat (Kondar) oral** dalam kurun waktu <72 jam untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
Seorang anak laki-laki berusia 12 bulan dibawa ibunya ke Puskesmas untuk pemantauan tumbuh kembang. Bidan melakukan penilaian perkembangan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Dari 10 pertanyaan/perintah yang diujikan, anak mampu melakukan 9 tindakan dengan benar. Apakah interpretasi hasil KPSP anak tersebut?
Pembahasan: Interpretasi Skor KPSP:
– **Skor 9 – 10**: Perkembangan Anak **Sesuai (S)** dengan umur perkembangan.
– **Skor 7 – 8**: Perkembangan Anak **Meragukan (M)**.
– **Skor ≤6**: Perkembangan Anak **Penyimpangan (P)**.
Pembahasan: Interpretasi Skor KPSP:
– **Skor 9 – 10**: Perkembangan Anak **Sesuai (S)** dengan umur perkembangan.
– **Skor 7 – 8**: Perkembangan Anak **Meragukan (M)**.
– **Skor ≤6**: Perkembangan Anak **Penyimpangan (P)**.
Seorang bayi berusia 9 bulan diuji perkembangannya di Posyandu menggunakan KPSP dan didapatkan skor total 7 (Meragukan). Anak belum bisa duduk mandiri tanpa ditopang. Apakah tindakan intervensi dan waktu evaluasi ulang yang tepat direkomendasikan bidan?
Pembahasan: Jika hasil KPSP **Meragukan (Skor 7-8)**: ajarkan ibu/keluarga cara melakukan stimulasi perkembangan intensif sesuai sektor yang tertinggal selama 2 minggu di rumah, lalu jadwalkan evaluasi KPSP ulang **2 minggu kemudian**.
Pembahasan: Jika hasil KPSP **Meragukan (Skor 7-8)**: ajarkan ibu/keluarga cara melakukan stimulasi perkembangan intensif sesuai sektor yang tertinggal selama 2 minggu di rumah, lalu jadwalkan evaluasi KPSP ulang **2 minggu kemudian**.
Seorang bayi berusia 1 bulan dibawa ibunya ke Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan imunisasi dasar. Hasil pemeriksaan: bayi sehat, BB 3.800 gram. Manakah jenis vaksin imunisasi dasar dan rute pemberian yang wajib diberikan saat ini?
Pembahasan: Jadwal Imunisasi Dasar Usia 1 Bulan: diberikan **Vaksin BCG** (0,05 mL secara Intrakutan/IC pada lengan kanan atas) dan **Vaksin Polio Oral / OPV 1** (2 tetes secara oral).
Pembahasan: Jadwal Imunisasi Dasar Usia 1 Bulan: diberikan **Vaksin BCG** (0,05 mL secara Intrakutan/IC pada lengan kanan atas) dan **Vaksin Polio Oral / OPV 1** (2 tetes secara oral).
Seorang balita berusia 18 bulan dibawa ke Puskesmas mengeluh buang air besar cair 5 kali sehari sejak kemarin. Hasil pemeriksaan MTBS: anak tampak gelisah/rewel, mata cekung, dan saat diberi minum anak minum dengan lahap/haus. Turgor kulit perut kembali lambat. Apakah klasifikasi derajat diare MTBS?
Pembahasan: Klasifikasi Diare MTBS:
– **Diare Dehidrasi Ringan/Sedang**: Bila ada 2 atau lebih tanda: Gelisah/rewel, mata cekung, **minum dengan lahap/haus**, turgor kulit kembali lambat.
– **Diare Dehidrasi Berat**: Letargis/tidak sadar, mata cekung, tidak bisa minum, turgor kembali sangat lambat (>2 detik).
Pembahasan: Klasifikasi Diare MTBS:
– **Diare Dehidrasi Ringan/Sedang**: Bila ada 2 atau lebih tanda: Gelisah/rewel, mata cekung, **minum dengan lahap/haus**, turgor kulit kembali lambat.
– **Diare Dehidrasi Berat**: Letargis/tidak sadar, mata cekung, tidak bisa minum, turgor kembali sangat lambat (>2 detik).
Seorang balita berusia 18 bulan (BB 10 kg) terklasifikasi Diare Dehidrasi Ringan/Sedang. Menurut standar algoritma MTBS, bagaimanakah Rencana Terapi rehidrasi oral (Rencana B) yang diberikan di Puskesmas?
Pembahasan: Penatalaksanaan Diare Dehidrasi Ringan/Sedang (Rencana Terapi B): berikan larutan Oralit sebanyak **75 mL/kgBB** yang dihabiskan dalam kurun waktu **3 jam pertama** di Puskesmas, disamping pemberian Tablet Zinc selama 10 hari berturut-turut.
Pembahasan: Penatalaksanaan Diare Dehidrasi Ringan/Sedang (Rencana Terapi B): berikan larutan Oralit sebanyak **75 mL/kgBB** yang dihabiskan dalam kurun waktu **3 jam pertama** di Puskesmas, disamping pemberian Tablet Zinc selama 10 hari berturut-turut.
Bidan memberikan terapi pendamping Tablet Zinc pada balita berusia 14 bulan yang mengalami diare. Berapakah dosis harian dan durasi pemberian Tablet Zinc yang tepat?
Pembahasan: Dosis Tablet Zinc untuk Diare Balita:
– Umur <6 bulan: **10 mg (1/2 tablet) per hari** selama 10 hari.
– Umur ≥6 bulan: **20 mg (1 tablet) per hari** selama 10 hari berturut-turut meskipun diare sudah berhenti.
Pembahasan: Dosis Tablet Zinc untuk Diare Balita:
– Umur <6 bulan: **10 mg (1/2 tablet) per hari** selama 10 hari.
– Umur ≥6 bulan: **20 mg (1 tablet) per hari** selama 10 hari berturut-turut meskipun diare sudah berhenti.
Seorang balita berusia 2 tahun dibawa ke Puskesmas karena batuk dan sesak napas sejak 2 hari. Hasil pemeriksaan MTBS: frekuensi napas 44 x/menit, tidak ada tarikan dinding dada kedalam (TDDK), dan tidak ada tanda bahaya umum. Apakah klasifikasi batuk MTBS balita tersebut?
Pembahasan: Batas Napas Cepat (MTBS):
– Umur 2 – 11 bulan: ≥50 x/menit
– Umur 12 – 59 bulan: **≥40 x/menit**.
Karena frekuensi napas 44 x/menit (napas cepat) tanpa TDDK, maka diklasifikasikan sebagai **Pneumonia** dan diberi antibiotik amoksisislin oral.
Pembahasan: Batas Napas Cepat (MTBS):
– Umur 2 – 11 bulan: ≥50 x/menit
– Umur 12 – 59 bulan: **≥40 x/menit**.
Karena frekuensi napas 44 x/menit (napas cepat) tanpa TDDK, maka diklasifikasikan sebagai **Pneumonia** dan diberi antibiotik amoksisislin oral.
Seorang ibu membawa bayinya yang genap berusia 6 bulan ke Posyandu. Bidan memberikan konseling pemberian MPASI pertama kali. Manakah prinsip pemberian MPASI yang benar pada bayi usia 6 bulan?
Pembahasan: Prinsip MPASI Usia 6 Bulan:
– Makanan tekstur saring/bubur kental (*puree*).
– Frekuensi: 2 – 3 kali makan utama per hari + 1 – 2 kali selingan.
– Porsi awal: 2 – 3 sendok makan bertahap hingga 1/2 mangkuk ukuran 250 mL.
– Tetap melanjutkan pemberian ASI *on demand*.
Pembahasan: Prinsip MPASI Usia 6 Bulan:
– Makanan tekstur saring/bubur kental (*puree*).
– Frekuensi: 2 – 3 kali makan utama per hari + 1 – 2 kali selingan.
– Porsi awal: 2 – 3 sendok makan bertahap hingga 1/2 mangkuk ukuran 250 mL.
– Tetap melanjutkan pemberian ASI *on demand*.
Bidan menyelenggarakan kegiatan Posyandu pada bulan Februari dan Agustus (Bulan Kapsul Vitamin A). Berapakah warna kapsul dan dosis Vitamin A yang wajib diberikan pada bayi usia 6-11 bulan?
Pembahasan: Program Vitamin A Kemenkes:
– **Kapsul Biru (Dosis 100.000 IU)**: Untuk **Bayi umur 6 – 11 bulan** (diberikan 1 kali pada bulan Feb/Agt).
– **Kapsul Merah (Dosis 200.000 IU)**: Untuk **Balita umur 12 – 59 bulan** (diberikan 2 kali setahun pada Feb & Agt).
Pembahasan: Program Vitamin A Kemenkes:
– **Kapsul Biru (Dosis 100.000 IU)**: Untuk **Bayi umur 6 – 11 bulan** (diberikan 1 kali pada bulan Feb/Agt).
– **Kapsul Merah (Dosis 200.000 IU)**: Untuk **Balita umur 12 – 59 bulan** (diberikan 2 kali setahun pada Feb & Agt).
Bidan mengkaji pencapaian tugas perkembangan motorik kasar pada anak usia 15 bulan di Posyandu. Apakah kemampuan motorik kasar utama yang normalnya sudah harus dapat dikuasai anak pada usia tersebut?
Pembahasan: Milestone Motorik Kasar:
– 9 – 12 bulan: Berdiri sendiri tanpa pegangan.
– **12 – 15 bulan**: **Berjalan sendiri tanpa jatuh**.
– 18 bulan: Lari-lari kecil dan naik tangga dituntun.
– 24 bulan: Melompat dengan kedua kaki bersamaan.
Pembahasan: Milestone Motorik Kasar:
– 9 – 12 bulan: Berdiri sendiri tanpa pegangan.
– **12 – 15 bulan**: **Berjalan sendiri tanpa jatuh**.
– 18 bulan: Lari-lari kecil dan naik tangga dituntun.
– 24 bulan: Melompat dengan kedua kaki bersamaan.
Bidan melakukan pengukuran antropometri pada anak perempuan berusia 24 bulan di Posyandu. Hasil pengukuran Panjang Badan (PB) didapatkan $-2,5$ SD pada kurva WHO (Z-score PB/U). Apakah klasifikasi status gizi anak tersebut?
Pembahasan: Klasifikasi Status Gizi Indikator PB/U atau TB/U (WHO):
– Z-Score < -3 SD: Sangat Pendek (*Severely Stunted*)
– **Z-Score -3 SD s.d < -2 SD**: **Pendek (Stunted)**
– Z-Score -2 SD s.d +2 SD: Normal.
Pembahasan: Klasifikasi Status Gizi Indikator PB/U atau TB/U (WHO):
– Z-Score < -3 SD: Sangat Pendek (*Severely Stunted*)
– **Z-Score -3 SD s.d < -2 SD**: **Pendek (Stunted)**
– Z-Score -2 SD s.d +2 SD: Normal.
Seorang anak berusia 3 tahun diantar ibunya ke IGD Puskesmas pasca mengalami kejang di rumah selama 2 menit saat demam tinggi. Hasil pemeriksaan: S 39,2°C, anak sudah sadar penuh, tidak ada kaku kuduk, dan tidak ditemukan kelainan neurologis fokal. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Kejang Demam Sederhana (KDS) adalah kejang yang dipicu demam tinggi (suhu >38°C) pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, berlangsung singkat (<15 menit), bersifat umum (tonik-klonik), dan anak segera sadar kembali pasca kejang tanpa defisit neurologis.
Pembahasan: Kejang Demam Sederhana (KDS) adalah kejang yang dipicu demam tinggi (suhu >38°C) pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, berlangsung singkat (<15 menit), bersifat umum (tonik-klonik), dan anak segera sadar kembali pasca kejang tanpa defisit neurologis.
Bidan memberikan pertolongan pertama pada balita yang sedang mengalami kejang berulang di UGD Puskesmas. Manakah obat antikejang lini pertama via rektal yang aman diberikan bidan?
Pembahasan: Antikejang lini pertama untuk menghentikan kejang balita di luar/di dalam Faskes primer adalah **Diazepam Rektal (Suppositoria)** dengan dosis: 5 mg untuk BB <12 kg, dan 10 mg untuk BB ≥12 kg.
Pembahasan: Antikejang lini pertama untuk menghentikan kejang balita di luar/di dalam Faskes primer adalah **Diazepam Rektal (Suppositoria)** dengan dosis: 5 mg untuk BB <12 kg, dan 10 mg untuk BB ≥12 kg.
Seorang anak berusia 18 bulan dibawa ibunya ke Puskesmas untuk mendapatkan imunisasi ulangan (booster). Jenis vaksin apakah yang wajib diberikan pada jadwal imunisasi lanjutan usia 18 bulan?
Pembahasan: Jadwal Imunisasi Lanjutan / Booster Usia 18 Bulan Kemenkes:
1. **DPT-HB-Hib lanjutan** (1 dosis IM paha/lengan).
2. **Campak-Rubella / MR lanjutan** (1 dosis Subkutan).
Pembahasan: Jadwal Imunisasi Lanjutan / Booster Usia 18 Bulan Kemenkes:
1. **DPT-HB-Hib lanjutan** (1 dosis IM paha/lengan).
2. **Campak-Rubella / MR lanjutan** (1 dosis Subkutan).
Seorang balita berusia 3 tahun diantar ibunya ke Puskesmas. Hasil pemeriksaan fisik: edema pada kedua punggung kaki, wajah membulat sembab (*moon face*), rambut pirang kemerahan dan mudah dicabut, serta terdapat *crazy pavement dermatosis* pada kulit. Apakah jenis gizi buruk tersebut?
Pembahasan: Kwashiorkor adalah bentuk gizi buruk akibat **defisiensi protein berat**. Ciri khas: edema bilateral (terutama kaki), *moon face*, rambut pirang/jagung yang kusam dan mudah dicabut, serta kelainan kulit bercak *crazy pavement dermatosis*.
Pembahasan: Kwashiorkor adalah bentuk gizi buruk akibat **defisiensi protein berat**. Ciri khas: edema bilateral (terutama kaki), *moon face*, rambut pirang/jagung yang kusam dan mudah dicabut, serta kelainan kulit bercak *crazy pavement dermatosis*.
Seorang anak berusia 2 tahun sangat kurus seperti tinggal tulang terbungkus kulit, wajah tampak tua seperti orang tua (*old man face*), mata cekung, iga gambang terbayang jelas, dan otot gluteus atrofi (*baggy pants*). Apakah jenis gizi buruk tersebut?
Pembahasan: Marasmus adalah bentuk gizi buruk akibat **defisiensi kalori/energi total**. Ciri khas: *old man face*, sangat kurus (tinggal tulang terbungkus kulit), iga gambang, kulit keriput, dan *baggy pants* (pantat melorot).
Pembahasan: Marasmus adalah bentuk gizi buruk akibat **defisiensi kalori/energi total**. Ciri khas: *old man face*, sangat kurus (tinggal tulang terbungkus kulit), iga gambang, kulit keriput, dan *baggy pants* (pantat melorot).
Bidan melakukan Skrining Tes Daya Dengar (TDD) pada anak prasekolah berusia 3 tahun di TK. Manakah prosedur tes yang tepat dikerjakan bidan?
Pembahasan: Prosedur TDD Anak Usia 3 Tahun: minta anak duduk tenang, bisikkan kata-kata sederhana yang dikenal anak di belakang anak tanpa terlihat bibir bidan (jarak 1-2 meter), atau gunakan instrumen gambar dan minta anak menunjuk gambar sesuai kata yang dibisikkan.
Pembahasan: Prosedur TDD Anak Usia 3 Tahun: minta anak duduk tenang, bisikkan kata-kata sederhana yang dikenal anak di belakang anak tanpa terlihat bibir bidan (jarak 1-2 meter), atau gunakan instrumen gambar dan minta anak menunjuk gambar sesuai kata yang dibisikkan.
Bidan melakukan Tes Daya Lihat (TDL) pada anak prasekolah usia 48 bulan menggunakan Kartu Tumbling ‘E’ (Snellen E-Chart) dari jarak 3 meter. Anak tidak dapat mencocokkan arah kartu ‘E’ hingga baris ketiga. Apakah tindakan lanjutan yang tepat?
Pembahasan: Jika pada TDL anak tidak dapat melihat baris ketiga Snellen E dari jarak 3 meter (terindikasi gangguan daya lihat/kelainan refraksi), anak harus dirujuk ke Rumah Sakit / Dokter Spesialis Mata.
Pembahasan: Jika pada TDL anak tidak dapat melihat baris ketiga Snellen E dari jarak 3 meter (terindikasi gangguan daya lihat/kelainan refraksi), anak harus dirujuk ke Rumah Sakit / Dokter Spesialis Mata.
Bidan memberikan obat cacing (Albendazole) pada kegiatan posyandu dalam rangka Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Cacingan. Berapakah dosis tablet Albendazole tunggal untuk anak usia 12-23 bulan dan anak usia ≥24 bulan?
Pembahasan: Dosis Obat Cacing (Albendazole) Dosis Tunggal:
– Anak usia **12 – 23 bulan**: **200 mg (1/2 tablet)**.
– Anak usia **≥24 bulan s.d prasekolah**: **400 mg (1 tablet utuh)**.
Pembahasan: Dosis Obat Cacing (Albendazole) Dosis Tunggal:
– Anak usia **12 – 23 bulan**: **200 mg (1/2 tablet)**.
– Anak usia **≥24 bulan s.d prasekolah**: **400 mg (1 tablet utuh)**.
Bidan melakukan deteksi dini masalah mental emosional pada anak usia 4 tahun menggunakan Kuesioner Masalah Perilaku Emosional (KMPE). Ditemukan ada 2 jawaban ‘YA’ dari orang tua terkait perilaku anak yang sering mengamuk berlebihan dan menarik diri. Apakah tindak lanjut yang tepat?
Pembahasan: Jika ditemukan **1 atau lebih jawaban ‘YA’** pada KMPE: lakukan konseling pada orang tua, berikan stimulasi bimbingan ulang selama 3 bulan, dan jika tidak ada perubahan atau jawaban ‘YA’ ≥2 yang menetap, segera rujuk ke RS yang memiliki fasilitas tumbuh kembang/psikologi anak.
Pembahasan: Jika ditemukan **1 atau lebih jawaban ‘YA’** pada KMPE: lakukan konseling pada orang tua, berikan stimulasi bimbingan ulang selama 3 bulan, dan jika tidak ada perubahan atau jawaban ‘YA’ ≥2 yang menetap, segera rujuk ke RS yang memiliki fasilitas tumbuh kembang/psikologi anak.
Seorang perempuan berusia 22 tahun datang bersama calon suaminya ke Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pra-nikah (Caten). Hasil pemeriksaan fisik: TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, IMT 19,2 kg/m², konjungtiva agak pucat, dan kadar Hb 10,8 g/dL. Apakah penatalaksanaan suplemen yang wajib diberikan bidan?
Pembahasan: Calon pengantin (caten) perempuan dengan kadar Hb <12 g/dL terdiagnosis Anemia Ringan. Pemberian Tablet Tambah Darah (Fe) dosis terapi 1 tablet per hari selama 1-3 bulan sebelum menikah/hamil sangat krusial untuk mencegah anemia saat awal kehamilan dan menekan risiko stunting.
Pembahasan: Calon pengantin (caten) perempuan dengan kadar Hb <12 g/dL terdiagnosis Anemia Ringan. Pemberian Tablet Tambah Darah (Fe) dosis terapi 1 tablet per hari selama 1-3 bulan sebelum menikah/hamil sangat krusial untuk mencegah anemia saat awal kehamilan dan menekan risiko stunting.
Seorang calon pengantin perempuan berusia 23 tahun datang ke Puskesmas untuk imunisasi Caten. Hasil penelusuran riwayat imunisasi dasar dan lanjutan: calon pengantin sudah mendapatkan imunisasi Td lengkap saat SD (BIAS) hingga kelas 5 SD. Apakah status Td dan keputusan pemberian imunisasi Td caten?
Pembahasan: Penentuan Status Imunisasi Td:
– Bayi (DPT-HB-Hib 3x) = Td2
– BIAS SD Kelas 1 (DT) = Td3
– BIAS SD Kelas 2 (Td) = Td4
– BIAS SD Kelas 5 (Td) = Td5.
Karena status imunisasi sudah **Td5 (Proteksi Penuh / Seumur Hidup)**, maka calon pengantin **tidak perlu diberikan suntikan Td lagi**.
Pembahasan: Penentuan Status Imunisasi Td:
– Bayi (DPT-HB-Hib 3x) = Td2
– BIAS SD Kelas 1 (DT) = Td3
– BIAS SD Kelas 2 (Td) = Td4
– BIAS SD Kelas 5 (Td) = Td5.
Karena status imunisasi sudah **Td5 (Proteksi Penuh / Seumur Hidup)**, maka calon pengantin **tidak perlu diberikan suntikan Td lagi**.
Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke PMB berkonsultasi karena berencana untuk hamil dalam 3 bulan ke depan pasca menikah. Hasil pemeriksaan fisik normal. Berapakah dosis suplemen Asam Folat harian yang direkomendasikan bidan pada masa prakonsepsi untuk mencegah cacat bumbung saraf (Neural Tube Defects)?
Pembahasan: Rekomendasi pemberian Asam Folat pada masa Prakonsepsi (minimal 1-3 bulan sebelum konsepsi): dosis standar untuk wanita risiko rendah adalah **0,4 mg (400 mcg) per hari** guna mencegah Neural Tube Defects (NTD) pada janin.
Pembahasan: Rekomendasi pemberian Asam Folat pada masa Prakonsepsi (minimal 1-3 bulan sebelum konsepsi): dosis standar untuk wanita risiko rendah adalah **0,4 mg (400 mcg) per hari** guna mencegah Neural Tube Defects (NTD) pada janin.
Bidan melakukan pengukuran antropometri pada calon pengantin perempuan berusia 20 tahun. Hasil pengukuran: BB 41 kg, TB 152 cm, dan Lingkar Lengan Atas (LiLA) didapatkan 21,5 cm. Apakah interpretasi hasil pemeriksaan LiLA tersebut?
Pembahasan: Ambang batas LiLA WUS/Caten/Ibu Hamil untuk risiko **Kekurangan Energi Kronis (KEK)** adalah **<23,5 cm**. Hasil LiLA 21,5 cm menunjukkan WUS mengalami KEK dan berisiko melahirkan bayi BBLR jika hamil nanti.
Pembahasan: Ambang batas LiLA WUS/Caten/Ibu Hamil untuk risiko **Kekurangan Energi Kronis (KEK)** adalah **<23,5 cm**. Hasil LiLA 21,5 cm menunjukkan WUS mengalami KEK dan berisiko melahirkan bayi BBLR jika hamil nanti.
Seorang perempuan yang sedang menjalani program perencanaan kehamilan (prakonsepsi) melakukan skrining darah TORCH. Hasil tes laboratorium: Rubella IgM (-), Rubella IgG (+). Apakah interpretasi yang paling tepat dari hasil laboratorium tersebut?
Pembahasan: Interpretasi Serologi TORCH:
– IgM (-) dan IgG (+): Menunjukkan **adanya kekebalan/imunitas masa lalu** (akibat infeksi terdahulu atau riwayat vaksinasi MR) dan **tidak ada infeksi aktif saat ini**, sehingga aman untuk merencanakan kehamilan.
Pembahasan: Interpretasi Serologi TORCH:
– IgM (-) dan IgG (+): Menunjukkan **adanya kekebalan/imunitas masa lalu** (akibat infeksi terdahulu atau riwayat vaksinasi MR) dan **tidak ada infeksi aktif saat ini**, sehingga aman untuk merencanakan kehamilan.
Seorang calon pengantin perempuan berusia 17 tahun diantar ibunya ke PMB untuk konsultasi pra-nikah. Hasil pemeriksaan: fisik normal. Mengingat usia calon pengantin masih di bawah 20 tahun, apakah fokus konseling kesehatan reproduksi yang paling utama disampaikan bidan?
Pembahasan: Kehamilan pada usia <20 tahun berisiko tinggi (organ reproduksi dan panggul belum matang sempurna, risiko preeklampsia, anemia, BBLR, dan kematian ibu). Bidan memberikan konseling perencanaan keluarga untuk **menunda kehamilan pertama hingga usia ibu minimal 20 tahun** menggunakan kontrasepsi yang sesuai.
Pembahasan: Kehamilan pada usia <20 tahun berisiko tinggi (organ reproduksi dan panggul belum matang sempurna, risiko preeklampsia, anemia, BBLR, dan kematian ibu). Bidan memberikan konseling perencanaan keluarga untuk **menunda kehamilan pertama hingga usia ibu minimal 20 tahun** menggunakan kontrasepsi yang sesuai.
Pasangan suami istri yang sedang merencanakan kehamilan datang ke klinik prakonsepsi. Suami mengaku sebagai perokok aktif 1 bungkus/hari. Apakah penjelasan bidan mengenai dampak paparan asap rokok terhadap kesehatan reproduksi dan kualitas sperma?
Pembahasan: Paparan asap rokok (baik perokok aktif maupun pasif) terbukti secara klinis merusak DNA sperma, menurunkan konsentrasi dan motilitas sperma, meningkatkan risiko infertilitas, serta meningkatkan risiko keguguran dan BBLR pada Janin.
Pembahasan: Paparan asap rokok (baik perokok aktif maupun pasif) terbukti secara klinis merusak DNA sperma, menurunkan konsentrasi dan motilitas sperma, meningkatkan risiko infertilitas, serta meningkatkan risiko keguguran dan BBLR pada Janin.
Seorang calon pengantin perempuan yang sedang skrining kesehatan di RS ditemukan memiliki riwayat keluarga dengan Thalassemia Mayor. Hasil pemeriksaan laboratorium awal: Hb 10,2 g/dL, MCV <80 fl, dan MCH <27 pg (Mikrositik Hipokromik). Apakah pemeriksaan konfirmasi genetik lanjutan yang disarankan?
Pembahasan: Skrining awal anemia mikrositik hipokromik dengan riwayat keluarga Thalassemia dikonfirmasi melalui pemeriksaan **Analisis Hemoglobin (Hb Elektroforesis)** untuk mendeteksi *carrier* / pembawa sifat Thalassemia (Thalassemia Trait).
Pembahasan: Skrining awal anemia mikrositik hipokromik dengan riwayat keluarga Thalassemia dikonfirmasi melalui pemeriksaan **Analisis Hemoglobin (Hb Elektroforesis)** untuk mendeteksi *carrier* / pembawa sifat Thalassemia (Thalassemia Trait).
Seorang ibu P1A0 baru saja melahirkan anak pertamanya 6 bulan lalu. Ibu dan suami berkonsultasi ke PMB merencanakan kehamilan anak kedua. Berapakah jarak antar kehamilan (birth spacing) minimal yang aman dan direkomendasikan WHO untuk mengoptimalkan kesehatan ibu dan janin?
Pembahasan: Rekomendasi WHO dan BKKBN untuk jarak antar kehamilan yang aman adalah **minimal 24 bulan (2 tahun)** sejak persalinan sebelumnya hingga kehamilan berikutnya, guna memberikan waktu pemulihan organ reproduksi dan status gizi ibu.
Pembahasan: Rekomendasi WHO dan BKKBN untuk jarak antar kehamilan yang aman adalah **minimal 24 bulan (2 tahun)** sejak persalinan sebelumnya hingga kehamilan berikutnya, guna memberikan waktu pemulihan organ reproduksi dan status gizi ibu.
Seorang perempuan prakonsepsi mendapatkan suntikan Vaksin Rubella (MR) di klinik. Bidan memberikan konseling mengenai aturan penundaan kehamilan pasca vaksinasi virus hidup yang dilemahkan tersebut. Berapa lamakah batas waktu penundaan kehamilan yang wajib dipatuhi?
Pembahasan: Karena Vaksin Rubella/MR mengandung virus hidup yang dilemahkan, wanita disarankan untuk **menunda kehamilan selama minimal 1 bulan (4 minggu)** pasca penyuntikkan guna menghindari risiko teratogenik pada janin.
Pembahasan: Karena Vaksin Rubella/MR mengandung virus hidup yang dilemahkan, wanita disarankan untuk **menunda kehamilan selama minimal 1 bulan (4 minggu)** pasca penyuntikkan guna menghindari risiko teratogenik pada janin.
Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke PMB mengeluh sering merasa sensasi panas mendadak yang menyebar dari dada ke wajah (*hot flashes*), diikuti keluar keringat malam berlebihan, dan dada berdebar-debar. Siklus haid mulai tidak teratur. Apakah penyebab timbulnya gejala vasomotorik tersebut?
Pembahasan: *Hot flashes* dan *night sweats* merupakan gejala vasomotorik khas klimakterium/perimenopause yang disebabkan oleh **penurunan/defisiensi kadar hormon Estrogen** yang mengganggu pusat regulasi suhu di hipotalamus.
Pembahasan: *Hot flashes* dan *night sweats* merupakan gejala vasomotorik khas klimakterium/perimenopause yang disebabkan oleh **penurunan/defisiensi kadar hormon Estrogen** yang mengganggu pusat regulasi suhu di hipotalamus.
Seorang perempuan berusia 52 tahun datang ke Klinik Bidan. Pasien mengaku sudah tidak mengalami haid sama sekali sejak 14 bulan berturut-turut. Hasil pemeriksaan TTV normal, tes kehamilan negatif. Apakah diagnosis fase reproduksi pasien tersebut?
Pembahasan: Menopause ditegakkan secara klinis apabila seorang wanita tidak mengalami menstruasi (amenore) secara permanen selama **12 bulan berturut-turut** tanpa penyebab fisiologis/patologis lain.
Pembahasan: Menopause ditegakkan secara klinis apabila seorang wanita tidak mengalami menstruasi (amenore) secara permanen selama **12 bulan berturut-turut** tanpa penyebab fisiologis/patologis lain.
Seorang perempuan berusia 50 tahun mengeluh vagina terasa sangat kering, gatal, dan terasa nyeri perih saat berhubungan seksual (*dispareunia*) dengan suaminya. Apakah penatalaksanaan non-hormonal awal yang tepat diajarkan bidan?
Pembahasan: Atrofi vagina disebabkan oleh penurunan estrogen. Penatalaksanaan non-hormonal awal untuk mengatasi vagina kering dan dispareunia adalah penggunaan **pelembap vagina (*vaginal moisturizer*) rutin dan pelumas berbasis air (*water-based lubricant*)** saat berhubungan seksual.
Pembahasan: Atrofi vagina disebabkan oleh penurunan estrogen. Penatalaksanaan non-hormonal awal untuk mengatasi vagina kering dan dispareunia adalah penggunaan **pelembap vagina (*vaginal moisturizer*) rutin dan pelumas berbasis air (*water-based lubricant*)** saat berhubungan seksual.
Bidan memberikan penyuluhan kesehatan bagi kelompok wanita menopause. Bidan menjelaskan pentingnya pencegahan pengeroposan tulang (Osteoporosis) akibat kehilangan hormon estrogen. Apakah suplemen nutrisi dan anjuran aktivitas yang paling tepat?
Pembahasan: Penurunan estrogen mempercepat reabsorpsi tulang. Pencegahan osteoporosis pada menopause meliputi: asupan kecukupan **Kalsium (1000-1200 mg/hari), Vitamin D**, olahraga menahan beban (*weight-bearing exercise* seperti jalan kaki), dan paparan sinar matahari pagi.
Pembahasan: Penurunan estrogen mempercepat reabsorpsi tulang. Pencegahan osteoporosis pada menopause meliputi: asupan kecukupan **Kalsium (1000-1200 mg/hari), Vitamin D**, olahraga menahan beban (*weight-bearing exercise* seperti jalan kaki), dan paparan sinar matahari pagi.
Seorang perempuan berusia 42 tahun datang ke PMB mengeluh haidnya menjadi sangat sering (siklus 18 hari), berlangsung selama 12 hari beruntun dengan jumlah darah sangat banyak bercampur gumpalan. Apakah istilah medis untuk gangguan perdarahan haid tersebut?
Pembahasan: Menometroragia adalah kombinasi dari **Menoragia** (perdarahan haid yang sangat banyak dan memanjang) dan **Metroragia** (perdarahan di luar siklus haid/interval tidak teratur).
Pembahasan: Menometroragia adalah kombinasi dari **Menoragia** (perdarahan haid yang sangat banyak dan memanjang) dan **Metroragia** (perdarahan di luar siklus haid/interval tidak teratur).
Seorang perempuan berusia 40 tahun P2A0 datang ke RS mengeluh haid sangat banyak hingga lemas. Hasil pemeriksaan: Hb 8,5 g/dL, palpasi abdomen teraba massa membesar berbenjol-benjol di supra simfisis dengan konsistensi padat keras, tidak nyeri. Hasil USG menunjukkan adanya tumor jinak miometrium. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Pembahasan: Mioma Uteri (fibroid uteri) adalah tumor jinak otot polos uterus yang sering terjadi pada wanita usia reproduksi/masa antara. Ditandai dengan menoragia (haid banyak), anemia, dan pembesaran uterus berbenjol-benjol berksonsistensi padat keras.
Pembahasan: Mioma Uteri (fibroid uteri) adalah tumor jinak otot polos uterus yang sering terjadi pada wanita usia reproduksi/masa antara. Ditandai dengan menoragia (haid banyak), anemia, dan pembesaran uterus berbenjol-benjol berksonsistensi padat keras.
Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke Klinik Bidan hendak melakukan pemeriksaan Pap Smear untuk skrining kanker serviks. Manakah dari persyaratan teknis berikut yang WAJIB dipenuhi sebelum pengambilan sampel porsio?
Pembahasan: Syarat Teknis Pengambilan Pap Smear:
1. Tidak sedang haid (waktu terbaik hari ke-10 hingga 20 siklus).
2. **Tidak melakukan hubungan seksual selama 48 jam (2 hari) terakhir**.
3. Tidak menggunakan obat vaginal / douching selama 48 jam terakhir.
Pembahasan: Syarat Teknis Pengambilan Pap Smear:
1. Tidak sedang haid (waktu terbaik hari ke-10 hingga 20 siklus).
2. **Tidak melakukan hubungan seksual selama 48 jam (2 hari) terakhir**.
3. Tidak menggunakan obat vaginal / douching selama 48 jam terakhir.
Seorang perempuan perimenopause berusia 49 tahun ingin mengurangi keluhan *hot flashes* dengan mengonsumsi bahan makanan alami kaya estrogen nabati. Manakah bahan makanan tinggi Fitoestrogen (Isoflavon) yang tepat disarankan bidan?
Pembahasan: Fitoestrogen (Isoflavon) adalah senyawa nabati yang memiliki struktur dan fungsi mirip estrogen. Sumber alami terbaik kaya Isoflavon adalah **kacang kedelai dan produk olahannya (tahu, tempe, susu kedelai)**.
Pembahasan: Fitoestrogen (Isoflavon) adalah senyawa nabati yang memiliki struktur dan fungsi mirip estrogen. Sumber alami terbaik kaya Isoflavon adalah **kacang kedelai dan produk olahannya (tahu, tempe, susu kedelai)**.
Seorang perempuan berusia 58 tahun P6A0 datang ke PMB mengeluh terasa ada ganjalan/massa yang menonjol keluar dari vaginanya terutama saat berdiri lama atau batuk, disertai rasa pegal di pinggang. Hasil pemeriksaan inspekulo: porsio uteri tampak keluar melewati introitus vagina. Apakah diagnosis kelainan anatomi tersebut?
Pembahasan: Prolapsus Uteri (turunnya rahim) disebabkan oleh kelemahan otot-otot dasar panggul dan ligamentum penopang uterus (akibat multiparitas atau penuaan). Ditandai terabanya massa serviks/porsio yang menonjol keluar vagina.
Pembahasan: Prolapsus Uteri (turunnya rahim) disebabkan oleh kelemahan otot-otot dasar panggul dan ligamentum penopang uterus (akibat multiparitas atau penuaan). Ditandai terabanya massa serviks/porsio yang menonjol keluar vagina.
Seorang perempuan berusia 50 tahun terdiagnosis Prolapsus Uteri Derajat I (ringan). Bidan mengajarkan latihan kontraksi otot-otot dasar panggul secara teratur di rumah untuk memperkuat penopang uterus. Apakah nama latihan terapi fisik tersebut?
Pembahasan: Latihan Senam Kegel (Pelvic Floor Muscle Training) bertujuan untuk memperkuat otot-otot dasar panggul (*pubococcygeus*), yang efektif untuk terapi non-bedah pada Prolapsus Uteri Derajat Ringan (Derajat I-II) dan Inkontinensia Urine.
Pembahasan: Latihan Senam Kegel (Pelvic Floor Muscle Training) bertujuan untuk memperkuat otot-otot dasar panggul (*pubococcygeus*), yang efektif untuk terapi non-bedah pada Prolapsus Uteri Derajat Ringan (Derajat I-II) dan Inkontinensia Urine.